Langsung ke konten utama

pengembangan kepribadian


Dosen Pengampu :
Dami, S.Pd.

Disusun Oleh       :

                                                                    1.            Fikri Adil A.                                      B1061151028
                                                                    2.            M. Fauzi                                            B1061151005
                                                                    3.            Muhammad Cholil                           B1061151011
                                                                    4.            Suhermanto                                      B1061151025

 









PRODI EKONOMI ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nyalah makalah yang berjudul “Bahasa Indonesia Mengembangkan Kepribadian” ini dapat disusun dan diselesaikan. Makalah ini disusun sebagai syarat tugas matakuliah Bahasa Indonesia. Untuk menyusun makalah ini, kami dibimbing oleh Ibu Dami, S.Pd. selaku dosen mata kuliah. Kami mengucapkan terimakasih kepada beliau yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memotivasi kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari benar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan agar makalah ini dapat diperbaiki dan disempurnakan kembali di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi para mahasiswa/i. Terima kasih.





Pontianak, 04 April 2016


Kelompok 1





DAFTAR ISI

COVER.................................................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii




BAB I
Bahasa Indonesia adalah bahasa negara dan bahasa persatuan nasional di Republik Indonesia. Bahasa Indonesia mempunyai peran yang penting dan terhormat sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang berjumlah 170 juta jiwa yang sedang dalam proses konsolidasi dan sebagai “modal budaya”  kebangsaan serta “alat untuk meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan bangsa di tengah-tengah dunia modern sekarang” (Pidato Presiden, 1976: 6). Kini surat menyurat pemerintahan, buku-buku karya sastra, majalah, dan surat kabar ditulis dalam Bahasa Indonesia. Bahasa itu juga dipergunakan sebagai bahasa pergaulan dalam berbagai bidang, antara lain aparatur negara dan ketentaraan, sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, dan yang lainnya.
Di samping Bahasa Indonesia, di wilayah Republik Indonesia terdapat lebih dari 400 bangsa lain yang dinamakan bahasa daerah sehingga bagi sebagian besar penduduk negeri itu Bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Hal itu mengakibatkan terjadinya kontak yang sangat intensif antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Tetapi semua entik menerima dan mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Asal muasal bahasa Indonesia ialah bahasa melayu menurut menurut rumusan kongres bahasa Indonesia tahun 1954 “dasar Bahasa Indonesia ialah bahasa melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia sekarang” tetapi, bahasa melayu sangat beraneka ragam fungsi dan bentuknya dan bahasa Indonesia menjadi salah satu diantara bentuk bentuk itu. Di Indonesia perkembangan bahasa melayu kebahasa Indonesia demikian pesatnya sehingga seolah olah bahasa ini telah menjelma menjadi suatu bahasa baru.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana bahasa Indonesia mengembangkan kepribadian ?
2.      Apa visi dan misi bahasa Indonesia MPK ?
3.      Bagaimana membentuk kepribadian yang baik cerdas dan peduli ?


C.    Tujuan Penulisan
1.      Agar mahasiswa mengetahui bahwa bahasa Indonesia dapat mengembangkan kepribadian.
2.      Agar mahasiswa mengetahui visi dan misi MPK.
3.      Agar mahasiswa dapat membentuk kepribadian yang baik cerdas dan peduli.


                                               BAB II
Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa pengakuan bertanah air satu, berbangsa satu Indonesia, memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian bangsa. Fungsi tersebut menegaskan bahwa setaip warga Negara Indonesia senantiasa berkepribadian, berprilaku, dan berbudi bahasa khas Indonesia.
Bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai komunikasi nasional. Dalam pengembangannya sebagai alat komunikasi nasional, kemudian dikukuhkan kedudukannya dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Penegasan ini menunjukan kedudukan dan fungsi yang bersifat formal. Sebagai bahasa Negara, bahasa ini harus digunakan secara nasional dalam berbagai komunikasi formal yang bersifat kenegaraan dan kedinasan dalam berbagai komunikasi resmi baik dalam lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.
Perkembangan selanjutnya membuktikan bahwa sejak proklamasi setiap komunikasi nonformal pun masyarkat dan bangsa Indonesia senantiasa menggunakan bahasa Indonesia selain itu, fungsinya dalam komunikasi berkembang menjadi symbol kebersamaan, dorongan untuk bersatu, dan kepribadian pemakainya.
Sejak 2002 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa di perguruan tinggi dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian. Berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, UU No. 20/2003 dan PP No. 19/2005 menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib diseluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan 3 sks. Secara operasional SK Dikti No. 43 tahun 2006 mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).


