JUDUL BAB : (BAB VII)SUMBER DAYA, TEKNOLOGI
DAN KELEMBAGAAN
MODIFIKATOR :
1.
Muhammad
Cholil (B1061151011)
2.
Ichtiary Tri Utami (B1061151012)
3.
Jessicha Pramuditha I (B1061151019)
4.
Evi Puspitasari (B1061151027)
5. Maswati (B1061151038)
|
MODIFIKATOR
|
ICHTIARY TRI
UTAMY
|
|
NASKAH ASLI
|
NASKAH
MODIFIKASI
|
|
7.1 Peranan Tabungan, Investasi dan Asuransi dalam Pembangunan
|
7.1 Peranan Tabungan, Investasi dan Asuransi dalam Pembangunan
|
|
Dalam perekonomian suatu
Negara,tabungan dan investasi merupakan indicator yang dapat menentukan
tingkat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang
termasuk di dalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, memiliki dana
yang cukup besar. Tetapi di sisi lain, usaha pengerahan sumber dana dalam
negeri untuk membiayai pembangunan menghadapi kendala dalam pembentukan modal
bauik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu ekspor barang dan jasa
ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui instrument pajak.
|
Dalam
perekonomian suatu Negara, tingkat pertumbuhan ekonomi ditentukan dari
beberapa indikator yaitu tabungan dan investasi. Pembangunan ekonomi di
negara-negara berkembang termasuk di dalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup
tinggi, memiliki dana yang cukup besar. Dalam pembangunan untuk menghadapi kendala
dalam pembentukan modal baik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu
ekspor barang dan jasa ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui
instrument pajak dibiayai oleh usaha pengerahan sumber dana dalam negeri.
|
|
Pengeluaran
konsumsi masyarakat merupakan salah satu variable makro ekonomi. Dalam
identitas pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran, variable ini
lazim dilambangkan dengan huruf C, ini dari kata consumption. Pengeluaran
konsumsi seseorang adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Bagian
pendapatan yang tidak dibelanjakan disebut tabungan, lazim dilambangkan
dengan huruf S, inisial dari kata saving. Apabila pengeluaran-pengeluaran
konsumsi semua orang dalam suatu Negara dijumlahkan, maka hasilnya adalah pengeluaran
konsumsi masyarakat Negara yang bersangkutan.
|
Pengeluaran
konsumsi masyarakat merupakan salah satu variable makro ekonomi. Dalam
identitas pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran, C (consumption)
melambangkan variable makro ekonomi. Pengeluaran konsumsi seseorang adalah
bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Pengeluaran konsumsi seseorang
adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Bagian pendapatan yang
tidak dibelanjakan disebut tabungan, S (saving) melambangkan tabungan. Pengeluaran
konsumsi masyarakat Negara yang bersangkutan adalah hasil dari menjumlahkan
pengeluaran-pengeluaran konsumsi semua orang
dalam suatu Negara.
|
|
Dilain
pihak jika tabungan semua orang di suatu Negara dijumlahkan, maka hasilnya
adalah tabungan masyarakat Negara tersebut. Selanjutnya, tabungan masyarakat
bersama-sama dengan tabungan pemerintah membentuk tabungan nasional. Yang
terakhir ini, tabungan nasional merupakan sumber dana investasi.
|
Jika
menjumlahkan tabungan semua orang di suatu Negara, maka hasilnya adalah
tabungan masyarakat Negara tersebut. Kemudian, tabungan masyarakat bersama
dengan tabungan pemerintah dibentuk tabungan nasional. Yang terakhir,
tabungan nasional merupakan sumber dana investasi.
|
|
Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan
pendapatannya. Secara makroagregat, pengeluaran konsumsi masyarakat
berbanding lurus dengan pendapatan nasional. Semakin besar pendapatan,
semakin besar pula penggeluaran konsumsi. Perilaku tabungan juga begitu.
Jadi, bila pendapatan bertambah, baik konsumsi maupun tabungan akan sama-sama
bertambah. Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap
tambahan pendapatan disebut hasrat marjinal untuk berkonsumsi ( marginal
propensity to consume, MPC ). Sedangkan nisbah besarnya tambahan tabungan terhadap
pendapatan dinamakan hasrat marjinal untuk menabung ( marginal propensity to
save, MPS ). Pada masyarakat yang kehidupan ekonominya relative belum mapan,
biasanya angka MPC mereka relative besar, sementara angka MPS mereka relative
kecil. Artinya, jika mereka memperoleh tambahan pendapatan, maka sebagian
besar tamabhan pendapatan itu akan teralokasikan untuk konsumsi. Hal
sebaliknya berlaku pada masyarakat yang kehidupan ekonominya sudah relative
lebih mapan.
|
Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan
pendapatannya. John Maynard Keynes menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi
masyarakat tergantung pada (berbanding lurus dengan) tingkat pendapatannya.
Semakin besar pendapatan, semakin besar pula pengeluaran konsumsi. Begitu
pula dengan perilaku tabungan. Jadi, bila pendapatan bertambah, baik konsumsi
maupun tabungan akan bertambah pula. Yang disebut hasrat marjinal untuk
berkonsumsi (MPC) ialah perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi
terhadap tambahan pendapatan. Sedangkan yang disebut dengan hasrat marjinal
untuk menabung (MPS) ialah nisbah besarnya tambahan tabungan terhadap
pendapatan. Apabila angka MPC relative besar, sedangkan angka MPS relative
kecil, maka kehidupan perekonomian suatu masyarakat tersebut termasuk belum
mapan. Artinya, jika mereka memperoleh tambahan pendapatan, maka sebagian
besar pendapatan tersebut mereka gunakan untuk konsumsi. Berbeda pula
perilaku masyarakat yang kehidupan perekonomiannya relative lebih mapan.
|
|
Tenaga beli seseorang tergantung atas dua unsure pokok
yaitu pendapatan yang dibelanjakan dan harga barang yang diperlukan atau
dikehendaki. Apabila jumlah pendapatan yang dapat dibelanjakan oleh seseorang
berubah maka jumlah barang yang diminta juga akan berubah. Demikian pula
halnya harga barang yang dikehendaki juga berubah. Secara matematis pengaruh
perubahan harga dan pendapatan bersama-sama terhadap jumlah barang yang
diminta dapat diketahui secara serentak.
|
Dua indicator yang menjadi unsur pokok tenaga beli
seseorang dapat dilihat dari pendapatan yang dibelanjakan dan harga barang
yang diperlukan atau dikehendaki. Apabila jumlah pendapatan yang dapat
dibelanjakan oleh seseorang berubah maka jumlah barang yang diminta juga akan
berubah. Demikian pula halnya harga barang yang dikehendaki juga berubah.
Secara matematis pengaruh perubahan harga dan pendapatan bersama-sama
terhadap jumlah barang yang diminta dapat diketahui secara serentak.
|
|
Krisis ekonomi Indonesia yang melanda Indonesia pada
pertengahan tahun 1997 yang kemudian menjadi krisis multidimensi berdampak
kondisi Indonesia secara umum tidak hanya terhadap sector ekonomi saja. Nilai
tukar rupiah yang terdepresiasi sangat tajam, inflasi yang tinggi, menurunnya
kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia, merupakan beberapa
akibat dari krisis ekonomi tersebut.
Lambat laun, dengan beberapa kali perubahan struktur politik dan penerapan
kebijakan-kebjakan oleh pemerintah, kondisi Indonesia menunjukan perubahan
yang lebih baik dan kondisi perekonomian yang stabil.
|
Akibat dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada
pertengahan tahun 1997 tidak hanya berdampak pada sector ekonomi saja. Namun
terjadi juga pada nilai tukar rupiah yang menurun atau meningkat sangat
tajam, inflasi yang tinggi, dan menurunnya kepercayaan investor untuk
berinvestasi di Indonesia. Yang kemudian krisis ini menjadi krisis
multidimensi. Dengan beberapa kali perubahan struktur politik dan penerapan
kebijakan-kebjakan oleh pemerintah, kondisi Indonesia menunjukan perubahan
yang lebih baik dan kondisi perekonomian yang stabil.
|
|
Di indonesia untuk membiayai pembangunan nasional yang
mencakup investasi domestic, sumber dananya dapat besumber dari tabungan
nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya jumlah dana
serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan tabungan
nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.
|
Biaya yang digunakan dalam pembangunan nasional di
Indonesia yang mencakup investasi domestic, sumber dananya dapat bersumber
dari tabungan nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya
jumlah dana serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan
tabungan nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.
|
|
Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya telah
mengenalkan pendekatan ‘dua-jurang’ pada pembangunan ekonomi. Dasar
pemikirannya, ‘jurang tabungan dan ‘jurang devisa’ merupakan dua kendala yang
terpisah dan berdiri sendiri pada pencapaian target tingkat pertumbuhan di
Negara berkembang. Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara
untuk menutupi kedua jurang tersebut dalam rangka mencapai laju pertumbuhan
ekonomi yang di targetkan. Sumitro menjelaskan bahwa kekurangan didalam
perimbangan antara tabungan nasional dan investasi harus di tutup dengan
pemasukan modal dari luar yang berasal dari tabungan oleh kalangan luar
negeri.
|
Pendekatan ‘dua-jurang pada pembangunan ekonomi
dikenalkan oleh Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya. Dimana dasar
pemikirannya, ‘jurang tabungan’ dan ‘jurang devisa’ merupakan dua kendala
yang terpisah dan berdiri sendiri pada pencapain target tingkat pertumbuhan
di Negara berkembang. Dalam rangka mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang
ditargetkan Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara untuk
menutupi kedua jurang tersebut. Sumitro menjelaskan bahwa kekurangan didalam
perimbangan antara tabungan nasional dan investasi harus di tutup dengan
pemasukan modal dari luar yang berasal dari tabungan oleh kalangan luar
negeri.
|
|
Akan tetapi Hutang luar negeri membawa dampak langsung
dan dampak total yang negatif terhadap tabungan domestik. Selain itu
penggunaan bantuan luar negeri tidak efektif dalam menopang proses
pembangunan. Hal ini ditandai dengan pengaruhnya tabungan domestik dengan
menjadi substitusi atas tabungan domestic itu sendiri sehingga keberadaaan
tabungan domestik menjadi tidak efektif dalam pembiayaan pembangunan. Utang
luar negeri tampaknya masih akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
ekonomi Indonesia untuk jangka waktu yang lama. Masalah-masalah yang
menyebabkan mengelembungnya utang luar negeri, seperti besarnya utang yang
disepakati current account yang terus menjadi defisit dankebutuhan dana untuk
membangun yang besar membuat hutang luar negeri tidak dapat dihindari. Namun
demikian, perlu adanya optimisme untuk mengatasi masalah utang luar negeri
dan dampak negatifnya.
|
Dampak yang dibawa hutang luar negeri ialah dampak
langsung dan dampak total yang negative terhadap tabungan domestic.
Penggunaan bantuan luar negeri juga tidak efektif dalam menopang proses
pembangunan. Tandanya ialah dengan pengaruhnya tabungan domestic dengan
menjadi substitusi atas tabungan domestic itu sendiri sehingga keberadaannya
menjadi tidak efektif dalam pembiyaan pembangunan. Dalam ekonomi di Indonesia
kegiatan utang luar negeri tampaknya tidak dapat terpisahkan dalam jangka
waktu yang lama. Masalah-masalah yang menyebabkan mengelembungnya utang luar
negeri, seperti besarnya utang yang disepakati current account yang terus
menjadi defisit dankebutuhan dana untuk membangun yang besar membuat hutang
luar negeri tidak dapat dihindari. Namun, dibutuhkan optimism untuk mengatasi
masalah utang luar negeri dan dampak negatifnya.
|
|
7.1.1 Pengertian
Tabungan
|
7.1.1 Pengertian
Tabungan
|
|
Tabungan sendiri dapat didefinisikan sebagai bagian
dari pendapatan yang tidak dibelanjakan atau digunakan untuk konsumsi .
Sedangkan tabungan nasional adalah pendapatan total dalam perekonomian yang
tersisa setelah dipakai. Tabungan swasta terdiri atas tabungan, yaitu
tabungan perusahaan ( corporate saving ) dan tabungan rumah tangga (household
saving ). Di Negara-negara berkembang, tabungan swasta domestik mempunyai
peranan yang besar dalam mendukung pembentukan modal, dimana utamanya berasal
dari tabungan rumah tangga, selain dari tabungan perusahaan. Tabungan pada
umumnya mempunyai peranan lebih kecil di Negara berkembang ditambah hukum
yang lemah sehingga tidak kondusif untuk dunia usaha.
|
Menurut Undang-undang perbankan No. 10 tahun 1998
tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut
syarat-syarat tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek, bilkyet giro, atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
(Kasmir, SE., MM. : 2002:84). Selain itu, tabungan juga didefinisikan sebagai
pendapatan suatu masyarakat yang tidak dibelanjakan dan hanya disimpan
sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek.
Sedangkan tabungan nasional adalah pendapatan total dalam perekonomian yang
tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Tabungan
swasta terdiri atas tabungan, yaitu tabungan perusahaan ( corporate saving )
dan tabungan rumah tangga (household saving ). Di Negara-negara berkembang,
tabungan swasta domestik mempunyai peranan yang besar dalam mendukung
pembentukan modal, dimana utamanya berasal dari tabungan rumah tangga, selain
dari tabungan perusahaan. Tabungan pada umumnya mempunyai peranan lebih kecil
di Negara berkembang ditambah hukum yang lemah sehingga tidak kondusif untuk
dunia usaha.
|
|
Dengan adanya tabungan memungkinkan terjadinya
penanaman modal, dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi
perekonomian. Proses pembentukan modal ini berjalan melalui tingkatan ; (1)
kenaikan volume tabungan nyata yang langsung tergantung kepada kemauan dan
kemampuan dan untuk menabung, (2) keberadaan lembaga kredit dan keuangan
untuk menggalakan dan menyalurkan tabungan, (3) penggunaan tabungan untuk
tujuan investasi dalam barang-barang modal oleh perusahaan.
|
Dengan memiliki tabungan memungkinkan terjadinya
penanaman modal, dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi
perekonomian. Proses pembentukan modal ini berjalan melalui tingkatan ;
1. Kenaikan volume
tabungan nyata yang langsung tergantung kepada kemauan dan kemampuan dan
untuk menabung.
2. Keberadaan lembaga kredit dan keuangan untuk menggalakan
dan menyalurkan tabungan
3. Penggunaan tabungan untuk tujuan investasi dalam
barang-barang modal oleh perusahaan.
|
|
7.1.2 Peran
Tabungan Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia.
|
7.1.2 Peran
Tabungan Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia.
|
|
Mengikuti kerangka berpikir dari model Harrod – Domar,
di dalam suatu ekonomi tertutup ( tanpa sektor luar negeri ) dalam kondisi
full employment, dan tanpa mobilitas capital, tabungan menjadi sangat penting
bagi pertumbuhan ekonomi, yang mekanismenya lewat pertumbuhan investasi. Oleh
karena itu investasi dapat dikatakan sebagai fungsi dari tabungan I = f (S) .
Semakin tinggi tingkat tabungan yang dapat diciptakan semakin besar kemampuan
Negara untuk melakukan investasi. Selanjutnya, peningkatan investasi menambah
lebih banyak lagi capital dan lewat proses multiplier menghasilkan laju
pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita yang lebih tinggi.
Dengan rasio S/Y tetap tidak berubah. Peningkatan pendapatan menambah
kemampuan masyarakat untuk menabung dan seterusnya.
|
Dilihat dari kerangka berpikir dari model Harrod-Domar,
di dalam suatu ekonomi tertutup (tanpa sector luar negeri) dalam kondisi full
employment, dan tanpa mobilitas capital, tabungan menjadi sangat penting bagi
pertumbuhan ekonomi, yang mekanismenya lewat pertumbuhan investasi. Oleh
karena itu investasi dapat dikatakan sebagai fungsi dari tabungan I = f (S) .
Semakin tinggi tingkat tabungan yang dapat diciptakan semakin besar kemampuan
Negara untuk melakukan investasi. Selanjutnya, peningkatan investasi menambah
lebih banyak lagi capital dan lewat proses multiplier menghasilkan laju
pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita yang lebih tinggi.
Dengan rasio S/Y tetap tidak berubah. Peningkatan pendapatan menambah kemampuan
masyarakat untuk menabung dan seterusnya.
|
|
Namun studi-studi empiris yang ada menunjukan adanya
hubungan postif antara tabungan dan investasi. Hal ini didasarkan kepada
beberapa alasan. Pertama peningkatan produktivitas dan shocks lainnya
memberikan efek yang sama terhadap tabungan dan investasi yang diinginkan.