Pengalaman membuktikan bahwa jumlah penulisan buku ilmiah di Indonesia relative kecil. Di sisi lain hampir setiap mahasiswa mengeluh jika ditugasi oleh Dosen untuk menulis makalah, kertas kerja, skripsi, atau karangan ilmiah lainnya. Sekalipun mengeluh, tugas tersebut memang di buat oleh mahasiswa, namun bahasa yang di gunakan belum memenuhi harapan. Masalah, Bagaimana Bahasa Indonesia menghadapi tantangan kini dan masa depan?.
Pengajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar mahasiswa memahami konsep penulisan ilmiah dan mampu menerapkannya dalam penulisan karya ilmiahnya. Untuk itu, mahasiswa dibekali berbagai keterampilan kognitif, psikomotorik, dan efektif yang terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang sekaligus dapat mengembangkan kecerdasan, karakter, dan kepribadiannya.
Orang yang menguasai bahasa Indonesa secara aktif dan pasif akan dapat mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut, sistematis, logis, dan lugas. Hal ini dapat menandai kemampuan mengorganisasi karakter dirinya yang terkait dengan potensi daya pikir, emosi, keinginan, dan harapannya yang kemudian di ekspresikan dalam berbagai bentuk: Artikel, Proposal Proyek, Penulisan Laporan, Lamaran Pekerjaan, dan sebagainya.
Di sisi lain, orang yang menguasai bahasa Indonesia dengan baik akan mampu pula memahami konsep-konsep, pemikiran, dan pendapatan orang lain. Kemampuan ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadiannya melalui proses berfikir sinergis, yaitu kemampuan menghasilkan konsep baru berdasarkan pengalaman yang sudah dimilikinya bersamaan dengan pengalaman yang baru diperolehnya. Dampaknya, orang yang berkarakter demikian akan menjadi lebih cerdas dan kreatif dalam memanfaatkan situasi, stimulus, dan pengalaman baru yang diperolehnya.
Kecerdasan yang didukung oleh kepribadian dan moral yang tinggi memungkinkan setiap orang senantiasa menggali potensi yang ada di sekitarnya dan mengembangkannya menjadi kreativitas baru. Kecerdasan


ini memungkinkan seseorang memiiki kepekaan yang tinggi untuk memanfaatkan kekayaan budaya, seni, iptek, dan kekayaan alam menjadi sumber kreativitas baru yang tidak akan pernah habis. Misalnya: merekayasa cerita klasik Baratayuda ke dalam kreativitas baru untuk konsumsi masyarakat modern dan mengolahnya ke dalam situasi, gaya, dan versi baru sehingga memenuhi tuntunan masyarakt modern.
Untuk mewujudkan kecerdasan dan kepribadian tersebut, mahasiswa dibekali keterampilan berbahasa yang secara alami diawali dengan pemahaman funsi bahasa sebagai sarana komunikasi dalam berbagai ragam kebahasaan Selanjutnya, mahasiswa dibekali keterampilan bagaimana mendapatkan ide ilmiah, mengorganisasikannya dengan kerangka karangan sebagai kerangka berpikir, dan mengekspresikannya dengan ejaan yang benar, pilihan kata yang tepat, kalimat yang efektif, dan paragraph yang benar dalam sebuah karangan.
Kini, sejak awal tahun 2000-an, sejak didengungkan globalisasi informasi yang didukung berbagai peralatan komunkasi mutakhir yang sangat efektif dalam berbagai aktivitas masyarakat dunia, fungsi bahasa Indoneisa sebagai sarana pengembang kepribadian mulai menghadapi tantangan dari berbagai bahasa dunia terutama bahasa internasional yang digunakan oleh berbagai bangsa. Tantangan ini harus dihadapi dengan membenahi system pengajaran pengajaran bahasa Indonesia, baik tingkat kedalaman mampu keluasannya. Untuk itu, fungsi mata kuliah bahasa Indonesia kini dan masa depan, bagi mahasiswa, menjadi lebih penting. Bukan saja sebagai perekat dan pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai sarana komunikasi ilmiah. Kini diyakini bahwa bahasa Indonesia wajib diberikan di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan sebutan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Bahasa Indonesia.