Sekalipundalam kondisi dimana mobilitas capital antar Negara sempurna. Kedua
peningkatan tabungan dosmetik akan membuat dosmetik akan membuat investasi
meningkat. Ketiga melindungi sumber pajak domestic dan neraca pembayaran luar
negeri ( Balance Of Payment = BOP )sehingga mengurangi kemungkinan deficit
BOP. Terakhir biaya transaksi yang tinggi untuk membeli sekuritas dan
investasi di luar negeri. Risiko perubahan nilai tukar, dan keterbatasan informasi
antar Negara mengenai investasi membuat tabungan dosmetik tidak begitu saja
lari ke luar negeri untuk maksud investasi.
|
Dalam studi empiris menunjukkan adanya hubungan positif
antara tabungan dan investasi, berikut beberapa alaannya. Pertama peningkatan
produktivitas dan shocks lainnya memberikan efek yang sama terhadap tabungan
dan investasi yang diinginkan. Sekalipundalam kondisi dimana mobilitas
capital antar Negara sempurna. Kedua peningkatan tabungan dosmetik akan
membuat dosmetik akan membuat investasi meningkat. Ketiga melindungi sumber
pajak domestic dan neraca pembayaran luar negeri ( Balance Of Payment = BOP
)sehingga mengurangi kemungkinan deficit BOP. Terakhir biaya transaksi yang
tinggi untuk membeli sekuritas dan investasi di luar negeri. Risiko perubahan
nilai tukar, dan keterbatasan informasi antar Negara mengenai investasi
membuat tabungan dosmetik tidak begitu saja lari ke luar negeri untuk maksud
investasi.
|
|
Hubungan antara pertumbuhan GDP dan tingkat tabungan
tidak hanya positif tetapi juga signifikan. Dengan kemajuan teknologi dan
akumulasi SDM( human capital )pertumbuhan ekonomi secara permanen. Tabungan
dan pendapatan mempunyai hubungan dua arah ( casual link ) : pendapatan
meningkat ⇒
tabungan meningkat ⇒ pertumbuhan ekonomi ⇒ pendapatan meningkat.
|
Hubungan antara pertumbuhan GDP dan tingkat tabungan
tidak hanya positif tetapi juga signifikan. Dengan kemajuan teknologi dan
akumulasi SDM (human capital) pertumbuhan ekonomi akan berkembang secara
permanen. Tabungan dan pendapatan mempunyai hubungan dua arah ( casual link )
: pendapatan meningkat ⇒
tabungan meningkat ⇒ pertumbuhan ekonomi ⇒ pendapatan meningkat.
|
|
7.1.3 Pengaruh
Tabungan Terhadap Pertumbuhan.
|
7.1.3 Pengaruh
Tabungan Terhadap Pertumbuhan.
|
|
Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah
determinan penting dari persediaan modal pada kondisi steady-state. Dengan
kata lain, jika tingkat tabungan tinggi, maka perekonomian akan mempunyai
persediaan modal yang besar dan tingkat ouput yang tinggi, serta sebaliknya.
Dasar dari model Solow inilah yang kemudian banyak dikaitkan dengan kebijakan
fiskal. Defisit anggaran yang terjadi terus-menerus dapat mengurangi tabungan
nasional dan menyusutkan kemampuan berinvestasi. Konsekuensi dalam jangka
panjang, yakni rendahnya persediaan modal dan pendapatan nasional.
|
Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah
determinan penting dari persediaan modal pada kondisi mapan. Jika tingkat
tabungan tinggi, perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan
tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan
memiliki persediaan modal yang kecil dan tingkat output yang rendah. Dasar
dari model Solow inilah yang kemudian banyak dikaitkan dengan kebijakan
fiskal. Defisit anggaran yang terjadi terus-menerus dapat mengurangi tabungan
nasional dan menyusutkan kemampuan berinvestasi. Konsekuensi dalam jangka
panjang, yakni rendahnya persediaan modal dan pendapatan nasional.
|
|
Dalam kaitannya dengan tingkat pertumbuhan, menurut
Solow, tingkat tabungan yang lebih tinggi hanya akan meningkatkan pertumbuhan
untuk sementara sampai perekonomian mencapai kondisi steady-state baru yang lebih tinggi dari
sebelumnya. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan yang tinggi,
maka hal itu hanya akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan
tingkat output yang tinggi tanpa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang
tinggi.
|
Pandangan model Solow tentang hubungan diantara
tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke
pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya
sementara kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan
sampai perekonomian mencapai kondisimapan baru. Jika perekonomian
mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan memoertahankan
persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak
mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi
selamanya. (Mankiw, 2003).
|
|
7.1.4 Peranan
Investasi Dan Penanaman Modal Dalam Negeri.
|
7.1.4 Peranan
Investasi Dan Penanaman Modal Dalam Negeri.
|
|
Pertumbuhan ekonomi adalah bagian penting dari pembangunan sebuah
negara, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu
negara itu mampu secara finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akan
terlihat tanpa adanya hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang
dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi,
begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara
tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini, pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam
sistem ekonomi suatu negara.
|
Menurut Sukirno (2000) pertumbuhan ekonomi berarti
perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa
yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat
meningkat. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses
kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya
hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di
bidang ekonomi, begitu juga tanpa
pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan
sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini,
pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi suatu
negara.
|
|
Begitu juga
dengan pengalaman Indonesia dalam
beberapa tahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis ekonomi
pada tahun 1998. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomi yang terbangun selama dekade sebelumnya
tetapi juga aspek lain seperti politik,
hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya
tidak mengijinkan kita memilih atas
kehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini menandakan bahwa posisi tawar
kita tidak menguntungkan baik secara
internal maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan
dukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah
hancur dan mempertahankan yang masih ada. Sejumlah pemikiran untuk perbaikan pun sudah digulirkan, sampai
akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikan sebagian hak dan
wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial internasional dan sejumlah
negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?.
|
Pengalaman Indonesia dalam terjadinya krisis ekonomi
pada tahun 1998. Dalam kondisi tersebut tidak hanya merusak system ekonomi
yang terbangun selama decade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti politik, hukum, dan pemerintahan. Kita
dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya tidak mengijinkan kita memilih atas kehendak dan
keinginan sendiri. Kondisi ini menandakan bahwa posisi tawar kita tidak
menguntungkan baik secara internal
maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan dukungan
finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan
mempertahankan yang masih ada. Sejumlah pemikiran untuk perbaikan pun sudah digulirkan, sampai
akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikan sebagian hak dan
wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial internasional dan sejumlah
negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?.
|
|
Dalam kaitannya dengan tingkat pertumbuhan, menurut
Solow, tingkat tabungan yang lebih tinggi hanya akan meningkatkan pertumbuhan
untuk sementara sampai perekonomian mencapai kondisi steady-state baru yang lebih tinggi dari
sebelumnya. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan yang tinggi,
maka hal itu hanya akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan
tingkat output yang tinggi tanpa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang
tinggi.
|
Pandangan model Solow tentang hubungan diantara
tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke
pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya
sementara kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan
sampai perekonomian mencapai kondisimapan baru. Jika perekonomian
mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan memoertahankan
persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak
mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
|
|
Sederhana, Indonesia memerlukan „dana baru‟ dalam
bentuk investasi. Mengapa harus
investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak
mempunyai„saving‟ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh
karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga
finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai
menanamkan modalnya di Indonesia. Lantas, bila sejumlah dana sudah bisa ditarik masuk ke dalam dan kepercayaan
terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih, apakah hal itu sudah menjadi
bukti bahwa kita sudah berada pada
level yang aman? atau apakah status sebagai negara miskin/terbelakang sudah
lepas dari kita? ternyata tidak demikian, karena sejumlah konsep mengatakan
bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana
yang terserap, peningkatan GDP, atau
kurs mata uang yang menguat, tetapi perubahan kehidupan masyarakatnya. Hal
ini pun tidak bisa dinafikan.
|
Sederhana, Indonesia memerlukan „dana baru‟ dalam
bentuk investasi. Mengapa harus
investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak
mempunyai„saving‟ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh
karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga
finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai
menanamkan modalnya di Indonesia. Lantas, bila sejumlah dana sudah bisa ditarik masuk ke dalam dan kepercayaan
terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih, apakah hal itu sudah menjadi
bukti bahwa kita sudah berada pada
level yang aman? atau apakah status sebagai negara miskin/terbelakang sudah
lepas dari kita? ternyata tidak demikian, karena sejumlah konsep mengatakan
bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana
yang terserap, peningkatan GDP, atau
kurs mata uang yang menguat, tetapi perubahan kehidupan masyarakatnya. Hal
ini pun tidak bisa dinafikan.
|
|
Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi
terhadap kelanjutan pembangunan
dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
sangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah proyek infrastruktur membutuhkan dukungan
dana yang besar, bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur
bidang sosial dan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiil
pun dibutuhkan, di semua level pemerintahan pusat dan daerah, serta di semua
level masyarakat kota dan pedesaan.
|
Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi
terhadap kelanjutan pembangunan
dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
sangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah proyek infrastruktur membutuhkan dukungan
dana yang besar, bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur
bidang sosial dan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiil
pun dibutuhkan, di semua level pemerintahan pusat dan daerah, serta di semua
level masyarakat kota dan pedesaan.
|
|
Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan dan
perbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yang masuk tetapi
juga kesiapan/kualitas internal. Peran
pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting, „nilai jual‟
daerah terhadap investor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional.
Kondisi yang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah, manajemen pelayanan,
kualitas masyarakat, fasilitas dan kemudahan yang diberikan, serta stabilitas
politik dan penegakan hukum. Sinkronisasi arah dan kehendak dari pemerintah pusat dan daerah pun mutlak
diperlukan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidak bisa
dikesampingkan begitu saja, sebaliknya peran pemerintah pusat pun sebagai koordinasi sentral pun perlu
ditegaskan kembali.
|
Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan dan
perbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yang masuk tetapi
juga kesiapan/kualitas internal. Peran
pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting, „nilai jual‟
daerah terhadap investor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional.
Kondisi yang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah, manajemen pelayanan,
kualitas masyarakat, fasilitas dan kemudahan yang diberikan, serta stabilitas
politik dan penegakan hukum. Sinkronisasi arah dan kehendak dari pemerintah pusat dan daerah pun mutlak
diperlukan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidak bisa
dikesampingkan begitu saja, sebaliknya peran pemerintah pusat pun sebagai koordinasi sentral pun perlu
ditegaskan kembali.
|
|
Berdasarkan hal-hal diatas perlu
kiranya untuk menyimak kembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan
oleh pemerintah selama ini, berkaitan dengan tujuan perbaikan dan perubahan perekonomian Indonesia beserta
sejumlah permasalahan yang mengikutinya.
|
Meninjau kembali kondisi
kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintah selama ini, berkaitan
dengan tujuan perbaikan dan perubahan
perekonomian Indonesia beserta sejumlah permasalahan yang mengikutinya.
|
|
Peranan Penanaman Modal Asing,
peran modal asing dalam perekonomian atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini
masih diperdebatkan, baik mengenai intensitas maupun arahnya. Menurut Michael
F. Todaro (1994) terdapat dua kelompok pandangan mengenai modal asing.
Pertama, kelompok yang mendukung modal asing, mereka memandang modal asing
sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan, devisa, penerimaan
pemerintah, keterampilan manajerial, serta untuk mencapai tingkat
pertumbuhan. Kedua, kelompok yang menentang modal asing dengan perusahaan multi nasionalnya, berpendapat
bahwa modal asing cenderung menurunkan tingkat tabungan dan investasi
domestik.
|
Terdapat dua kelompok asumsi mengenai modal asing
Peran modal asing dalam perekonomian atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini
masih diperdebatkan, baik mengenai intensitas maupun ( Michael F. Todaro,
1994)
1) Kelompok yang mendukung modal asing,
mereka memandang modal asing sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan
tabungan, devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial, serta untuk
mencapai tingkat pertumbuhan.
2) Kelompok yang menentang modal asing
dengan perusahaan multi nasionalnya,
berpendapat bahwa modal asing cenderung menurunkan tingkat tabungan dan
investasi domestik.
|
|
Selama Pembangunan Jangka Panjang
I (PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk
mempercepat laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama
periode tersebut, pembayaran kembali kewajiban yang terkait dengan utang luar
negeri belum diaggap beban bagi perekonomian nasional karena sebagian besar
kewajiban pembayaran utang masih
terdiri dari pembayaran bunga pinjaman saja.
|
Selama Pembangunan Jangka Panjang
I (PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk mempercepat
laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama periode tersebut,
pembayaran kewajiban yang terkait dengan utang luar negeri belum diaggap
beban. Karena pembayaran utang masih terdiri dari pembayaran bunga pinjaman
saja.
|
|
MODIFIKATOR
|
MASWATI
|
|
NASKAH
ASLI
|
NASKAH
MODIFIKASI
|
|
Sejak 1990, cicilan pokok pinjaman sudah mulai harus dibayar,
tapi tabungan domestik masih belum memadai, akibatnya total kewajiban menjadi
lebih besar dari pinjaman baru. Dengan kata lain, sejak saat itu sudah terjadi
transfer negatif modal neto (net negatif resources transfer). Transfer
negatif modal neto tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam
negeri dan pengetatan pengeluaran
pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai pembangunan
prasarana dan investasi sosial menjadi semakin terbatas (Arryman, 1999).
|
Sejak 1990, tabungan domestik
masih belum memadai, sedangkan cicilan pokok pinjaman sudah mulai harus
dibayar, dan menyebabkan total kewajiban menjadi lebih besar dari pinjaman
baru. Dan sejak saat itu terjadilah transfer negatif modal neto (net negatif
resources transfer). Menurut Arryman, 1999. Transfer negatif modal neto
tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam negeri dan pengetatan
pengeluaran pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai
pembangunan prasarana dan investasi sosial menjadi terbatas.
|
|
Sebagaimana halnya dengan utang
luar negeri, penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio merupakan salah satu sumber
pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman modal
asing, baik penanaman modal langsung maupun investasi portofolio diarahkan
untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan
pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Peran penanaman modal asing dirasa semakin
penting melihat kenyataan bahwa jumlah utang luar negeri Indonesia mengalami
peningkatan yang signifikan. Pada masa orde baru, modal asing khususnya utang
luar negeri, secara faktual ditempatkan sebagai sumber tambahan. Kenyataan
inilah yang menyebabkan bahaya tersembunyi, yang secara inhern melekat pada
pola pembangunan yang didorong modal asing. Apabila posisi ketergantungan
semakin besar, semakin besar pula resiko terkait yang harus dihadapi oleh
sistem ekonomi global dalam bentuk ketergantungan terhadap modal asing,
khususnya utang luar negeri (Rachbini, 1995).
|
Penanaman modal asing (PMA) dan
investasi portofolio merupakan salah satu sumber biaya pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana halnya dengan hutang luar negeri.
Penanaman modal asing, baik lansung maupun investasi portofolio diarahkan
untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan
pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Dilihat dari jumlah utang
luar negeri Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, peran penanaman
modal asing dirasa semakin penting. Modal asing khususnya utang luar negeri,
secara faktual ditempatkan sebagai sumber tambahan pada masa orde baru.
inilah yang menyebabkan bahaya tersembunyi, yang secara inhern melekat pada
pola pembangunan yang didorong modal asing. Menurut (Rachbini, 1996) akan
semakin besar resiko yang harus dihadapi oleh sistem ekonomi global dalam
bentuk ketergantungan terhadap modal asing, khususnya utang luar negeri
apabila posisi ketergantungan semakin besar.
|
|
Investasi, investasi adalah
penanaman modal untuk biasanya berjangka panjang dengan harapan mendapatkan
keuntungan di masa yang akan datang sebagai kompensasi secara profesional atas penundaan konsumsi, dampak
inflasi dan resiko yang ditanggung. Keputusan investasi dapat dilakukan
individu, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan
yield. Alasan seorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan
kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta untuk menghindari
merosotnya nilai kekayaan yang dimiliki.
|
Investasi adalah penanaman modal
yang biasanya berjangka panjang, atau bisa juga diartikan sebagai konsumsi
yang ditunda dengan mengharap keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi
ini dapat dilakukan oleh individu dan atau oleh pemerintah / instansi
lainnya, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan
yield. Tujuan atau sebab dari seseorang investor melakukan investasi adalah
untuk mendapatkan kebahagiaan di masa yang akan datang dan juga menghindari
berkurangnya nilai kekayaan yang dimiliki sejak awal.
|
|
Peranan modal dalam meningkatkan
PNB (Pendapatan Nasional Bruto),
penanaman modal adalah kegiatan yang dilakukan penanam modal yang
berhubungan dengan keuangan dan ekonomi dengan harapan untuk mendapatkan
keuntungan di masa depan. Penanaman modal berperan sebagai sarana investasi
yang melibatkan seluruh potensi masyarakat, baik yang berada di dalam negeri
maupun luar negeri dengan cara
berinvestasi/penanaman modal dalam negeri dan modal itu dapat berupa
modal sendiri ataupun modal bersama. Selain itu, penanaman modal juga
berperan sebagai sarana untuk mengukur pembangunan suatu Negara dan juga
pendapatan nasional bruto. Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu
angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran,
ataupun pendapatan yang dihasilkan
dari semua pelaku atau sektor ekonomi dari suatu Negara dalam kurun waktu
tertentu.
|
Peranan modal dalam meningkatkan
PNB (Pendapatan Nasional Bruto), penanaman modal adalah kegiatan yang
berhubungan dengan keuangan dan ekonomi dengan harapan mendapat keuntungan di
masa depan. Dengan cara berinvestasi/penanaman modal dalam negeri maupun dan
modal itu dapat berupa modal sendiri ataupun bersama, penanaman modal
berperan sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi masyarakat,
baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Penanaman modal juga
berperan sebagai sarana pengukur pembangunan suatu Negara dan juga pendapatan
nasional bruto. PNB dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang
menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang
dihasilkan dari semua pelaku atau sektror ekonomi dari suatu negara dalam
kurun waktu tertentu.
|
|
Pendapatan nasional sering
digunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal menentukan laju tingkat
perkembangan atau pertumbuhan perekonomian, mengukur keberhasilan suatu Negara dalam mencapai tujuan pembangunan
ekonominya, serta membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena
itu, penanaman modal tersebut sangat berperan penting dalam meningkatkan
Produk Nasional Bruto (PNB) karena semakin besar investasi yang dilakukan di
suatu Negara maka tingkat PNB Negara
tersebut juga akan semakin baik yang menggambarkan semakin baik pula tingkat
kesehatan ekonomi suatu negara.
|
Yang sering digunakan sebagai
indikator ekonomi untuk mengukur keberhasilan suatu Negara dalam mencapai
tujuan pembangunan ekonomi dan untuk menentukan laju tingkat perkembangan
atau pertumbuhan perekonomian, serta untuk membandingkan tingkat
kesejahteraan masyarakat adalah dengan menggunakan pendapatan nasional.
Semakin besar investasi yang dilakukan di suatau Negara maka tingkat PNB
Negara tersebut juga akan semakin baik dan semakin baik pula tingkat
kesehatan ekonomi suatu negara, inilah alasan mengapa penanaman modal
tersebut sangat berperan penting dalam meningkatkan Produk Nasional Bruto
(PNB).
|
|
Penanaman Modal Dalam Negeri,
Peranan modal dalam negeri sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Negara.
Melihat perekonomian Indonesia masih
rendah akibat krisis yang melanda membuat pemerintah terdorong untuk mencari sumber-sumber pembiayaan
pembangunan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.
|
penanaman Modal dalam Negeri, ini
sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Negara. Karena ekonomi Indonesia
masih rendah yang disebabkan oleh beberapa masalah ekonomi, seperti krisis
ekonomi, maka pemerintah diharuskan agar bisa mencari banyak sumber
pembiayaan untuk menjadikan ekonomi Indonesia lebih baik lagi, yang mana
pembiayaan itu dapat berasal dari dalam dan luar negeri.
|
|
Kedudukan penanaman modal dalam
negeri yang terpenting adalah pendapatan nasional karena dapat memanfaatkan
kekayaan yang dimiliki oleh pihak
Negara. Fungsi serta kedududukannya juga sangat penting karena
merupakan asset Negara untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan Negara.
Fungsinya adalah untuk pengumpulan,
pengelolaan, perencanaan dan perumusan kebijakan teknis bidang
penanaman modal. Perkembangan modal dalam negeri belum berkembang padahal
kekayaan alam yang dimiliki begitu
melimpah tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal, dengan memanfaaatkan
kekayaan alam pemerintah dapat melakukan suatu bidang usaha atau semacamnya yang
dapat meningkatkan pendapatan nasional dengan cara penggabungan faktor-faktor
produksi. Namun sayangnya, pada
kenyataannya pemerintah lebih banyak menggunakan modal asing. Penanaman modal
dalam negeri memberikan peranan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara
sedang berkembang, hal ini terjadi dalam berbagai bentuk. Modal Investasi
mampu mengurangi kekurangan tabungan dan melalui pemasukan peralatan modal
dan bahan mentah, dengan demikian menaikkan laju pemasukan modal. Selain itu
tabungan dan investasi yang rendah mencerminkan kurangnya modal di negara
keterbelakangan teknologi. Bersamaan dengan modal uang dan modal fisik, modal
Investasi yang membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman
organisasi, informasi pasar, teknik-tekink
produksi maju, pembaharuan produk dan lain-lain. Selain itu juga
melatih tenaga kerja setempat pada keahlian baru. Semua ini pada akhirnya
akan mempercepat pembangunan ekonomi Negara terbelakang.
|
Kedudukan penanaman modal dalam
negeri yang terpenting adalah pendapatan nasional karena dapat memanfaatkan
kekayaan yang dimiliki oleh pihak Negara. Fungsi dan kedudukannya juga sangat
penting untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan Negara karena merupakan
asset Negara. Fungsinya yaitu, untuk pengumpulan, pengelolaan, perencanaan,
dan perumusan kebijakan teknis bidang penanaman modal. Kekayaan alam yang
dimiliki begitu melimpah tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik, ini
menyebabkan penanaman modal dalam negeri belum berkembang. Padahal, dengan
memanfaatkan kekayaan alam tersebut pemerintah dapat melakukan suatu bidang
usaha atau lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan nasional melalui
penggabungan faktor-faktor produksi. Namun pada kenyataanya pemerintah lebih
banyak menggunakan modal asing. Penanaman modal dalam negeri memberikan
peranan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, ini
terjadi dalam berbagai bentuk. Melalui pemasukan peralatan modal dan bahan
mentah, modal investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan, dengan demikian
akan menaikkan laju pemasukan modal. Kurangnya modal di negara
keterbelakangan teknologi dicerminkan oleh tabungan dan investasi yang
rendah. Bersamaan dengan modal uang dan modal fisik, modal investasi yang
membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman organisasi,
informasi pasar, teknik-tennik produksi maju, pembaharuan produk dan
lain-lain. Dan melatih tenaga kerja setempat pada keahlian baru. dan pada
akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi Negara belakang.
|
|
7.1.5 Penanaman Modal Asing
|
7.1.5 Penanaman Modal Asing
|
|
Modal asing merupakan salah satu
sumber yang menjadi sasaran pemerintah untuk membantu proses pertumbuhan
ekonomi di Indonesia dan juga merupakan kekayaan devisa Negara. Modal asing juga sebagai pengisi
kesenjangan antara persediaan tabungan devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan
manajerial serta untuk mencapai pertumbuhan.
|
Modal asing adalah kegiatan
menanam modal untuk melakukan usaha diwilayah negara Republik Indonesia yang
dilakukan oleh penanaman modal asing. Dan juga merupakan salah satu sumber
yang menjadi sasaran pemerintah untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia
dan termasuk kedalam kekayaan devisa negara. Modal asing juga berguna sebagai
pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan devisa, penerimaan pemerintah,
keterampilan manajerial dan untuk mencapai pertumbuhan.
|
|
Menurut Husnan (1996:5)
menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk
menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil
untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Dan menurut Boediono Investasi adalah
pengeluaran oleh sektor produsen untuk pembelian barang dan jasa untuk
menambah stok yang digunakan atau untuk perluasan pabrik. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa investasi itu adalah sebuah keputusan untuk menunda
konsumsi sumber daya atau bagian
penghasilan demi meningkatkan kemampuan menambah /menciptakan nilai
hidup (penghasilan dan atau kekayaan) dimasa mendatang.
|
(Husnan, 1996:5) “proyek
investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya,
untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang, baik proyek raksasa atau
proyek kecil” . Menurut Sukirno (1994;107) investasi adalah pengeluaran atau
pembelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli
barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah
kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam
perekonomian. Dan dapat disimpulkan bahwa investasi adalah keputusan untuk
menunda konsumsi sumber daya atau bagian penghasilan demi meningkatkan
kemampuan menambah/menciptakan nilai hidup dimasa mendatang.
|
|
Dan perlu diperhatikan bahwa
menurut “sadono sukirno (2000) kegiatan investasi memungkinkan suatu
masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja,
meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat”.
Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi yaitu
Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga
kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional
dan kesempatan kerja, Pertambahan
barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi
dan Investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Bentuk-Bentuk
Investasi. Sebenarnya untuk investasi dapat berbentuk macam-macam.
|
(sadono sukirno, 2000) kegiatan
investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan
ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan
meningkatkan taraf kehidupan rakyat”. Ini bersumber dari 3 fungsi penting
dari kegiatan investasi yaitu:
- Investasi merupakan salah satu
komponen dari pengeluaran agregat
- Pendapatan nasional
- kesempatan kerja
Pertambahan barang modal sebagai
akibat investasi akan menambah kapasitas produksi dan investasi selalu
diikuti oleh perkembangan teknologi. Bentuk-bentuk Investasi sebenarnya dapat
bermacam-macam.
|
|
Seperti yang tadi sudah
disinggung bahwa pengertian investasi itu sendiri adalah sebuah keputusan
intuk menunda konsumsi demi meningkatkan kemampuan sumber daya. Maka ada tiga
jenis pengeluaran investasi yaitu Investasi tetap bisnis yaitu mencakup
peralatan dan struktur yang dibeli
perusahaan untuk proses produksi, Investasi Residentsial yaitu
investasi yang mencakup rumah baru yang dibeli untuk tempat tinggal atau
disewakan dan yang terakhir adalah Investasi Persediaan yaitu mencakup
barang-barang perusahaan yang disimpan digudang. investasi dapat dilakukan
dengan cara yang bermacam-macam . Contohnya adalah seperti berbentuk
tabungan, emas, saham, obligasi dll Harga emas yang terus menaik dan hampir
tidak pernah menurun, membuat emas bisa dijadikan alat untuk investasi.
|
Pengertian investasi adalah
sebuah keputusan untuk menunda konsumsi demi meningkatkan kemampuan sumber
daya. Ada 3 jenis pengeluaran investasi yaitu:
- investasi tetap bisnis, mencakup
peralatan dan struktur yang dibeli perusahaan untuk proses produksi.
- Investasi Residentsial, investasi yang
mencakup rumah baru yang dibeli untuk tempat tinggal atau disewakan
- Investasi Persediaan, mencakup
barang-barang perusahaan yang disimpan digudang.
Investasi dapat dilakukan dengan
bermacam-macam cara. Contohnya berbentuk tabungan, emas, saham, obligasi dll.
Harga emas yang terus menaik membuat emas jadi dijadikan alat untuk
investasi.
|
|
7.1.7 Isu Penanaman Modal Asing
|
7.1.7 Isu Penanaman Modal Asing
|
|
Gugatan atas keberadaan Freeport
di Papua tak sepenuhnya mencerminkan keinginan menyelesaikan ganjalan
“ekonomi politik” secara wajar. Di negeri ini, banyak orang menggugat
eksistensi Freeport yang dianggap merugikan Indonesia, tapi umumnya mereka
tak banyak peduli pada dampak riilnya bagi warga Papua. Freeport sendiri juga
telah mengklaim telah menambah royalti kepada Pemerintah, tapi di sisi lain
mayoritas rakyat Papua tetap miskin dan terkebelakang. Seharusnya gugatan
terkait isu dominasi asing dalam perekonomian Indonesia tak semata didasarkan
pada klaim konstitusionalitas, tapi harus sungguh berorientasi pada
kepentingan riil masyarakat, khususnya masyarakat lokal. Ketika eksploitasi
SDA berlangsung tanpa kendali, seperti di Papua, komunitas lokallah yang
kelak paling merasakan dampak buruknya untuk jangka menengah dan panjang.
Dalam jangka pendek, sebagian kecil warga lokal mungkin dilibatkan dalam
pekerjaan eksploitasi SDA di daerahnya, tapi dalam jangka menengah dan
panjang, komunitas lokal dan keturunannya jelas akan menderita, karena tanah
ulayat mereka telah rusak dan kekayaan di dalamnya telah dikuras habis para
pemodal yang ditopang kekuasaan politik.
|
Gugatan atas keberadaan Freeport
di Papua tak sepenuhnya mencerminkan keinginan menyelesaikan ganjalan
“ekonomi politik” secara wajar. Eksistensi Freeport yang dianggap merugikan
Indonesia, banyak orang yang menggugat hal tersebut di negeri ini, tapi
umumnya mereka tak banyak peduli pada dampak riilnya bagi warga Papua. Di
sisi lain mayoritas rakyat Papua tetap miskin dan terkebelakang, padahal
Freeport sendiri juga mengklaim telah menambah royalti kepada Pemerintah.
Seharusnya gugatan terkait isu dominasi asing dalam perekonomian Indonesia
tak semata didasarkan pada klaim konstitusionalitas, tapi harus berorientasi
pada kepentingan riil masyarakat, pada masyarakat lokal khususnya. Ketika
eksploitasi SDA berlangsung tanpa kendali, seperti di Papua, yang paling
merasakan dampak buruknya untuk jangka menengah dan panjang adalah komunitas
lokal. Sebagian kecil warga lokal mungkin dilibatkan dalam pekerjaan
ekspliitasi SDA di daerahnya, dalam jangka pendek. Tetapi dalam jangka
menengah dan panjang, komunitas lokal dan keturunannya jelas akan menderita,
sebab tanah wilayah mereka telah di rusak dan kekayaan di dalamnya telah
dikuras habis oleh para pemodal yang ditopang kekuasaan politik.
|
|
7.2 Ansuransi dalam Pembangunan Ekonomi
|
7.2 Ansuransi dalam Pembangunan Ekonomi
|
|
7.2.1 Peranan
|
7.2.1 Peranan
|
|
Dalam perkembangannya asuransi
ternyata memberikan dampak yang positif kepada kehidupan sosial ekonomi.
Asuransi sangat memberikan manfaat bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat
dan negara. Peranan asuransi sendiri dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan
sosial adalah : (1) Melengkapi Persyaratan Kredit, apabila seseorang atau
pengusaha tertentu membutuhkan dana dari bank/kreditur, maka biasanya
kreditur akan mensyaratkan adanya asuransi bagi barang-barang yang dipakai
sebagai jaminan atau ada asuransi untuk kreditnya itu sendiri. (2)
Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, kontrak-kontrak dalam asuransi
umum/kerugian biasanya mennyaratkan agar premi dibayar dimuka dan dana
tersebut menjadi millik peruahaan asuransi. Dalam perjalanan hidupnya
perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu mengakumulir dana dalam jumlah
yang tidak kecil, dana-dana yang berhasil dikumpulkan tersebut biasanya
ditanamkan di berbagai bidang usaha, baik mendapatkan sumber biaya untuk
pengoperasian kegiatan asuransi maupun untuk menambah pendapatan. Jadi dana
yang dihimpun oleh perusahaan asuransi merupakan salah satu sumber dana yang
sangat berarti dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi. (3) Mengurangi
Biaya modal, dalam rangka untuk dapat menarik modal untuk membiayai bidang-bidang
usaha yang berisiko besar, maka tingkat pendapat/return/bunga yang akan
diberikan kepada pemilik modal harus tinggi pula. Bila risiko yang dihadapi
itu dapat dialihkan/diasuransikan maka risiko yang dihadapi pemilik modal
menjadi lebih kecil, maka pemilik modal akan bersedia menerima tingkat bunga
(return) yang lebih rendah. Hal ini berarti biaya modal yang harus ditanggung
oleh perusahaan (pemakai modal) akan lebih kecil. (4) Menjamin Kestabilan
Perusahaan, apabila suatu perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam
program asuransi, akan membawa dampak psikologis yang snagat berarti bagi
karyawannya, yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap perilaku mereka
yang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama yang berkaitan
dengan masalah pengelolaan sumber daya manusia dan pencapaian efisiensi dan
efektivitas kerja mereka. (5) Mendorong usaha pencegahan, perusahaan asuransi
melakukan usaha-usaha yang sifatnya mendorong perusahaan/individu yang
menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-upaya pencegahan/melindungi
diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. (6) Membantu Upaya Peningkatan Konservasi
Kesehatan, usaha lain yang dilakukan untuk menghindari/memperkecil penyebab
timbulnya kerugian adalah kampanye-kampanye yang dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya
maupun kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan
kematian atau pemeliharaan kesehatan.
|
Dalam perkembangannya asuransi
memberikan dampak positif kepada kehidupan sosial ekonomi. Bagi kehidupan
sosial ekonomi masyarakat dan negara asuransi sangat memberikan manfaat.
Dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan sosial asuransi berperan untuk :
1. Melengkapi Persyaratan Kredit,
biasanya kreditur akan mensyaratkan adanya asuransi bagi barang-barang yang
dipakai sebagai jaminan atau ada asuransi untuk kreditnya itu sendiri,
apabila seseorang atau pengusaha tertentu membutuhkan dana dari
bank/kreditur.
2. Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi,
kontrak-kontrak dalam asuransi biasanya mensyaratkan agar premi dibayar
dimuka dan dana tersebut menjadi milik perusahaan asuransi.
Perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu mengakumulir dana dalam jumlah
yang tidak kecil, dana tersebut biasanya ditanamkan di berbagai bidang usaha,
baik mendapatkan sumber biaya untuk mengoperasikan kegiatan asuransi maupun
untuk menambah pendapatan. Jadi salah satu sumber dana yang sangat berarti
dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi adalah dana yang dihimpun
tersebut.
3. Mengurangi Biaya Modal, tingkat
pendapatan/return/bunga yang akan diberikan kepada pemilik modal harus
tinggi, hal ini dilakukan agar dapat menarik modal untuk membiayai
bidang-bidang usaha yang beresiko besar. Risiko yang dihadapi pemilik modal
akan menjadi lebih kecil apabila risiko yang dihadapi itu dapat
dialihkan/diasuransikan, maka pemilik modal akan bersedia menerima tingkat
bunga (return) yang lebih rendah. Maka biaya modal yang harus ditanggung
perusahaan (pengguna modal) akan lebih kecil.
4. Menjamin Kestabilan Perusahaan, akan
sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan masalah
pengelolaan sumber daya manusia dan pencapaian efisiensi dan efektivitas
kerja mereka, apabila suatu perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam
program asuransi, karena hal ini akan berdampak psikologis bagi karyawannya
yang akan berdampak positif terhadap perilaku mereka.
5. Mendorong Usaha Pencegahan, perusahaan
asuransi melakukan usaha-usaha yang bersifat mendorong perusahaan/individu
menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-upaya pencegahan/melindungi
diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. (6) Membantu Upaya
Peningkatan Konservasi Kesehatan, kampanye-kampanye yang dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada pemegang polis khususnya maupun
kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan kematian
atau pemeliharaan kesehatan merupakan usaha lain yang dilakukan untuk
menghindari/memperkecil penyebab timbulnya kerugian.
|
|
7.2.2 Asuransi Dan Teori Guna Batas
|
7.2.2 Asuransi Dan Teori Guna
Batas
|
|
Melalui pengelompokkan risiko,
perusahaan asuransi berhasil menekan sejauh mungkin ketidakpastian.