Visi      : menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu sarana pengembangan kepribadian insan terpelajar yang mahir berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan santun.
Misi     : (1) membina mahasiswa bangga berbahasa Indonesia dalam berbagai forum dan bertanggung jawab untuk memeliharanya dengan sungguh-sungguh; (2) memotivasi mahasiswa merefleksikan nilai-nilai budaya melalui bahasa persatuannya dalam kehidupan sehari-hari; (3) membina pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi semakin berkualitas sesuai dengan tuntutan mahasiswa; (4) mengupayakan kemairan berbahasa Indonesia melalui pembelajaran yang berkualitas dalam menggunakan bahasa Indonesia dan mengaplikasikannya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya dengan rasa tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia.

C.    Kepribadian yang Baik, Cerdas , dan Peduli
a.      Kepribadian yang Baik
Penggunaaan bahasa yang santun yaitu bahasa yang bahasa yang halus, sopan, menghargai orang lain, tidak menunjukkan kemampuan diri berlebihan di hadapan orang lain. Selain itu, kemampuan ini didukung penggunaan bahasa yang benar yaitu bahasa yang sesuai aturan dan kaidah bahhasa indonesia. Cerdas artinya mempu menciptakan kreativitas baru berdasarkan potensi yang dihadapi. Orang yang baik dan cerdas berindikator mempunyai karakter peduli terhadap diri sendiri, masyarakat, alam, dan situasi terkini.
Kepribadian yang baik dapat diartikan bahwa perilakunya (ucapan, budibahasa, tindakan, perbuatan) dapat diterima oleh orang lain. Semakin luas lingkungan masyarakat yang menerima kebaikannya dapat diartikan bahwa kebaikan pribadinya semakin sempurna. Perilaku tersebut dapat diklasifikasi kedalam kategori kurang yang harus dihindari, rata-rata yang dapat dimanfaatkan untuk


mendukung perilaku unggulan, dan unggulan yang merupakan perilaku ideal.
1.      Perilaku kurang berindikator : apatis, tidak responsif, tidak menyimak, tegang, sarkastik, tidak tulus, mengagumi diri sendiri, mengecilkan kemampuan orang lain, mengancam, berupaya memanfaatkan orang lain, mau menang sendiri, dan tidak jujur. Perilaku ini sebaiknya dihindari.
2.      Perilaku rata-rata berindikator : sikap beradab, sopan, menjaga kontak mata, nada bicara yang enak, ramah/reseptif, menyimak, melibatkan diri dalam percakapan, cukup membantu, jujur, dan hormat kepada orang lain. Perilaku ini digunakan sebagai variasi perilaku unggulan.
3.      Perilaku unggulan berindikator: (1) bersemangat terhadap gagasan baru; (2) terlibat penuh selama berinteraksi; (3) secara tulus tertarik kepada objek kajian; (4) bersikap serius memperhatikan objek (topik bahaasan); (5) bersikap ingin mengetahui kebutuhan pembacanya atau pendengarnya; (6) berinisiatif untuk menolong orang lain dan melakukan lebih dari yang diharapkan; (7) bersedia membuka diri sehingga menghasilkan pertemuan antarpribadi antara  pembicara/penulis dan pendengar/pembaca, dan bukan transaksi; (8) mempunyai rasa humor dan tidak terlalu serius tentang diri sendiri sehingga orang lain dapat lebih mudah berhubungan; (9) responsif, bersegera menanggapi situasi secara cepat, dan menunjukkan empati yang tepat; (10) terbuka terhadap maksud, prioritas, dan keputusannya; (11) berkeinginan tulus untuk membuat orang lain senang, memenuhi kebutuhannya, dan menolong mengatasi masalahnya. (Bacon & Pugh, 2003: 139-142 dalam Madya “Etika dalam Forum Ilmiah,” 2006:8)

kecerdasan adalah kemampuan memanfaatkan potensi diri (pendidikan, pengalaman, pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan


lain-lain), potensi masyarakat (budaya, tradisi, adat, peradaban, tuntutan masyarakat, dan lain-lain), potensi alam (kekayaan alam,flora,fauna,iklim,bencana alam, dan lain lain.) potensi situasi terkini atau situasi yang sedang dihadapi (keadaan yang sedang berlangsung, kebutuhan pangan, tekhnologi, hubungan antarpribadi, dan lain lain) sehingga menghasilkan kreatifitas baru yang khas (unik) yang bermanfaat bagi dirinya dan kebutuhan masyarakat.dengan berbasis dan berpotensi potensi terssebut dapat dipastikan bahwa kreatifitas baru seseorang tidak pernah terhenti.
Kepribadian yang cerdas senantiasa dapat memanfaatkan berbagai situsi untuk menghasilkan kreatifitas baru. Sebagai ilustrasi indonesia yang memiliki jutaan aneka ragam makanan adat dari sabang sampai merauke (potensi masyarakat), ambilah contoh satu jenis makanan yang disukai masyarakat berbahan baku melimpah dan murah ( potensi alam), ciptakan kreatifitas yang sesuai dengan tuntunan manunsia modern akan makanan yang menyehatkan dan mencerdaskan (potensi situasi terkini),dan memanfaatkan potensi diri unntuk megolah menjadi makanan  internasional dengan menambah komposisi dan formula yang tepat (gizi misalnya protein dar tepung ikan, mineral dari sari sayuran, tampilan, cita rasa, kesegaran rasa, kesegaran visual, kemasan, dan lain lain) sehingga memenuhi tuntunan dunia karena menyehatkan dan mencerdaskan.
Komunikasi kreatifitas anda dengan bahasa ilmiah populer agar dapat dipahami oleh pengguna kreatifitas anda sesuai dengan potensi pemahaman pemakai produk kreatifitas anda.Kemampuan berkomunikasi yang bernuansa baik sekaligus menunjukan kecerdasan perlu memperhatikan aspek.



Bahasa Indonesia memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian bangsa. Fungsi tersebut menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia senantia berkepribadian, berprilaku dan berbudi khas Indonesia. Dampaknya, persatuan para pemuda yang terpisah-pisah dalam suatu organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan menyatakan tekatnya yang bulat untuk bersatu sebagai pemuda Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi nasional. Selain itu, fungsinya dalam komunikasi berkembang menjadi symbol kebersamaan, dorongan untuk bersatu, dan kepribadian pemakainya.
Kecerdasan yang didukung kepribadian yang tinggi memungkinkan setiap orang senantiasa menggali potensi yang ada disekitarnya dan mengembangkannya menjadi kreatifitas baru.
Kepribadian ada 2 macam yaitu:
1.      kepribadian yang baik artinya : bahwa perilakunya (ucapan, budibahasa, tindakan dan perbuatan) dapat diterima orang lain.
2.      Kepribadian yang cerdas artinya dapat memanfaatkan berbagai situasi untuk menghasilkan kreativitas baru.

B.     SARAN
Dengan adanya makalah ini kami mengharap kepada masyarakat di Indonesia khususnya dikalangan pelajar dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menciptanya kepribadian bangsa Indonesia dengan bahasa Indonesia  sesuia dengan  ungkapan sumpah pemuda.



Hs, widjono. 2012.Bahasa Indonesia : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Garmedia Widiasarana
Muslich, Masnur. 2012.Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi. Jakarta: Bumi Aksara
Alieva, n.f, et al. 1991. Bahasa Indonesia Deskripsi dan Teori. Yogyakarta: Kanisius


PERTANYANYAAN :
1.        Bagaimana cara mengefesienkan pengembangan bahasa Indonesia dibeberapa daerah? (Andre Suprianto kelompok 6)
2.        Teknik apakah yang telah dilakukan sesuait dengan visi dan misi bahasa Indonesia MPK? (Reza Dwi Satrio kelompok 9)

JAWABAN :
1.         Pemerintah sudah memberikan kewajiban kepada setiap pelajar untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Setelah itu pemerintah bisa juga melakukan pembinaan kepada masyarakat di daerah-daerah yang belum menggunakan bahasa Indonesia. Dan kita khususnya sebagai pelajar/mahasiswa yang sudah mempelajari bahasa Indonesia, kita bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari di daerah-daerah agar masyarakat di daerah bisa menggunakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari.
2.        Teknik yang telah diterapkan oleh pemerintah ialah sejak tahun 2002 bahasa Indonesia ditetapkan sebgai mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa di perguruan tinggi dalam kelompok mata kuliah  pengembangan kepribadian. Berdasarkan amanat amanat UUD 1945 bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, UU No. 20 tahun 2003 dan PP No. 19 tahun 2005 menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta dengan bobot 3 SKS. Secara operasional, SK Dikti No. 43 tahun 2006 mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembang kepribadian (MPK).



Komentar