Ketidakpastian tersebut akan sangat besar apabila masing-masing risiko
dipertimbangkan sendiri, tetapi bila risiko tersebut dipertimbangkan secara
kelompok (dalam jumlah yang memadai), maka ketidakpastiannya dapat
ditekan/diperkecil (hukum bilangan besar). Melalui analisis cara kerja “teori
nilai guna batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode
tertentu unit-unit selanjutnya dari barang yang dikonsumsi akan memberikan
nilai kegunaan yang semakin berkurang. Pernyataan ini dalam teori ekonomi
lebih dikenal dengan “Hukum Gossen I”.
|
Perusahaan asuransi berhasil
menekan sejauh mungkin ketidakpastian, melalui pengelompokkan risiko. Apabila
masing-masing risiko dipertimbangkan sendiri, maka ketidakpastian tersebut
akan sangat besar, namun ketidakpastiannya dapat ditekan/diperkecil (hukum
bilangan besar) apabila risiko tersebut dipertimbangkan secara kelompok
(dalam jumlah yang memadai). Melalui analisis cara kerja “teori nilai guna
batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode tertentu
unit-unit selanjutnya dari barang yang dikonsumsi akan memberikan nilai
kegunaan yang semakin berkurang. Dalam teori ekonomi disebut “Hukum Gossen
I”.
|
|
7.2.3 Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbulnya Usaha Asuransi
|
7.2.3 Faktor-Faktor yang
Mendorong Timbulnya Usaha Asuransi
|
|
Ada beberapa kondisi yang
memungkinkan berkembangnya usaha asuransi, kondisi tersebut antara lain : (1)
Sistem ekonomi masyarakat terbentuk perekonomian bebas, (2) Masyarakatnya sudah sangat maju dan
merupakan masyarakat industry, (3) Peraturan perundang – undangan sudah
terorganisasi dengan baik.
|
Kondisi yang memungkinkan
berkembangnya usaha asuransi yaitu: (1) terbentuknya perekonomian bebas dalam
sistem ekonomi masyarakat, (2) Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan
masyarakat industry, (3) Peraturan perundang-undangan sudah terorganisasi
dengan baik.
|
|
7.2.4 Fungsi Asuransi
|
7.2.4 Fungsi Asuransi
|
|
Disamping sebagai bentuk
pengendalian risiko (secara finansial), asuransi juga memiliki berbagai
manfaat yang diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi sebagai berikut:
Pertama, Fungsi Utama (Primer); (a) Pengalihan
Resiko, sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko /
kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai ”Original Risk Bearer”
kepada satu atau beberapa penanggung
(a risk transfer mechanism). Sehingga ketidakpastian (uncertainty)
yang berupa kemungkinan terjadinya kerugian sebagai akibat suatu peristiwa
tidak terduga, akan berubah menjadi proteksi asuransi yang pasti (certainty)
merubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dengan syarat
pembayaran premi. (b) Penghimpun Dana, sebagai penghimpun dana dari
masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan kepada mereka yang mengalami
musibah, dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau biaya ber- asuransi
yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung, dikelola sedemikian rupa
sehingga dana tersebut berkemang, yang kelak akan akan dipergunakan untuk
membayar kerugian yang mungkin akan diderita salah seorang tertanggung. (c)
Premi Seimbang, untuk mengatur sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang
dilakukan oleh masing – masing tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan
dengan resiko yang dialihkannya kepada penanggung (equitable premium). Dan
besar kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung dihitung berdasarkan
suatu tarip premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan.
|
Selain sebagai bentuk pengendalian
risiko (secara finansial), asuransi memiliki berbagai manfaat yang
diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi yaitu:
Fungsi utama (primer);
a. Pengalihan Resiko, sebagai kemungkinan
resiko/kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai “Original Risk
Bearer” kepada satu atau beberapa penanggung (a risk transfer mechanism).
Sehingga merubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dan
mengakibatkan ketidakpastian (uncertainly) berupa kemungkinan terjadinya
kerugian sebagai akibat suatu peristiwa tidak terduga, berubah menjadi
proteksi asuransi yang pasti (certainly) dengan syarat premi.
b. Penghimpun Dana, asuransi sebagai
penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan kepada
mereka yang mengalami musibah. Dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau
biaya ber- asuransi yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung, dikelola
sedemikian rupa sehingga dana tersebut berkembang, yang nantinya akan
dipergunakan untuk membayar kerugian yang mungkin akan diderita salah seorang
tertanggung.
c. Premi Seimbang, untuk mengatur
sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilakukan oleh masing-masing
tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan dengan resiko yang
dialihaknnya kepada penanggung (equitable premium). Suatu tarif premi (rate
of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan adalah cara mengjitung besar
kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung.
|
|
MODIFIKATOR
|
EVI
PUSPITASARI
|
|
NASKAH
ASLI
|
NASKAH
MODIFIKASI
|
|
Kedua, Fungsi Tambahan (Sekunder); (a) Export Terselubung (invisible export),
sebagai penjualan terselubung komoditas
atau barang-barang tak nyata (intangible product) keluar negeri.
(b) Perangsang Pertumbuhan Ekonomi
(stimulus ekonomi), adalah untuk
merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian, pengendalian kerugian, memiliki manfaat sosial
dan sebagai tabungan. (c) Sarana
tabungan investasi dana dan invisible earnings (d) Sarana Pencegah &
Pengendalian Kerugian.
|
Kedua, Fungsi Tambahan (Sekunder);
a.
Export Terselubung (invisible export), sebagai penjualan terselubung komoditas
atau barang-barang tak nyata (intangible product) keluar negeri.
b.
Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi), adalah untuk
pertumbuhan dirangsang usaha,
kerugian di cegah,
kerugian dikendalikan, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan.
c.
Sarana tabungan investasi dana dan invisible earnings
d.
Sarana Pencegah & Kerugian dikendalikan.
|
|
Komunikasi
dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berhubungan erat, dimana
Siebert, Peterson dan Schramm (1956) menyatakan bahwa dalam mempelajari
sistem komunikasi manusia, seseorang harus memperhatikan beberapa kepercayaan
dan asumsi dasar yang dianut suatu masyarakat tentang asal usul manusia, masyarakat
dan Negara.
|
dua yang
merupakan hal yang saling hubungan erat yaitu Komunikasi dan pembangunan,
dimana Siebert, Peterson dan Schramm (1956) sistem komunikasi dinyatakan bahwa dalam mempelajari manusia,
kepercayaan seseorang harus diperhatikan dibeberapa asumsi dasar yang dianut
suatu masyarakat tentang asal usul manusia, masyarakat dan Negara.
|
|
Strategi
pembangunan menentukan strategi komunikasi, maka makna komunikasi pembangunan
pun bergantung pada modal atau paradigma pembangunan yang dipilih oleh suatu
negara. Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan oleh para
ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting
dalam pembangunan.
|
pembangunan
Strategi ditentukan strategi komunikasi, maka makna komunikasi pembangunan
pun bergantung pada modal atau paradigma pembangunan yang dipilih oleh suatu
negara. Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan oleh para
ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting
dalam pembangunan.
|
|
Everett M.
Rogers (1985) menyatakan bahwa, secara sederhana pembangunan adalah perubahan
yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai
kehendak dari suatu bangsa. Dia juga menyatakan bahwa komunikasi merupakan
dasar dari perubahan social pada suatu bangsa. Perubahan yang dikehendaki
dalam pembangunan tentunya perubahan ke arah yang lebih baik atau lebih maju
dari sebelumnya. Oleh karena itu peranan komunikasi dalam pembangunan harus
dikaitkan dengan arah perubahan tersebut. Artinya kegiatan komunikasi harus
mampu mengantisipasi gerak pembangunan.
|
pembangunan sederhana dinyatakan Everett M. Rogers
(1985) bahwa secara sederhana
pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan
ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. komunikasi juga dinyatakan sebagai dasar dari perubahan social pada
suatu bangsa. Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan
ke arah yang lebih baik atau lebih maju dari sebelumnya. Oleh karena itu peranan
pembangunan komunikasi juga harus dikaitkan dengan perubahan arah tersebut.
Artinya kegiatan harus yang dikomunikakan harus mampu mengantisipasi gerak
pembangunan.
|
|
Pembangunan
merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah
dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi yang juga
mempelajari masalah proses, yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada
orang lain untuk merubah sikap, pendapat dan perilakunya. Maka pembangunan
pada dasarnya melibatkan minimal tiga komponen yakni komunikator pembangunan
(bisa aparat pemerintah atau masyarakat), pesan pembangunan yang berisi ide
atau program pembangunan dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas
sasaran pembangunan.
|
Pembangunan
merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan
lahiriah dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi juga
dipelajari melalui masalah proses, yaitu proses yang disampaian kepada
seseorang atau orang lain untuk sikap yang dirubah , pendapat dan
perilakunya. Maka pembangunan dasar dilibatkan minimal tiga komponen yakni
komunikator pembangunan (bisa aparat pemerintah atau masyarakat), pesan
pembangunan yang berisi ide atau program pembangunan dan komunikan
pembangunan, yaitu masyarakat luas sasaran pembangunan.
|
|
Dengan
demikian pembangunan adalah dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat yang harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola yang
membangkitkan inovasi bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini
tentunya fungsi komunikasi harus berada di garis depan untuk merubah sikap
dan perilaku manusia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek
maupun sebagai objek pembangunan.
|
Demikian itu
pembangunan adalah rangka dalam pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan
dalam masyarakat yang harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola inovasi yang
akan dibangkitkan bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini tentunya
fungsi komunikasi harus berada di garis depan untuk merubah sikap dan
perilaku manusia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek
maupun sebagai objek pembangunan.
|
|
Rogers
mengatakan, komunikasi tetap dianggap sebagai perpanjangan tangan para
perencana pemerintah dan fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan
masyarakat dan partisipasi mereka dalam pelaksanaan rencana-rencana
pembangunan . Dari pendapat Rogers ini jelas bahwa setiap pembangunan dalam
suatu bangsa memegang peranan penting. Karenanya pemerintah dalam melancarkan
komunikasi perlu memperhatikan strategi apa yang dapat digunakan untuk
menyampaikan pesan sehingga efek yang diharapkan itu sesuai dengan harapan.
|
yang
dingatakan Rogers, komunikasi tetap dianggap sebagai perpanjangan tangan para
perencana pemerintah dan fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan
masyarakat dan partisipasi mereka dalam pelaksanaan rencana-rencana
pembangunan . Dari pendapat Rogers ini jelas bahwa setiap pembangunan
yang dipegang dalam suatu bangsa yaitu
peranan penting. Karenanya pemerintah dalam melancarkan yang diperhatikan
komunikasi perlu strategi apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan
sehingga efek yang diharapkan itu sesuai dengan harapan.
|
|
Para ahli
komunikasi terutama di negara-negara berkembang mempunyai perhatian yang
sangat besar terhadap strategi komunikasi dalam hubungannya dengan penggiatan
pembangunan nasional di negara-negara. Fokus perhatian ahli komunikasi ini
memang penting karena efektivitas komunikasi bergantung pada strategi
komunikasi yang digunakan.
|
Para ahli
komunikasi terutama di negara-negara berkembang mempunyai perhatian yang
sangat besar terhadap strategi komunikasi dalam hubungannya dengan penggiatan
pembangunan nasional di negara-negara. Fokus perhatian ahli komunikasi ini
memang penting karena efektivitas komunikasi bergantung pada strategi
komunikasi yang digunakan.
|
|
Effendy
(1993) mengatakan strategi baik, secara makro (planned multimedia strategy)
mempunyai fungsi ganda yaitu : (1) Menyebarluaskan pesan komunikasi yang
bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematik kepada
sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. (2) Menjembatani “cultural gap”
akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa
yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
|
pernyaatakan Effendy
(1993) tantang strategi baik, secara makro (planned multimedia strategy)
mempunyai fungsi ganda yaitu : (1) pesan komunikasi diperlluas bersifat informatif, persuasif, dan
instruktif secara sistematik kepada sasaran
yang diperoleh untuk hasil yang optimal. (2) dijembatani oleh“cultural
gap” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media
massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
|
|
Strategi pada
hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu
tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi
sebagai peta jalan yang menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan
bagaimana taktik operasionalnya. Dengan demikian strategi komunikasi
merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication management) untuk
mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi
harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus
dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda tergantung
pada situasi dan kondisi.
|
perencanaan
Strategi pada hakekatnya adalah (dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan.
Tetapi untuk pencapaian tujuan tersebut, yaitu strategi yang tidak berfungsi
sebagai peta arah jalan yang ditunjukkan, melainkan harus ditunjukkan
bagaimana taktik operasionalnya. Dengan demikian strategi komunikasi
merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication management) untuk
mencapai suatu tujuan. Untuk tercapainya tujuan tersebut strategi komunikasi
harus dapat ditunnjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus
dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda tergantung
pada situasi dan kondisi.
|
|
Untuk
mantapnya strategi komunikasi, maka segala sesuatunya harus dipertautkan
dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang
dirumuskan, yaitu who says what in which channel to whom with what effect.
Rumus tersebut jika dikaji lebih jauh, pertanyaan “efek apa yang diharapkan”
secara implisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama,
yaitu : 1. When (Kapan dilaksanakannya). 2. How (Bagaimana melaksanakannya).
3. Why (Mengapa dilaksanakan demikian) . Atau dalam ilmu jurnalistik sering
dikatakan dengan 5 W 1 H (What, Who, Whay, When, Where dan How).
Para ahli
komunikasi sependapat bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik
mempergunakan pendekatan yang disebut A-A Procedure atau from Attention to
Action Procedure. AA Procedure adalah penyederhanaan dari suatu proses yang
disingkat AIDDA (Attention (perhatian), Interest (minat), Desire
(kemauan/hasrat), Decision (keputusan), Action (tindakan)). Jadi proses
perubahan sebagai efek komunikasi melalui tahapan yang dimulai dengan
membangkitkan perhatian. Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan,
hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat, yang merupakan derajat yang
lebih tinggi dari perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang
merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat untuk melakukan suatu kegiatan
yang diharapkan komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi
komunikator belum berarti apa-apa sebab harus dilanjutkan dengan datangnya
keputusan, yakni keputusan untuk melakukan tindakan. Selain melalui
pendekatan di atas, maka seseorang komunikator harus mempunyai kemampuan
untuk melakukan perubahan sikap, pendapat, dan tingkah laku apabila dirinya
terdapat faktor-faktor kredibilitas dan attractiveness.
|
strategi
komunikasi yang dimantapan, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan
komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang dirumuskan,
yaitu who says what in which channel to whom with what effect. Rumus tersebut
jika dikaji lebih jauh, pertanyaan “efek apa yang diharapkan” secara implisit
mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama, yaitu : 1. When
(Kapan dilaksanakannya). 2. How (Bagaimana melaksanakannya). 3. Why (Mengapa
dilaksanakan demikian) . Atau dalam ilmu jurnalistik sering dikatakan dengan
5 W 1 H (What, Who, Whay, When, Where dan How).
Para ahli
komunikasi sependapat bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik
mempergunakan pendekatan yang disebut A-A Procedure atau from Attention to
Action Procedure. AA Procedure adalah suatu proses yang disederhanaan dari
suatu proses yang disingkat AIDDA (Attention (perhatian), Interest (minat),
Desire (kemauan/hasrat), Decision (keputusan), Action (tindakan)). Jadi
proses perubahan sebagai efek komunikasi melalui tahapan yang dimulai dengan
perhatian. Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan, hendaknya disusul
dengan upaya menumbuhkan minat, yang merupakan derajat yang lebih tinggi dari
perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak
bagi timbulnya hasrat untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan
komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi komunikator
belum berarti apa-apa sebab harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan,
yakni keputusan untuk melakukan tindakan. Selain melalui pendekatan di atas,
maka seseorang komunikator harus mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan
sikap, pendapat, dan tingkah laku apabila dirinya terdapat faktor-faktor.
|
|
Strategi
komunikasi yang efektif dalam komunikasi pembangunan tidak hanya sekedar
membuat pesan-pesan yang bisa memberikan dampak bagi target atau audien. Tapi
juga mampu merefleksikan misi, tujuan dan sasaran organisasi yang
terintegrasi dalam operasi sehari-hari. Maka, stretegi itu butuh artikulasi
yang jelas tentang audien, kejelasan pesan dan pilihan media.
|
Strategi
komunikasi yang efektif dalam komunikasi pembangunan tidak hanya sekedar
membuat pesan-pesan yang bisa memberikan dampak bagi target atau audien. Tapi
juga mampu merefleksikan misi, tujuan dan sasaran organisasi yang
terintegrasi dalam operasi sehari-hari. Maka, stretegi itu butuh artikulasi
yang jelas tentang audien, kejelasan pesan dan pilihan media.
|
|
Strategi
komunikasi yang efektif selalu diawali oleh perencanaan yang solid dan matang
(planning) yaitu kunci bagi keberhasilan proyek tujuan. Perencanaan yang
bagus bisa dijadikan koridor kerja bagi orang-orang yang melaksanakan misi
komunikasi. Strategi akan membimbing kita kearah mana komunikasi digerakkan,
mulai dari proses persiapan hingga menyampaikan pesan pada publik.
Ada tiga
jenis planning yang harus dipertimbangkan dalam strategi komunikasi di era
digital saat ini yaitu : (1) Organizational Planning, yaitu terkait dengan
siapa-siapa saja yang bertanggung jawab melakukan tindakan-tindakan apa saja
untuk misi komunikasi. (2) Communications Planning yaitu terkait penentuan
cara-cara yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan. Apakah lewat media
tertentu atau umum, serta bagaimana isi pesannya. (3) Technology Planning
yaitu terkait alat bantu teknologis untuk menyampaikan pesan. Apakah kita
mengirim press release via e-mail, atau menyampakaian undangan untuk
konferensi pers dan dengan menggunakan teknologi lainnya.
|
Strategi
komunikasi yang efektif selalu diawali oleh perencanaan yang solid dan matang
(planning) yaitu kunci bagi keberhasilan proyek tujuan. Perencanaan yang
bagus bisa dilaksanakan dan dijadikan
koridor kerja bagi orang-orang yang misi komunikasi. Strategi akan membimbing
kita kearah mana komunikasi digerakkan, mulai dari proses persiapan hingga
menyampaikan pesan pada publik.
Ada tiga
jenis planning yang harus dipertimbangkan dalam strategi komunikasi di era
digital saat ini yaitu : (1) Organizational Planning, yaitu terkait dengan
siapa-siapa saja yang bertanggung jawab melakukan tindakan-tindakan apa saja
untuk misi komunikasi. (2) Communications Planning yaitu terkait penentuan
cara-cara yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan. Apakah lewat media
tertentu atau umum, serta bagaimana isi pesannya. (3) Technology Planning
yaitu terkait alat bantu teknologis untuk menyampaikan pesan. Apakah kita
mengirim press release via e-mail, atau menyampakaian undangan untuk
konferensi pers dan dengan teknologi lainnya yang digunakan.
|
|
Pesan harus
diciptakan sejelas-jelasnya demi sasaran yang dituju, lalu pesan disampaikan
dengan metode yang tertentu supaya bisa sampai ke publik yang kita bidik.
Untuk mencapai target ini, tentu dibutuhkan teknologi pembantu agar
penyusunan planning jadi lebih mudah.
|
Pesan harus
diciptakan sejelas-jelasnya demi sasaran yang dituju, lalu pesan disampaikan
dengan metode yang tertentu supaya bisa sampai ke publik yang kita bidik.
Untuk mencapai target ini, tentu dibutuhkan teknologi pembantu agar
penyusunan planning jadi lebih mudah.
|
|
Karenanya
sasaran dan tujuan harus ditetapkan saat melakukan planning yaitu audien
siapa yang ingin dijangkau, bagaimana keadaan audien sasaran yang hendak
dijangkau, mengidentifikasi audien dan kemudian memahami keadaan audien. Ini
adalah salah satu kunci keberhasilan rencana komunikasi yang baik dan
efektif. Karena komunikasi yang efektif bukan berarti harus menjangkau semua
target audien. Tapi lebih efektif jika kita bisa membidik orang-orang
tertentu yang sangat berpengaruh dalam pembuatan keputusan publik.
|
Karenanya
sasaran dan tujuan harus ditetapkan saat melakukan planning yaitu audien
siapa yang ingin dijangkau, bagaimana keadaan audien sasaran yang hendak
dijangkau, audien yang diidentifikasi
dan kemudian memahami keadaan audien. Ini adalah salah satu kunci
keberhasilan rencana komunikasi yang baik dan efektif. Karena komunikasi yang
efektif bukan berarti harus menjangkau semua target audien. Tapi lebih
efektif jika kita bisa membidik orang-orang tertentu yang sangat berpengaruh
dalam pembuatan keputusan publik.
|
|
Pembentukan
pesan dengan sedemikian rupa sehingga menjadi perhatian public juga menjadi
salah satu strategi efektif dalam komunikasi untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Kita harus bisa menyusun pesan yang cocok untuk berbagai kalangan
audien sasaran dan berbagai bentuk media yang digunakan.
|
Pembentukan
sedemikian rupa pesan sehingga menjadi perhatian public juga menjadi salah satu
strategi efektif dalam komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kita
harus bisa disusun pesan yang cocok untuk berbagai kalangan audien sasaran
dan berbagai bentuk media yang digunakan.
|
|
Karena cara
kita mengkomunikasikan pesan pada pers tentu berbeda dengan cara
mengkomunikasikan pesan langsung pada audien. Menulis di web juga jelas
sangat berbeda dengan menulis pesan untuk radio atau koran.
|
Karena cara
pesan kita yang dikomunikasikan pada suatu pers tentu berbeda dikomunikasikan
dengan cara pesan langsung pada
audien. ditulis di web juga jelas sangat berbeda dengan pesan yang dituulis
untuk radio atau koran.
|
|
Karenanya
setelah kita berhasil mengidentifikasi audien baru membentuk pesan-pesan yang
akan disampaikan pada audien. Pesan-pesan ini harus terkait kuat dengan misi
organisasi dan tujuan komunikasi kita.
|
diKarenakan
setelah kita berhasil pada audien baru
membentuk pesan-pesan yang akan disampaikan pada audien. Pesan-pesan ini
harus terkait kuat dengan misi organisasi dan tujuan komunikasi kita.
|
|
7.3.3.4 Media Choices
|
7.3.3.4 Media Choices
|
|
Memilih jenis
media yang paling cocok untuk menyampaikan pesan dan menjangkau audien
merupakan langkah yang harus diambil. Karena jika tepat, audien akan sangat
cepat memahami pesan yang diberikan. Jenis media yang dipilih akan
berpengaruh pada kemampuan audien menjangkau isi pesan.
|
Memilih jenis
media yang paling cocok untuk pesan yang disampaikan dan dijangkau audien
merupakan langkah yang harus diambil. Karena jika tepat, audien akan sangat
cepat memahami pesan yang diberikan. Jenis media yang dipilih akan
berpengaruh pada kemampuan audien isi pesan yang dijangkau.
|
|
Jenis media
tertentu mungkin bisa menyampaikan pesan tertentu dan bisa dijangkau kelompok
audien tertentu pula. Juga patut kita perhatikan dalam mengemas pesan format
harus disesuaikan bisa dikemas dalam bentuk berita, hiburan, atau bahkan
iklan.
|
Jenis media
tertentu mungkin bisa pesan yang disampaikan tertentu dan bisa dijangkau
kelompok audien tertentu pula. Juga patut kita perhatikan dalam mengemas
pesan format harus disesuaikan bisa dikemas dalam bentuk berita, hiburan,
atau bahkan iklan.
|
|
7.3.3.5 Evaluasi
|
7.3.3.5 Evaluasi
|
|
Strategi
komuniksi yang efektif selalu mempertimbangkan evaluasi, namun yang satu ini
sering kali terabaikan. Bisa jadi pengabaian ini berdasarkan fakta bahwa
sebagian besar evaluasi berlangsung di bagian akhir dari suatu proses. Kalau
hasilnya bagus, orang cenderung tidak melakukan evaluasi, tapi kalau hasil
akhirnya kurang bagus baru orang berfikir tentang evaluasi.
|
Strategi
komuniksi yang efektif evaluasi selalu dipertimbangkan, namun yang satu ini
sering kali terabaikan. Bisa jadi pengabaian ini berdasarkan fakta bahwa
sebagian besar evaluasi berlangsung di bagian akhir dari suatu proses. Kalau
hasilnya bagus, orang cenderung tidak melakukan evaluasi, tapi kalau hasil
akhirnya kurang bagus baru orang berfikir tentang evaluasi.
|
|
Padahal
evaluasi itu penting agar kita bisa mendapatkan feed back sesegera mungkin.
Hasil akhirnya bagus atau tidak, kita tetap butuh feed back, kalau hasil
akhirnya bagus feed back bisa digunakan untuk perumusan strategi komunikasi
mendatang. Kalau hasil akhirnya tidak bagus maka feed back bisa dijadikan
rujukan agar tidak mengulanginya.
|
Padahal
evaluasi itu penting agar kita bisa mendapatkan feed back sesegera mungkin.
Hasil akhirnya bagus atau tidak, kita tetap butuh feed back, kalau hasil
akhirnya bagus feed back bisa digunakan untuk perumusan strategi komunikasi
mendatang. Kalau hasil akhirnya tidak bagus maka feed back bisa dijadikan rujukan
agar tidak diulangi.
|
|
Untuk
mengevaluasi strategi komunikasi, bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan
data kuantitatif dan informasi kualiatif. Untuk kuantitatif, pertanyaan yang
harus kita jawab adalah seberapa banyak target audien yang sudah dijangkau
via media. Untuk kualitatif, pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah
pesan punya dampak yang diharapkan terhadap target audien atau tidak. Ini
bisa berlaku saat kita menggunakan semua jenis media dan semua kondisi
audien. Namun yang agak sulit adalah mengukur perobahan perilaku pada target
audien.
|
Untuk di
dievaluasi strategi komunikasi, bisa dilakukan dengan cara data yang
dikumpulkan kuantitatif dan informasi kualiatif. Untuk kuantitatif,
pertanyaan yang harus kita jawab adalah seberapa banyak target audien yang
sudah dijangkau via media. Untuk kualitatif, pertanyaan yang harus kita jawab
adalah apakah pesan punya dampak yang diharapkan terhadap target audien atau
tidak. Ini bisa berlaku saat kita menggunakan semua jenis media dan semua
kondisi audien. Namun yang agak sulit adalah diukur dengan perobahan perilaku
pada target audien.
|
|
7.3.4 Konsep Komunikasi Pembangunan
|
7.3.4 Konsep Komunikasi Pembangunan
|
|
Dalam
strategi komunikasi mengenai isi pesan tentu sangat menentukan efektivitas
komunikasi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa agar komunikasi yang dilancarkan
dapat lebih efektif, maka pesan yang disampaikan harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut : (1) Pesan harus
dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian
sasaran dimaksud. (2) Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat
dimengerti. (3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan
menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu. (4) Pesan harus
menyarankan sesuatu jalan untuk memperoleh kebutuhan yang layak bagi situasi
kelompok di mana sasaran berada pada saat ia gerakkan untuk memberikan
tanggapan yang dikehendaki.
|
Dalam
strategi komunikasi mengenai isi pesan tentu sangat ditentukan oleh
efektivitas komunikasi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa agar komunikasi yang
dilancarkan dapat lebih efektif, maka pesan yang disampaikan harus
syarat-syarat dipemenuhi sebagai
berikut : (1) Pesan harus dirancang
dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran
dimaksud. (2) Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat
dimengerti. (3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan
menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu. (4) Pesan harus
menyarankan sesuatu jalan untuk memperoleh kebutuhan yang layak bagi situasi
kelompok di mana sasaran berada pada saat ia gerakkan untuk memberikan
tanggapan yang dikehendaki.
|
|
MODIFIKATOR
|
MUHAMMAD CHOLIL
|
|
NASKAH ASLI
|
NASKAH MODIFIKASI
|
|
Secara pragmatis Quebral (1973), merumuskan komunikasi
pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana
pembangunan suatu negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi
pembangunan merupakan suatu inovasi yang diterima oleh masyarakat.
|
Komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan
untuk melaksanakan rencana pembangunan suatu negara (pragmatis Quebral, 1973).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi pembangunan merupakan suatu
inovasi yang diterima oleh masyarakat.
|
|
Mengkaitkan peranan komunikasi pembangunan dan konsep
mengenai pembangunan, Tehranian (1979) mengemukakan tiga tinjauan teoritis,
yaitu pertama teori yang hanya melihat pembangunan semata-mata sebagai proses
pluralisasi masyarakat, politik dan ekonomi dari suatu bangsa yang
melaksanakan pembangunan tersebut. Pandangan ini dianut oleh para ekonom dan
politisi liberal. Pada pokoknya mereka berpendapat bahwa hal yang penting
dalam pembangunan adalah peningkatan kelompok tenaga kerja yang berdasarkan
struktur dan fungsi yang jelas, penganekaragaman kelompok berdasarkan kepentingan
dan keseimbangan dinamis antar kelompok dan kepentingan.
|
Menurut Tehranian (1979), Mengkaitkan peranan
komunikasi & konsep pembangunan dengan tiga tinjauan teoritis, yaitu (1) pertama
teori yang hanya melihat pembangunan semata-mata sebagai proses pluralisasi
masyarakat, politik dan ekonomi dari suatu bangsa yang melaksanakan
pembangunan tersebut. Pandangan ini dianut oleh para ekonom dan politisi
liberal. Pada pokoknya mereka berpendapat bahwa hal yang penting dalam
pembangunan adalah peningkatan kelompok tenaga kerja yang berdasarkan
struktur dan fungsi yang jelas, penganekaragaman kelompok berdasarkan
kepentingan dan keseimbangan dinamis antar kelompok dan kepentingan serta
kurang nya simpati sosial pada setiap kelompok tersebut.
|
|
Teori yang kedua penekanannya pada peningkatan
rasionalisasi sebagai unsur kunci proses pembangunan. Penganut aliran ini
adalah Hegel, yang menekankan peranan rasio dalam perkembangan sejarah.
Sedangkan Weber mementingkan rasionalisasi kebudayaan dan birokrasi dari suatu
proses sosial yang akhirnya dikenal belakangan ini adalah mendewakan negara
sebagai sumber segala kemenangan dan keabsahan.
|
(2) Teori yang kedua penekanannya pada peningkatan
rasionalisasi sebagai unsur kunci proses pembangunan yang riil. Penganut
aliran ini adalah Hegel, yang menekankan peranan rasio dalam perkembangan
sejarah. Sedangkan Weber mementingkan rasionalisasi kebudayaan dan birokrasi
dari suatu proses sosial yang akhirnya dikenal belakangan ini adalah
mendewakan negara sebagai sumber segala kemenangan dan keabsahan. Kecintaan
nya terhadap sesuatu yang dimiliki sehingga menjadikan setiap kelompok
memiliki pandangannya masing” sesuai tujuan kelompoknya.
|
|
Teori ketiga adalah pemikiran yang lahir dari kesadaran
diri masyarakat dunia ketiga, dengan konsep yang berpusat pada prinsip
melakukan pembebasan. Teori ini sangat dipengaruhi oleh aliran Neo Marxis.
|
Aliran Neo Marxis, yang sangat berpengaruh besar yaitu
pada (3) Teori ketiga adalah pemikiran yang lahir dari kesadaran diri
masyarakat dunia, dengan konsep yang berpusat pada prinsip melakukan pembebasan.
|
|
7.3.5 Teknologi
Komunikasi
|
7.3.5 Teknologi
Komunikasi
|
|
Di abad modern ini, terutama pasca perang dunia kedua,
bermunculan berbagai penemuan baru sebagai akibat kemajuan teknologi yang
berkembang pesat dan terjadi susul menyusul. Teknologi memberikan manusia
bermacam-macam kemudahan dalam melakukan pekerjaan, dan lebih dari itu
menjadikan kehidupan lebih menyenangkan dan lebih nyaman. Berkat penemuan
baru di bidang teknologi, manusia dapat menggali dan melakukan eksplorasi
sumber-sumber kekayaan alam, termasuk sumber-sumber energi yang penting bagi
peningkatan kesejahteraan umat manusia. Kemajuan pesat di bidang teknologi
elektronika yang semakin berkembang membuktikan manusia telah mampu
mengembangkan kemampuan setinggi-tingginya.
|
Pasca perang dunia kedua, bermunculan berbagai penemuan
baru sebagai akibat kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan terjadi
susul menyusul. Teknologi memberikan manusia bermacam-macam kemudahan dalam
melakukan pekerjaan, dan lebih dari itu menjadikan kehidupan lebih
menyenangkan dan lebih nyaman. Berkat penemuan baru di bidang teknologi,
manusia dapat menggali dan melakukan eksplorasi sumber-sumber kekayaan alam,
termasuk sumber-sumber energi yang penting bagi peningkatan kesejahteraan
umat manusia dan selalu memiliki inovasi dan kreativitas untuk terus
meningkatkan ternologi tersebut.
|
|
Perkembangan teknologi mendorong semakin berkembangnya
teknologi komunikasi. Kemajuan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan
transistor, kemudian berkembang mikcrohip, sistem komunikasi satelit, dan
lain-lain telah membuat jarak bukan lagi suatu halangan untuk berkomunikasi
dengan yang lainnya. Laju perkembangan teknologi komunikasi telah
memperlancar arus informasi dari dan keseluruh penjuru dunia. Kemajuan
teknologi telah memungkinkan manusia sekarang ini menyaksikan pada waktu yang
sama peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Kemajuan teknologi juga
meningkatkan mobilitas sosial, mempermudah orang untuk saling berhubungan.
Hubungan manusia dari satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin intensif dan
dunia seolah-olah menjadi semakin sempit.
|
Kemajuan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan
transistor, kemudian berkembang mikcrohip, sistem komunikasi satelit, dan
lain-lain telah membuat jarak bukan lagi suatu halangan untuk berkomunikasi
dengan yang lainnya. Laju perkembangan teknologi komunikasi telah
memperlancar arus informasi dari dan keseluruh penjuru dunia. Kemajuan
teknologi telah memungkinkan manusia sekarang ini menyaksikan pada waktu yang
sama peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Kemajuan teknologi juga
meningkatkan mobilitas sosial, mempermudah orang untuk saling berhubungan.
Hubungan manusia dari satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin intensif dan
dunia seolah-olah menjadi semakin kecil dalam artiyan kecendrungan melihat
dunia yang begitu besar menjadi kecil dan mudah.
|
|
Teknologi dapat melakukan penghematan waktu dan jumlah
tenaga kerja manusia. Proses teknologi melalui makna pesan tertulis atau
gambar dipindahkan secara elektronis melalui radio telegraph (telefrint)
untuk satu reproduksi yang jauh letaknya. Dengan teknik ini surat kabar yang
terbit di Amerika misalnya, dalam jangka waktu bersamaan dapat terbit di
Indonesia. Teknik reproduksi ini memungkinkan penyebaran surat kabar lebih
luas dan lebih cepat. Demikian pula di bidang radio, televisi, film, dan
pembuatan mesin hitung elektronis berkembang pesat.
|
Hal lain yang menjadikan manusia selalu berinovasi
adalah Teknologi dapat melakukan penghematan waktu dan jumlah tenaga kerja
manusia. Proses teknologi melalui makna pesan tertulis atau gambar
dipindahkan secara elektronis melalui radio telegraph (telefrint) untuk satu
reproduksi yang jauh letaknya. Dengan teknik ini surat kabar yang terbit di
Amerika misalnya, dalam jangka waktu bersamaan dapat terbit di Indonesia.
Teknik reproduksi ini memungkinkan penyebaran surat kabar lebih luas dan
lebih cepat. Demikian pula di bidang radio, televisi, film, dan pembuatan
mesin hitung elektronis berkembang pesat.
|
|
Sejalan dengan itu restrukturisasi akan terjadi di
dalam berbagai kehidupan masyarakat, kemajuan teknologi ini juga telah
dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Melalui radio,
televisi, film, dan surat kabar dapat dikatakan seluruh pelosok tanah air
telah terjangkau oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan pusat dan
daerah. Pesan-pesan pembangunan dari pusat ke daerah dan sebaliknya dapat
dengan mudah disiarkan oleh media tersebut diatas.
|
Sejalan dengan itu restrukturisasi akan terjadi di
dalam berbagai kehidupan masyarakat, kemajuan teknologi ini juga telah
dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Melalui radio,
televisi, film, dan surat kabar dapat dikatakan seluruh pelosok tanah air
telah terjangkau oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan pusat dan
daerah. Pesan-pesan pembangunan dari pusat ke daerah dan sebaliknya dapat dengan
mudah disiarkan oleh media tersebut diatas.
|
|
Kemajuan teknologi komunikasi jelas akan membawa
dampak, baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial budaya
masyarakat. Secara positif akan memberikan kemungkinan terjadinya komunikasi
secara lebih baik dan luas jangkauannya. Kemajuan ini telah dirasakan
manfaatnya bagi negara-negara yang sedang membangun. Namun secara negatif
menimbulkan masalah baru yaitu memberikan kemudahan timbulnya pertentangan
sosial dan perubahan sistem nilai, karena adanya perbenturan sistem nilai
dalam masyarakat penerima teknologi yang mempunyai latar belakang budaya yang
berbeda.
|
Kemajuan teknologi komunikasi jelas akan membawa
dampak, baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial budaya
masyarakat. Kemajuan ini telah dirasakan manfaatnya bagi negara-negara yang
sedang membangun. Namun secara negatif menimbulkan masalah baru yaitu
memberikan kemudahan timbulnya pertentangan sosial dan perubahan sistem
nilai, karena adanya perbenturan sistem nilai dalam masyarakat penerima
teknologi yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.
|
|
Selain itu tidak mustahil derasnya arus nilai-nilai
budaya melalui media massa dapat menimbulkan perubahan berbagai sikap pada
anggota masyarakat yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda.
Bagi bangsa Indonesia masalah yang dihadapi berkaitan dengan faktor budaya
adalah : (1) Masyarakat Indonesia
merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beraneka suku bangsa dengan
latar belakang kebudayaan, agama, dan sejarah yang berbeda. (2) Masyarakat
yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat
pembangunan yang pada hakekatnya merupakan proses pembaharuan di segala
sektor kehidupan. (3) Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa oleh
media massa memperlancar kontak-kontak antar kebudayaan. (4) Pertambahan
penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas,
kualitas, maupun variasi.
|
Media massa memiliki perubahan berbagai sikap pada
anggota masyarakat yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda.
Bagi bangsa Indonesia masalah yang dihadapi berkaitan dengan faktor budaya
adalah :
1) Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang
terdiri dari beraneka suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama,
dan sejarah yang berbeda.
2) Masyarakat yang
majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat
pembangunan yang pada hakekatnya merupakan proses pembaharuan di segala
sektor kehidupan.
3) Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa oleh
media massa memperlancar kontak-kontak antar kebudayaan.
4) Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana
hidup baik dalam kuantitas, kualitas, maupun variasi.
Budaya yang sangat kuat pada diri pribadi, menjadi
tolak ukur (perbandingan) yang sangat di permasalahkan.
|
|
Dalam hubungan dengan masalah di atas, bangsa Indonesia
harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan
tuntutan pembangunan. Pembangunan sistem nilai yang cocok dengan tuntutan
kemajuan, harus tetap dilandasi nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah
Pancasila sehingga proses medernisasi di Indonesia benar-benar sesuai dengan
tuntutan zaman.
|
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa
Indonesia harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan sistem nilai yang sesuai
dengan tuntutan pembangunan. Pembangunan sistem nilai yang cocok dengan
tuntutan kemajuan, harus tetap dilandasi nilai-nilai yang terkandung dalam
falsafah Pancasila sehingga proses medernisasi di Indonesia benar-benar
sesuai dengan tuntutan zaman. Agar tidak ada salah satu pihak yang dirugikan
dan dihilangkan keyakinannya.
|
|
7.3.6 Partisipasi
Dan Komunikasi
|
7.3.6 Partisipasi
Dan Komunikasi
|
|
Timbul persoalan, bagaimana merekayasa
pergeseran-pergeseran nilai dalam rangka mengaktualisasikan diri sesuai
dengan tuntutan zaman sehingga suatu bangsa memiliki ciri-ciri universal dari
bangsa yang modern, dengan tetap mempertahankan identitas kebangsaan yang
bersumber dari nilai-nilai luhur bangsanya. Masalah penerapan teknologi bagi
kepentingan pembangunan memerlukan penelaahan yang cermat dan mendalam menuju
pemilihan alterantif terbaik yang dapat menghasilkan karya-karya teknologi
yang tepat guna dan tepat lingkungan, berdaya guna dan berhasil guna bagi
peningkatan kesejahteraan rakyat.
|
Pro dan kontra akibat masalah terus terjadi akibat
perkembangan teknologi, bagaimana merekayasa pergeseran-pergeseran nilai
dalam rangka mengaktualisasikan diri sesuai dengan tuntutan zaman sehingga
suatu bangsa memiliki ciri-ciri universal dari bangsa yang modern, dengan
tetap mempertahankan identitas kebangsaan yang bersumber dari nilai-nilai
luhur bangsanya. Masalah penerapan teknologi bagi kepentingan pembangunan memerlukan
penelaahan yang cermat dan alterantif terbaik yang dapat menghasilkan
karya-karya teknologi yang tepat guna dan tepat lingkungan, berdaya guna dan
berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Sehingga salah satu
sumber nilai yang sudah menjadi jadi diri masing-masing pihak tidak hilang
dan terbengkalaikan.
|
|
Proses pembangunan saat ini harus berakar dari bawah
(grassroots), memelihara keberagaman budaya, serta menjunjung tinggi martabat
serta kebebasan bagi manusia dan masyarakat. Dengan kata lain pembangunan
harus menganut paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat. Dengan
demikian, perlu adanya partisipasi secara aktif, penuh inisiatif dan inovatif
dari masyarakat itu sendiri. Sehingga partisipasi masyarakat dalam konteks
ini mengandung makna untuk meneggakan demokrasi local yang selama ini
“terpendam” yang sebenarnya telah dimiliki oleh masyarakat. Sedangkan proses
pemberdayaan masyarakat harus mengandung makna yang dinamis untuk
mengembangkan diri dalam mencapai kemajuan.
|
Proses pembangunan saat ini harus berakar dari bawah
(grassroots), memelihara keberagaman budaya, serta menjunjung tinggi martabat
serta kebebasan bagi manusia dan masyarakat. Dengan kata lain pembangunan
harus menganut paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat. Dengan
demikian, perlu adanya partisipasi secara aktif, penuh inisiatif dan inovatif
dari masyarakat itu sendiri. Sehingga partisipasi masyarakat dalam konteks
ini mengandung makna untuk meneggakan demokrasi local (berdemokrasi) yang
selama ini “terpendam” yang sebenarnya telah dimiliki oleh masyarakat dan
harus berdinamis.
|
|
Dalam berkomunikasi untuk membangkitkan partisipatif
masyarakat, Harmoko mengemukakan bahwa pesan yang disampaikan kepada khalayak
haruslah : (1) Membaca berita hangat
yang isinya cocok dengan kepentingan masyarakat. (2) Menggugah hati
masyarakat sehingga gagasan dan perasaan yang disampaikan oleh si pembawa
pesan sudah seperti milik si penerima pesan itu sendiri. (3) Menimbulkan
dorongan bertindak bagi sasaran khalayak secara spontan dan penuh kesan.
|
Pesan komunikasi yang disamapaikan kepada khalayak haruslah :
1. Membaca berita hangat yang isinya cocok dengan
kepentingan masyarakat.
2. Menggugah hati masyarakat sehingga gagasan dan perasaan
yang disampaikan oleh si pembawa pesan sudah seperti milik si penerima pesan
itu sendiri.
3. Menimbulkan dorongan bertindak bagi sasaran khalayak
secara spontan dan penuh kesan.
|
|
Saluran media massa pada umumnya lebih banyak digunakan
untuk komunikasi informatif. Dengan saluran ini komunikator pembangunan
pembangunan berusaha untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai
pesan-pesan pembangunan. Selanjutnya untuk perubahan perilaku, aktifitas
komunikasi harus dilipatgandakan dengan menggunakan berbagai macam saluran.
|
Dengan saluran ini komunikator pembangunan pembangunan
berusaha untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai pesan-pesan
pembangunan. Selanjutnya untuk perubahan perilaku, aktifitas komunikasi harus
dilipatgandakan dengan menggunakan berbagai macam saluran yang memiliki
pembelajaran tersendiri bagi pengikutnya.
|
|
Rogers dan Shoemaker mengatakan bahwa saluran
interpersonal masih memegang peranan penting dibanding dengan media massa,
terlebih-lebih di negara-negara yang belum maju dimana kurang tersedianya
media massa yang dapat menjangkau khalayak terutama warga pedesaan, tingginya
tingkat buta huruf dan tidak sesuainya pesan-pesan yang disampaikan dengan
kebutuhan masyarakat.
|
Rogers dan Shoemaker mengatakan bahwa “saluran
interpersonal masih memegang peranan penting dibanding dengan media massa,
terlebih-lebih di negara-negara yang belum maju dimana kurang tersedianya
media massa yang dapat menjangkau khalayak terutama warga pedesaan, tingginya
tingkat buta huruf dan tidak sesuainya pesan-pesan yang disampaikan dengan
kebutuhan masyarakat”.
|
|
Lazarsfeld
mengatakan bahwa media massa hanya merupakan, 1) peliput ganda pesan
dan penyebar ide secara mendatar dan 2) penguat artinya hanya didengar
apabila sependapat dengan pendapat komunikan. Jadi saluran interpersonal
dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behavior
change) dari komunikan.
|
Lazarsfeld
mengatakan bahwa media massa hanya merupakan,
1) peliput ganda
pesan dan penyebar ide secara mendatar.
2) penguat artinya hanya didengar apabila sependapat
dengan pendapat komunikan.
3) Jadi saluran interpersonal dipergunakan apabila kita
mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari komunikan.
|
|
Indonesia sampai saat ini masih termasuk salah satu
negara yang sedang berkembang, dimana sebagian besar penduduknya berada di
pedesaan dan sekitar 50 % hidup dari hasil pertanian. Oleh sebab itu strategi
komunikasi pembangunan masih dipusatkan pada daerah pedesaan. Hal ini sesuai
dengan pendapat Depari dan Mc Andrews (1991)[10] bahwa sampai saat ini
strategi komunikasi pembangunan masih terbatas pada siaran pedesaan, baik
melalui media massa maupun pemanfaatan para petugas penyuluhan pembangunan.
Oleh sebab itu perlu dipikirkan lebih lanjut, bagaimana usaha-usaha
komunikasi yang ada dapat dikembangkan, terlebih-lebih menghadapi tantangan
era globalisasi.
|
Indonesia sampai saat ini masih termasuk salah satu
negara yang sedang berkembang, dimana sebagian besar penduduknya berada di
pedesaan dan sekitar 50 % hidup dari hasil pertanian. Oleh sebab itu strategi
komunikasi pembangunan masih dipusatkan pada daerah pedesaan. Hal ini sesuai
dengan pendapat Depari dan Mc Andrews (1991)[10] bahwa sampai saat ini
strategi komunikasi pembangunan masih terbatas pada siaran pedesaan, baik
melalui media massa maupun pemanfaatan para petugas penyuluhan pembangunan.
Oleh sebab itu perlu dipikirkan lebih lanjut, bagaimana usaha-usaha
komunikasi yang ada dapat dikembangkan, terlebih-lebih menghadapi tantangan
era globalisasi.
|
|
Dalam hal ini melalui televisi dan radio sebagai
saluran media massa juga sudah pernah melaksanakan program acara siaran
pedesaan. Demikian pula Koran sebagai media cetak telah disalurkan kepada
masyarakat pedesaan. Sedangkan melalui saluran komunikasi interpersonal
pemerintah harus menerjunkan jupen-jupen pembangunan dan penyuluh lapangan.
Pertunjukan rakyat yang mengemas pesan-pesan pembangunan pun banyak
ditampilkan dan kegiatan ini punya daya tarik dan kekuatan tersendiri.
|
Dalam hal ini melalui televisi dan radio sebagai
saluran media massa juga sudah pernah melaksanakan program acara siaran
pedesaan. Demikian pula Koran sebagai media cetak telah disalurkan kepada
masyarakat pedesaan. Sedangkan melalui saluran komunikasi interpersonal
pemerintah harus menerjunkan jupen-jupen pembangunan dan penyuluh lapangan.
Pertunjukan rakyat yang mengemas pesan-pesan pembangunan pun banyak
ditampilkan dan kegiatan ini punya daya tarik dan kekuatan tersendiri.
|
|
Susanto (1988) mengatakan bahwa bentuk-bentuk
komunikasi melalui pertunjukan rakyat/tradisional di maksud untuk : 1)
Memudahkan penerimaan pesan-pesan oleh masyarakat karena disajikan dalam
bentuk yang santai dan mudah dipahami bentuk dan lambangnya. 2) Memancing
komunikasi ke atas, yaitu pesan-pesan dari rakyat langsung kepada pemerintah
dalam bentuk yang dapat diterima oleh pemerintah.
|
Menurut teori Susanto (1988) mengatakan bahwa
bentuk-bentuk komunikasi melalui pertunjukan rakyat/tradisional di maksud untuk
:
1. Memudahkan penerimaan pesan-pesan oleh masyarakat
karena disajikan dalam bentuk yang santai dan mudah dipahami bentuk dan
lambangnya.
2. Memancing komunikasi ke atas, yaitu pesan-pesan dari
rakyat langsung kepada pemerintah dalam bentuk yang dapat diterima oleh
pemerintah.
|
|
Di samping itu wadah lain yang umumnya terdapat
dipedesaan yaitu kelomponcapir ; wadah yang dapat menjembatani pesan-pesan
pembangunan dari media massa kepada masyarakat. Wadah ini biasanya dipimpin
oleh pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders), yang biasanya memiliki
ciri-ciri, lebih tinggi pendidikan formalnya, lebih tinggi status sosialnya
serta status ekonominya, lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi
ide-ide baru, lebih tinggi kemampuan medianya, kemampuan empati mereka lebih
besar, partisipasi sosial mereka lebih besar, lebih kosmopolit (modern).
|
Di dalam wadah lain yang umumnya terdapat dipedesaan
yaitu kelomponcapir ; wadah yang dapat menjembatani pesan-pesan pembangunan
dari media massa kepada masyarakat. Wadah ini biasanya dipimpin oleh
pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders), yang biasanya memiliki ciri-ciri,
lebih tinggi pendidikan formalnya, lebih tinggi status sosialnya serta status
ekonominya, lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi ide-ide baru, lebih
tinggi kemampuan medianya, kemampuan empati mereka lebih besar, partisipasi
sosial mereka lebih besar, lebih kosmopolit (modern).
|
|
Untuk masyarakat perkotaan yang umumnya sudah memiliki
banyak media, pesan harus disampaikan sedemikian rupa disesuaikan dengan
tingkat pendidikan dan kebutuhan. Penyajian pesan lewat sinetron yang dapat
dinikmati keluarga dikala santai akan dapat menggugah kesadaran khalayak. Di
samping penyajian pesan melalui media tercetak, seperti leaflet, folder,
brosur, dan sebagainya, yang dibuat dengan cara yang menarik sehingga sayang
untuk dibuang begitu saja.
|
Masyarakat perkotaan yang umumnya sudah memiliki banyak
media, pesan harus disampaikan sedemikian rupa disesuaikan dengan tingkat
pendidikan dan kebutuhan. Penyajian pesan lewat sinetron yang dapat dinikmati
keluarga dikala santai akan dapat menggugah kesadaran khalayak. Di samping
penyajian pesan melalui media tercetak, seperti leaflet, folder, brosur, dan
sebagainya, yang dibuat dengan cara yang menarik harus lah menjadi pembelajaran
bagi penontong setianya tidak terbuang begitu saja.
|
|
7.4 Kelembagaan
dan Pembangunan Ekonomi
|
7.4 Kelembagaan
dan Pembangunan Ekonomi
|
|
Bebicara mengenai sistem perekonomian di suatu negara
merupakan perdebatan panjang yang sampai saat ini belum memiliki titik temu
yang sesuai dengan keinginan, perdebatan menjadi panjang dikarenakan setiap
negara yang ada di dunia ini memiliki aturan main, perilaku dan sumberdaya
yang berbeda. Jika kita melihat beberapa negara di dunia, berbagai jenis
sistem ekonomi telah diterapakan, namun sampai saat ini hasil dari penerapan
sistem itu masih terdapat kegagalan yang sanagt sulit di cari solusinya.
|
Sistem perekonomian di suatu negara merupakan
perdebatan panjang yang sampai saat ini belum memiliki titik temu yang sesuai
dengan keinginan, perdebatan menjadi panjang dikarenakan setiap negara yang
ada di dunia ini memiliki aturan main, perilaku dan sumberdaya yang berbeda.
Jika kita melihat beberapa negara di dunia, berbagai jenis sistem ekonomi
telah diterapakan, namun sampai saat ini hasil dari penerapan sistem itu
masih terdapat kegagalan yang sanagt sulit di cari solusinya.
|
|
Tidak bisa dipungkiri Indonesia sebagai negara besar
juga mengikuti sistem yang diadopsi dari negara-negara barat, padahal jika
kita melihat kondisi Indonesia mulai dari struktur kehidupan, budaya,
demografi, sikologis dan sejarah sudah jelas berbeda dengan negara tempat
dianutnya sistem ekonomi yang diterapakan. Berawal dari inilah penulis
mencoba mencari titik temu dari permasalahn yang dihadapi bangsa ini,
kira-kira sistem ekonomi apa yang tepat untuk di terapakan di negara
Indonesia, akankah kita akan selalau mengikuti atauran main yang ada di
negara lain, atau justru kita mampu menciptakan aturan main sendiri (bermain
dinegeri sendiri,menjadi wasit dan menjadi pemenang di negeri sendiri).
|
Tidak bisa dipungkiri Indonesia sebagai negara besar
juga mengikuti sistem yang diadopsi dari negara-negara barat, padahal jika
kita melihat kondisi Indonesia mulai dari struktur kehidupan, budaya,
demografi, sikologis dan sejarah sudah jelas berbeda dengan negara tempat
dianutnya sistem ekonomi yang diterapakan. Berawal dari inilah penulis
mencoba mencari titik temu dari permasalahn yang dihadapi bangsa ini,
kira-kira sistem ekonomi apa yang tepat untuk di terapakan di negara
Indonesia, akankah kita akan selalau mengikuti atauran main yang ada di
negara lain, atau justru kita mampu menciptakan aturan main sendiri (bermain
dinegeri sendiri,menjadi wasit dan menjadi pemenang di negeri sendiri).
|
|
Dalam menganalisis masalah ini penulis melakukan kajian
literatur dari berbagai sumber, berdiskusi dengan para pakar yang akhirnya
penulis menemukan sitem ekonomi yang menurut penulis sendiri tepat untuk
diterapkan di Indonesia yaitu sistem ekonomi kerakyatan yang dalam hal ini
penulis menggunakan pendekatan ekonomi kelembagaan yang berpijak pada sistem
nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy)
masyarakat Indonesia.
|
Banyak nya pemasalan yang dihadapi maka dari itu
penulis melakukan kajian literatur dari berbagai sumber, berdiskusi dengan
para pakar yang akhirnya penulis menemukan sitem ekonomi yang menurut penulis
sendiri tepat untuk diterapkan di Indonesia yaitu sistem ekonomi kerakyatan
yang dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan ekonomi kelembagaan yang
berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil
(real-life economy) masyarakat Indonesia.
|
|
7.4.1 Pembahasan
|
7.4.1 Pembahasan
|
|
Munculnya Ekonomi Kelembagaan (Institutional Economics)
merupakan reaksi dari rasa ketidakpuasan terhadap aliran Neoklasik, yang
sebenarnya merupakan kelanjutan dari aliran ekonomi klasik. Menurut Hasibun
(2003) inti pokok aliran ekonomi kelembagaan adalah melihat ilmu ekonomi
dengan satu kesatuan ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, politik,
antropologi, sejarah dan hukum.
|
Keunculan Ekonomi Kelembagaan (Institutional Economics)
merupakan reaksi dari rasa ketidakpuasan terhadap aliran Neoklasik, yang
sebenarnya merupakan kelanjutan dari aliran ekonomi klasik. Menurut Hasibun
(2003) inti pokok aliran ekonomi kelembagaan adalah melihat ilmu ekonomi
dengan satu kesatuan ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, politik,
antropologi, sejarah dan hukum.
|
|
Landreth dan Colandar (1994) membagi para tokoh ekonomi
aliran kelembagaan dalam tiga golongan, yaitu tradisional, quasi dan neo.
Yustika (2006) membagi aliran
Kelembagaan dalam ilmu ekonomi kelembagaan lama (old institutional economics)
dan ilmu ekonomi kelembagaan baru (new institutional Economics). Mengkombinasikan
dari kedua pandangan tersebut, pertama akan dikemukakan aliran ekonomi
kelembagaan lama, kedua quasi dan aliaran ekonomi kelembagaan baru.
|
Landreth dan Colandar (1994) membagi para tokoh ekonomi
aliran kelembagaan dalam tiga golongan, yaitu tradisional, quasi dan neo.
Yustika (2006) membagi aliran
Kelembagaan dalam ilmu ekonomi kelembagaan lama (old institutional economics)
dan ilmu ekonomi kelembagaan baru (new institutional Economics).
Mengkombinasikan dari kedua pandangan tersebut, pertama akan dikemukakan
aliran ekonomi kelembagaan lama, kedua quasi dan aliaran ekonomi kelembagaan
baru.
|
|
7.4.2 Aliran
Kelembagaan Lama
|
7.4.2 Aliran
Kelembagaan Lama
|
|
Bapak Ekonomi kelembagaan yang disetujui oleh para
pakar adalah Thorestein Bunde Veblen (1857-1929). Krirtik Veblen sangat tajam
terhadap ekonomi ortodoks, dimana pengertian ekonomi ortodoks adalah
pemikiran-pemikiran yang menggunakan dan melanjutkan ekonomi Klasik seperti
persaingan bebas, persaingan sempurna, manusia adalah rasional, motivasi
memaksimalkan keuntungan dan meminimasi pengeorbanan ekonomi. Menurut Veblen
teori ekonomi ortodoks merupakan teori teologi, oleh karena akhir cerita
telah ditentukan dari awal. Misalnya, keseimbangan jangka panjang itu tidak
pernah dibuktikan, tetapi telah ditentukan walaupun ceritanya belum dimulai.
Ilmu ekonomi bukan hanya mempelajari tingkat harga, alokasi sumber-sumber
tetapi justru mempelajari faktor-faktor yang dianggap tetap (given).
|
Thorestein Bunde
Veblen (1857-1929). Krirtikan Veblen sangat tajam terhadap ekonomi ortodoks,
dimana pengertian ekonomi ortodoks adalah pemikiran-pemikiran yang
menggunakan dan melanjutkan ekonomi Klasik seperti persaingan bebas, persaingan
sempurna, manusia adalah rasional, motivasi memaksimalkan keuntungan dan
meminimasi pengeorbanan ekonomi. Menurut Veblen teori ekonomi ortodoks
merupakan teori teologi, oleh karena akhir cerita telah ditentukan dari awal.
Misalnya, keseimbangan jangka panjang itu tidak pernah dibuktikan, tetapi
telah ditentukan walaupun ceritanya belum dimulai. Ilmu ekonomi bukan hanya
mempelajari tingkat harga, alokasi sumber-sumber tetapi justru mempelajari
faktor-faktor yang dianggap tetap (given).
|
|
Salah seorang tokoh ekonomi kelembagaan dari inggris
yang penting adalah John A. Hobson (1858-1940). Menurutnya, ada tiga
kelemahan toeri ekonomi ortodoks, yaitu tidak dapat menyelesaikan maslah
full-employment, distribusi pendapatan yang senjang dan pasar bukan ukuran
terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Beliau tidak setuju adanya unsur
ekonomi positif dan normatif karena keduanya tetap memerlukan adanya unsur
etika. Timbulnya Imprealsime menurut Hobsoan disebabkan karena terjadinya
konsumsi yang kurang dan kelebihan tabungan di dalam negeri, maka diperlukan
penanaman modal ke daerah-daerah jajahan. Pengeluaran pemerintah dan pajak
dapat mendorong ekonomi ke arah full-employment dan peningkatan pendapatan
pekerja dan produktivitas. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan
mendorong peningkatan produktivitas, yang berarti bisa terhindar dari bahaya
adanya resesi.
|
okoh ekonomi kelembagaan dari inggris yang penting
adalah John A. Hobson (1858-1940). Menurutnya, ada tiga kelemahan toeri
ekonomi ortodoks, yaitu tidak dapat menyelesaikan maslah full-employment,
distribusi pendapatan yang senjang dan pasar bukan ukuran terbaik untuk
menentukan ongkos sosial. Beliau tidak setuju adanya unsur ekonomi positif
dan normatif karena keduanya tetap memerlukan adanya unsur etika. Timbulnya
Imprealsime menurut Hobsoan disebabkan karena terjadinya konsumsi yang kurang
dan kelebihan tabungan di dalam negeri, maka diperlukan penanaman modal ke
daerah-daerah jajahan. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong
ekonomi ke arah full-employment dan peningkatan pendapatan pekerja dan
produktivitas. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong
peningkatan produktivitas, yang berarti bisa terhindar dari bahaya adanya
resesi.
|
|
MODIFIKATOR
|
JESSICHA PRAMUDITHA ILHAM
|
|
NASKAH ASLI
|
NASKAH MODIFIKASI
|
|
7.4.3 Aliran
Kelembagaan
|
7.4.3 Aliran
Kelembagaan
|
|
Para tokoh yang masuk di dalam aliran ini adalah mereka
yang terpengaruh oleh pemikiran veblen dan kawan-kawannya, para tokoh aliran
ini antara lain Joseph Schumpeter, Gunnar Myrdal, dan kenneth Galbraith.
Pemikiran schumpeter bertumpu pada ekonomi jangka panjang, yang terlihat
dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru, maupun
dalam mejelaskan terjadinya siklus ekonomi. Keseimbangan ekonomi yang statis
dan stasioner seperti konsep kaum ortodoks mengalami gangguan dengan adanya
inovasi, Meskipun demikian, gangguan tersebut dalam rangka berusaha mencari
keseimbangan yang baru. Inovasi tidak bisa berlanjut kalau kaum wirasawata
telah terjebak dalam persoalan-persoalan yang sifatnya rutin.
|
Para tokoh yang masuk di dalam aliran ini adalah mereka
yang terpengaruh oleh pemikiran veblen dan kawan-kawannya, para tokoh aliran
ini antara lain Joseph Schumpeter, Gunnar Myrdal, dan kenneth Galbraith.
Pemikiran schumpeter bertumpu pada ekonomi jangka panjang, yang terlihat
dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru, maupun
dalam mejelaskan terjadinya siklus ekonomi. Keseimbangan ekonomi yang statis
dan stasioner seperti konsep kaum ortodoks mengalami gangguan dengan adanya
inovasi, Meskipun demikian, gangguan tersebut dalam rangka berusaha mencari
keseimbangan yang baru. Inovasi tidak bisa berlanjut kalau kaum wirasawata
telah terjebak dalam persoalan-persoalan yang sifatnya rutin.
|
|
Sedangkan Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi
kapitalis di Amerika serikat yang tidak sesuai dengan perkiraan (prediksi)
yang dikemukakan kaum ekonomi ortodoks. Asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh
teori ekonomi ortodoks dalam kenyataannya melenceng jauh sekali. Keberadaan
pasar persaingan sempurna tidak ada, bahkan pasar telah dikuasai oleh
perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan ini demikian besar
kekuasaanya sehingga selera konsumen bisa diaturnya.
|
Meurut Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis
di Amerika serikat yang tidak sesuai dengan perkiraan (prediksi) yang
dikemukakan kaum ekonomi ortodoks. Asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh teori
ekonomi ortodoks dalam kenyataannya melenceng jauh sekali. Keberadaan pasar
persaingan sempurna tidak ada, bahkan pasar telah dikuasai oleh
perusahaan-perusahaan besar. Dan semua konsumsi yang dibutuhkan oleh konsumen
seakan-akan dapat dikendalikan sesuai keingunan perusahaan yang paling
berkuasa.
|
|
Pada perusahaan yang besar ini, pemilik modal terpisah dengan
manajer profesional dan para manajer ini telah menjadi technostrusture
masyarakat. Konsumsi masyarakat telah menjadi demikian tinggi, tetapi
sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan dan kwalitas barang-barang swasta
tidak dapat diimbangi oleh barang-barang publik. Selanjutnya
kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan buruh, pemerintah
dan lembaga-lembaga konsumen. Namun demikian, untuk menjamin keberlanjutan
perusahan-perusahaan ini, maka pemerintah hendaknya berfungsi untuk menstabilkan
perkembangan ekonomi.
|
Pemilik modal terpisah dengan manajer profesional dan
para manajer ini telah menjadi technostrusture masyarakat. Konsumsi
masyarakat telah menjadi demikian tinggi, menjadikan pencemaran lingkungan
dan kwalitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang
publik. Selanjutnya kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh
kekuatan buruh, pemerintah dan lembaga-lembaga konsumen. Namun demikian,
untuk menjamin keberlanjutan perusahan-perusahaan ini, maka pemerintah
hendaknya berfungsi untuk menstabilkan perkembangan dan mengendalikan ekonomi
terutama pada kebutuhan pokok manusia.
|
|
7.4.4 Aliran
Kelembagaan Baru
|
7.4.4 Aliran
Kelembagaan Baru
|
|
Aliran Ekonomi Kelembagaan Baru (New Institutional
Economics disingkat NIE) dimulai pada tahun-tahun 1930-an dengan ide dari
penulis yang berbeda-beda. Menurut Yustika (2006), pada tahun-tahun terakhir
ini terjadi kesamaan ide yang mereka usung dan kemudian dipertimbangkan
menjadi satu payung yang bernama NIE. Secara garis besar, NIE sendiri
merupakan upaya ‘perlawanan’ terhadap dan sekaligus pengembangan ide ekonomi
Neoklasik, meskipun tetap saja dapat terpengaruh oleh ideologi dan politik
yang ada pada masing-masing para pemikir.
|
Dimulai pada tahun-tahun 1930-an dengan ide dari
penulis yang berbeda-beda Aliran Ekonomi Kelembagaan Baru (New Institutional
Economics disingkat NIE). Menurut Yustika (2006), pada tahun-tahun terakhir
ini terjadi kesamaan ide yang mereka usung dan kemudian dipertimbangkan
menjadi satu payung yang bernama NIE. Secara garis besar, NIE sendiri
merupakan upaya ‘perlawanan’ terhadap dan sekaligus pengembangan ide ekonomi
Neoklasik, meskipun tetap saja dapat terpengaruh oleh ideologi dan politik
yang ada pada masing-masing para pemikir.
|
|
NIE dengan demikian menempatkan dirinya sebagai
pembangun teori kelembagaan nonpasar dengan fondasi teori ekonomi Neoklasik.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu tokoh NIE Douglas C. North, bahwa
NIE masih menggunakan dan menerima asumsi dasar dari ekonomi Neoklasik mengenai
kelangkaan dan kompetisi akan tetapi meninggalkan asumsi rasionalitas
instrumental (instrumental rasionality). Oleh karena ekonomi Neoklasik memaki
asumsi tersebut menyebabkan menjadi teori yang bebas kelembagaan
(institutional-free theory).
|
Dengan demikian (New Institutional Economics) NIE
menempatkan dirinya sebagai pembangun teori kelembagaan nonpasar dengan
fondasi teori ekonomi Neoklasik. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu
tokoh NIE Douglas C. North, bahwa NIE masih menggunakan dan menerima asumsi
dasar dari ekonomi Neoklasik mengenai kelangkaan dan kompetisi akan tetapi
meninggalkan asumsi rasionalitas instrumental (instrumental rasionality).
Oleh karena ekonomi Neoklasik memaki asumsi tersebut menyebabkan menjadi
teori yang bebas kelembagaan (institutional-free theory).
|
|
NIE selanjutnya memperdalam kajiannya tentang
kelembagaan nonpasar, seperti hak kepemilikan, kontrak, partai revolutioner
dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena sering terjadi masalah kegagalan
pasar (market failure). Kegagalan pasar muncul karena terjadinya asimetris
informasi, eksternalitas produksi (production externality) dan adanya
kenyataan keberadaan barang-barang-barang publik (publik goods). Akibat
kealpaan teori ekonomi Neoklasik terhadap adanya kegagalan pasar, maka
dilupakan pula adanya kenyataan pentingnya biaya-biaya transaksi (transaction
cost). Di samping itu NIE menambah bahasannya tentang terjadinya kegagalan
kelembagaan (institutional failure) sebagai penyebab terjadinya
keterbelakangan pada banyak negara.
|
NIE selanjutnya memperdalam kajiannya tentang
kelembagaan nonpasar, seperti hak kepemilikan, kontrak, partai revolutioner
dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena sering terjadi masalah kegagalan
pasar (market failure). Kegagalan pasar muncul karena terjadinya asimetris
informasi, eksternalitas produksi (production externality) dan adanya
kenyataan keberadaan barang-barang-barang publik (publik goods). Akibat
kealpaan teori ekonomi Neoklasik terhadap adanya kegagalan pasar, maka
dilupakan pula adanya kenyataan pentingnya biaya-biaya transaksi (transaction
cost). Di samping itu NIE menambah bahasannya tentang terjadinya kegagalan
kelembagaan (institutional failure) sebagai penyebab terjadinya
keterbelakangan pada banyak negara.
|
|
Dengan demikian, ilmu ekonomi kelembagaan kemudian
menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam
perkembangan ilmu pengetahuan sosial ekonomi, budaya dan terutama ekonomi
politik. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena
ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya, termasuk
beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. Penghargaan tersebut tidak
hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya, tetapi juga pada bidang
keilmuannya, yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini, 2002) .
|
Dengan demikian, ilmu ekonomi kelembagaan kemudian
menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam
perkembangan ilmu pengetahuan sosial ekonomi, budaya dan terutama ekonomi
politik. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena
ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya, termasuk
beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. Penghargaan tersebut tidak
hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya, tetapi juga pada bidang
keilmuannya, yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini, 2002) .
|
|
Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa
pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah
ekonomi, seperti aspek sosial, hukum, politik, budaya, dan yang lain sebagai
satu kesatuan analisis (Yustika, 2008: 55). Oleh karena itu, untuk mendekati
gejala ekonomi maka, pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode
kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular,
subyektif dan, nonprediktif.
|
Menurut Yustika, (2008: 55). Para penganut ekonomi
kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk
memotret masalah-masalah ekonomi, seperti aspek sosial, hukum, politik,
budaya, dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis. Oleh karena itu, untuk mendekati
gejala ekonomi maka, pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode
kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular,
subyektif dan, nonprediktif.
|
|
Pertama, partikular dimaknai sebagai heterogenitas
karakteristik dalam masyarakat. Artinya setiap fenomena sosial selalu
spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk
kondisi sosial yang lain). Lewat premis partikularitas tersebut, sebetulnya
penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: (1) keyakinan bahwa
fenomena sosial tidaklah tunggal; dan (2) penelitian kualitatif secara rendah
hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika, 2008: 69).
|
Premis pertama, partikular dimaknai sebagai
heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Artinya setiap fenomena sosial
selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk
kondisi sosial yang lain). Lewat premis partikularitas tersebut, sebetulnya
penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal:
1. keyakinan bahwa
fenomena sosial tidaklah tunggal
2. penelitian
kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya
(Yustika, 2008: 69).
|
|
Kedua, yang dimaksud dengan subyektif disini
sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif
tetapi realitas atau fenomena sosial. Karena itu lebih mendekatkan diri pada
situasi dan kondisi yang ada pada sumber data, dengan berusaha menempatkan
diri serta berpikir dari sudut pandang “orang dalam” dalam antropologi
disebut dengan emic.
|
Premis yang kedua, subyektif sesungguhnya bukan berarti
peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena
sosial. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada
pada sumber data, dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut
pandang “orang dalam” dalam antropologi disebut dengan emic.
|
|
Ketiga, nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma
penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi kedepan,
tetapi yang ditekankan disini ialah bagaimana pemaknaan, konsep, definisi,
karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi atas sesuatu. Jadi titik
tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena.
|
Premis yang ketiga, nonprediktif ialah bahwa dalam
paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi
kedepan, tetapi yang ditekankan disini ialah bagaimana pemaknaan, konsep,
definisi, karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi atas sesuatu. Jadi
titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena.
|
|
7.4.5 Ekonomi
Kelembagaan Di Indonesia
|
7.4.5 Ekonomi
Kelembagaan Di Indonesia
|
|
Perkembangan pemikiran ekonomi di Barat turut
mempengaruhi studi-studi ekonomi di Indonesia. Beberapa sarjana-sarjana
Indonesia lulusan sekolah Barat yang menaruh perhatian terhadap gagasan ini
dapat dilacak misalnya, Mubyarto, dengan pemikirannya tentang pengembangan
ilmu dan pendidikan ekonomi alternatif yang berpijak pada sistem nilai,
sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy)
masyarakat Indonesia. Lincolin Arsyad (2005) dalam penelitiannya Assessing
the Performance and Sustainability of Microfinance Institution: The Case of
Village Credit Institution of Bali menemukan kinerja Lembaga Perkreditan
Desa (LPD) di Gianyar, Bali dipengaruhi oleh kelembagaan yang meliputi
lembaga formal dan informal. Ia mencatat bahwa kelembagaan adat memberikan
kontribusi dalam kinerja portofolio, leverage, rasio kecukupan modal,
produktivitas, efisiensi, profitabilitas, dan kelayakan keuangan LPD.
|
Studi-studi ekonomi di Indonesia turut di pengaruhi
oleh perkembangan pemikiran ekonomi di Barat. Misalnya Mubyarto seorang
sarjana Indonesia lulusan sekolah Barat yang memiliki sebuah gagasan dengan
pemikirannya tentang pengembangan ilmu dan pendidikan ekonomi alternatif yang
berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life
economy) masyarakat Indonesia. Lincolin Arsyad (2005) dalam penelitiannya
Assessing the Performance and Sustainability of Microfinance Institution:
The Case of Village Credit Institution of Bali menemukan kinerja Lembaga
Perkreditan Desa (LPD) di Gianyar, Bali dipengaruhi oleh kelembagaan yang
meliputi lembaga formal dan informal. Menurutnya kinerja portofolio,
leverage, rasio kecukupan modal, produktivitas, efisiensi, profitabilitas,
dan kelayakan keuangan LPD adalah hasil dari kontribusi kelembagaan adat.
|
|
Ahmad Erani Yustika (2005) lulusan
Georg-August-Universität Göttingen, Jerman dengan disertasi Transaction
Cost Economics of The Sugar Industry in Indonesia dan juga buku teks
“Ekonomi Kelembagaan: Defenisi, Teori, dan Strategi” sehingga tidaklah
berlebihan jika Yustika dikategorikan sebagai salah satu pemikir ekonomi
kelembagaan di tanah air. Negara-negara ataupun kawasan yang lebih makmur
dewasa ini adalah yang memiliki kelembagaan politik dan ekonomi lebih baik di
masa lalu (Hall & Jones, 1999; dan Acemoglu, et.al., 2001). Kemajuan
China dan India dewasa ini, dengan segala kekurangannya, bisa dijelaskan dari
aspek kelembagaan ini. Juga negara-negara di Asia yang paling dinamis.Apalagi
saat terjadi gelombang krisis keuangan yang menerpa dunia saat ini dimana
mainstream ekonomi yang berpijak pada asumsi-asumsi ekonomi klasik membuat
pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya, karena itu
studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan
alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Dengan demikian diharapakan ekonomi
kelembagaan dapat menjadi eskalaotor perbaiakan ekonomi di Indonesia.
|
Ahmad Erani Yustika (2005) dikategorikan sebagai salah
satu pemikir ekonomi kelembagaan di tanah air, beliau merupakan lulusan
Georg-August-Universität Göttingen, Jerman dengan disertasi Transaction
Cost Economics of The Sugar Industry in Indonesia dan juga buku teks
“Ekonomi Kelembagaan: Defenisi, Teori, dan Strategi. Negara-negara ataupun
kawasan yang lebih makmur dewasa ini adalah yang memiliki kelembagaan politik
dan ekonomi lebih baik di masa lalu (Hall & Jones, 1999; dan Acemoglu,
et.al., 2001). Dari aspek kelembagaan, kemajuan China dan India dewasa ini,
dengan segala kekurangannya pun dapat
dijelaskan begitu juga dengan negara-negara di Asia yang paling dinamis.
Apalagi saat terjadi gelombang krisis keuangan yang menerpa dunia saat ini
dimana mainstream ekonomi yang berpijak pada asumsi-asumsi ekonomi klasik
membuat pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya, karena
itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan
alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Diharapakan ekonomi kelembagaan dapat
menjadi jalan mudah sebagai perbaikan ekonomi di Indonesia.
|
|
7.5 Kemiskinan
dan Lingkungan Hidup
|
7.5 Kemiskinan
dan Lingkungan Hidup
|
|
Kemiskinan secara harfiah dapat dikatakan sebagai
keadaan tidak memiliki apa-apa secara cukup. Dalam beerbagai pandangan ada
tiga jenis kemiskinan yang sering dikemukakan yaitu kemiskinan struktural,
kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Kemiskinan struktural dimengerti
sebagai kemiskinan yang timbul sebagai akibat dari kebijakan pemerintah dan
perilakuk korporasi yang membuat masyarakat miskin, tidak atau sedikit sekali
memiliki akses terhadap ekonomi produktif. Kemiskinan relatif merupakan
kemiskinan yang timbul tidak hanya dilihat dari aspek pendapatan semata namun
juga keadaan hidup dalam lingkungan sosial. Sedangkan kemiskinan absolut
menurut Sumodiningrat (1997) yaitu kemiskinan yang diukur dari tingkat
kemampuan untuk membiayai hidup minimal sesuai dengan martabat hidup yang
manusiawi.
|
Kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan tidak
memiliki apa-apa secara cukup. Ada tiga jenis kemiskinan yang sering
dikemukakan yaitu kemiskinan struktural, kemiskinan relatif dan kemiskinan
absolut. Kemiskinan struktural timbul akibat dari kebijakan pemerintah dan
perilaku korporasi yang membuat masyarakat miskin, tidak atau sedikit sekali
memiliki akses terhadap ekonomi produktif. Kemiskinan relatif timbul tidak
hanya dilihat dari aspek pendapatan semata namun juga keadaan hidup dalam
lingkungan sosial. Sedangkan kemiskinan absolut yaitu kemiskinan yang diukur
dari tingkat kemampuan untuk membiayai hidup minimal sesuai dengan martabat
hidup yang manusiawi menurut Sumodiningrat (1997).
|
|
Berbagai lembaga-lembaga yang berkaitan dengan
kemiskinan sering memakai kemiskinan absolut sebagai patokan. Hal ini
dikarenakan pada pengertian kemiskinan absolut, kemiskinan itu dapat diukur
dengan suatu nilai. Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai
keadaan hidup dengan pendapatan dibawah USD 1/hari dan kemiskinan menengah
dengan pendapatan USD 2/hari. Di Indonesia, kemiskinan diukur pula dengan
harga komoditas pokok yang penting seperti beras.
|
Kemiskinan absolut sering digunakan sebagai patokan.
Hal ini dikarenakan pada pengertian kemiskinan absolut, kemiskinan itu dapat
diukur dengan suatu nilai. Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut
sebagai keadaan hidup dengan pendapatan dibawah USD 1/hari dan kemiskinan
menengah dengan pendapatan USD 2/hari. Di Indonesia, kemiskinan diukur pula
dengan harga komoditas pokok yang penting seperti beras.
|
|
Kemiskinan di Indonesia pada Maret 2008 oleh survey BPS
mencapai 34,96 juta orang atau 15% dari total penduduk Indonesia. Meskipun
angka ini turun, menurut Bappenas (2009) pada tahun 2009 diperkirakan terjadi
penurunan persentase kemiskinan menjadi 12-14% di Indonesia. Kemiskinan di
Indonesia tidak hanya terjadi di daerah namun juga di kota besar seperti
Jakarta dan Surabaya.
|
Kemiskinan di Indonesia pada Maret 2008 oleh survey BPS
mencapai 34,96 juta orang atau 15% dari total penduduk Indonesia. Meskipun
angka ini turun, menurut Bappenas (2009) pada tahun 2009 diperkirakan terjadi
penurunan persentase kemiskinan menjadi 12-14% di Indonesia. Kemiskinan di
Indonesia tidak hanya terjadi di daerah namun juga di kota besar seperti
Jakarta dan Surabaya.
|
|
Lingkungan merupakan aspek penting bagi kehidupan
Indonesia. Lingkungan serta keberagamannya bukan hanya menjadi ikon bagi
Indonesia namun juga sudah menjadi bagian dari Indonesia itu sendiri.
Lingkungan di Indonesia berupa hutan serta keragaman biodiversitasnya,
lingkungan perairan termasuk didalamnya pesisir dan kelautan, lingkungan
daerah atau pedesaan, dan lingkungan perkotaan serta lingkungan yang bersifat
alamiah lainnya yang terikat dalam suatu kesatuan wilayah. Lingkungan itu
sendiri melibatkan aspek kehidupan masyarakat dalam kehidupan sosialnya.
|
Lingkungan merupakan aspek penting bagi kehidupan
Indonesia. Di Indonesia, lingkungan serta keberagamannya merupakan bagian
dari Indonesia itu sendiri. Lingkungan di Indonesia berupa hutan serta
keragaman biodiversitasnya, lingkungan perairan termasuk didalamnya pesisir
dan kelautan, lingkungan daerah atau pedesaan, dan lingkungan perkotaan serta
lingkungan yang bersifat alamiah lainnya yang terikat dalam suatu kesatuan
wilayah. Lingkungan itu sendiri melibatkan aspek kehidupan masyarakat dalam
kehidupan sosialnya.
|
|
Keadaan lingkungan di Indonesia dalam dua dekade
terakhir menunjukkan gejala yang memprihatinkan. Kerusakan hutan di Indonesia
menjadi persoalan serius yang menjadi sorotan dunia. Ada dua bentuk
pengrusakan hutan yang paling sering dilakukan yaitu pembalakan liar dan
penambangan liar. Kedua bentuk pengrusakan tersebut juga berperan serta
terhadap perubahan iklim secara global. Hal inilah yang menjadi alasan
mengapa lingkungan di Indonesia menjadi pantauan masyarakat dunia. Bentuk
kerusakan lingkungan lain yang muncul di Indonesia ialah kerusakan lingkungan
di wilayah perkotaan. Masalah sampah, drainase, dan polusi menjadi
permasalahan penting yang sering menggangu kota-kota besar. Akibat yang
sering muncul adalah masalah banjir yang berimbas langsung pada kegiatan
kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan.
|
Dalam dua dekade terakhir menunjukkan keadaaan lingkungan di Indonesia mengalami
gejala yang memprihatinkan yaitu kerusakan hutan. Ada dua bentuk pengrusakan
hutan yang paling sering dilakukan yaitu pembalakan liar dan penambangan
liar. Kedua bentuk pengrusakan tersebut juga berperan serta terhadap
perubahan iklim secara global. Hal inilah yang menjadi pantauan masyarakat
dunia. Bentuk kerusakan lingkungan lain yang muncul di Indonesia ialah
kerusakan lingkungan di wilayah perkotaan. Masalah sampah, drainase, dan
polusi menjadi permasalahan penting yang sering menggangu kota-kota besar.
Akibat yang sering muncul adalah masalah banjir yang berimbas langsung pada
kegiatan kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan.
|
|
Kemiskinan dan kerusakan lingkungan merupakan dua hal
yang pada dasarnya saling berhubungan dan saling memiliki sebab akibat.
Kemiskinan menjadi bagian dari adanya kerusakan lingkungan dan kemiskinan
bisa timbul karena adanya kerusakan lingkungan. Namun apabila dilihat dan
dimaknai lebih mendalam kedua bentuk hubungan ini akan terlihat jelas
perbedaannya.
|
Pada dasarnya hubungan dan saling memiliki sebab akibat
dapat dilihat dari kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Kemiskinan menjadi
bagian dari adanya kerusakan lingkungan dan kemiskinan bisa timbul karena
adanya kerusakan lingkungan. Namun apabila dilihat dan dimaknai lebih
mendalam kedua bentuk hubungan ini akan terlihat jelas perbedaannya.
|
|
Kerusakan lingkungan yang timbul sebagai akibat
kemiskinan merupakan hal yang paling sering ditemui di Indonesia. Masalah
kerusakan lingkungan hutan yang ada terutama disebabkan masalah ekonomi yang
ada dalam masyarakat di daerah. Masyarakat dibuai dengan keuntungan yang akan
diperoleh apabila menjual kayu secara ilegal. Keinginan untuk meningkatkan
taraf hidup menjadi dasar dalam pengrusakan lingkungan. Hal yang sama muncul
dalm banyak kasus kerusakan lingkungan, penambangan rakyat seperti
penambangan emas di Sulawesi, penambangan timah di Pulau Bangka, penambangan
batubara di Padang dan Kalimantan, dan masih banyak tindakan lainnya yang
memang merusak lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup dari miskin menjadi
sejahtera.
|
Kemiskinan merupakan hal yang paling sering ditemui di
Indonesia yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Masalah kerusakan
lingkungan hutan yang ada terutama disebabkan masalah ekonomi yang ada dalam
masyarakat di daerah. Masyarakat dibuai dengan keuntungan yang akan diperoleh
apabila menjual kayu secara ilegal. Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup
menjadi dasar dalam pengrusakan lingkungan. Hal yang sama muncul dalm banyak
kasus kerusakan lingkungan, penambangan rakyat seperti penambangan emas di
Sulawesi, penambangan timah di Pulau Bangka, penambangan batubara di Padang
dan Kalimantan, dan masih banyak tindakan lainnya yang memang merusak
lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup dari miskin menjadi sejahtera.
|
|
Bentuk masalah lain yang muncul sebagai akibat hubungan
kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kemiskinan yaitu kehidupan
masyarakat miskin di wilayah perkotaan. Masyarakat miskin di perkotaan
memiliki masalah permukiman terutama di kota besar seperti Jakarta.
Ketidakberadaan pemukiman bagi masyarakat miskin di perkotaan mengakibatkan
masyarakat miskin bermukim di wilayah yang seharusnya tidak digunakan untuk
bermukim. Jakarta sebagai contoh misalnya, penggunaan bantaran sungai sebagai
tempat bermukim tentu menimbulkan masalah lingkungan yang besar. Berkurangnya
daerah terbuka hijau dan terpakainya daerah penyangga aliran sungai akan
berefek buruk pada keberlanjutan lingkungan daerah aliran sungai. Banjir pun
akan sering muncul karena keberadaan vegetasi yang tergantikan dengan
pemukiman.
|
Kehidupan masyarakat miskin di wilayah perkotaan
merupakan bentuk masalah lain yang muncul sebagai akibat hubungan kerusakan
lingkungan yang ditimbulkan oleh kemiskinan. Masyarakat miskin di perkotaan
memiliki masalah permukiman terutama di kota besar seperti Jakarta.
Ketidakberadaan pemukiman bagi masyarakat miskin di perkotaan mengakibatkan
masyarakat miskin bermukim di wilayah yang seharusnya tidak digunakan untuk
bermukim. Jakarta sebagai contoh misalnya, penggunaan bantaran sungai sebagai
tempat bermukim tentu menimbulkan masalah lingkungan yang besar. Berkurangnya
daerah terbuka hijau dan terpakainya daerah penyangga aliran sungai akan
berefek buruk pada keberlanjutan lingkungan daerah aliran sungai. Banjir pun
akan sering muncul karena keberadaan vegetasi yang tergantikan dengan
pemukiman.
|
|
Pada hubungan kemiskinan yang ditimbulkan oleh
kerusakan lingkungan, kemiskinan timbul karena efek perubahan lingkungan yang
ada. Kerusakan lingkungan membuat perubahan pola sosial masyarakat berubah
dan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi. Hal ini misalnya terjadi pada
masyarakat suku pedalaman dimana hutan sudah dirambah sehingga kehidupan
masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap ekonomi karena makanan yang selam
ini tersedia sudah berkurang. Kehidupan ini akhirnya mengubah kehidupan
sosial dimana mereka harus mencari makanan di luar kebiasaan dan untuk
mendapatkannya perlu untuk bekerja di luar kebiasaan yang ada. Jika tidak
mampu untuk berubah maka terjadi kemiskinan. Bentuk lain hubungan ini yaitu
kerusakan secara langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Hal ini
misalnya terjadi pada tempat yang mengalami bencana seperti longsor dan
banjir akrena kerusakan lingkungan. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian
material dan berdampak pada kehidupan. Petani, misalnya tentu akan mengalami
kerugian luar biasa apabila terjadi banjir dan akhirnya mengalami kesulitan
ekonomi.
|
Kemiskinan timbul karena efek perubahan lingkungan yang
ada. Kerusakan lingkungan membuat perubahan pola sosial masyarakat berubah
dan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi. Hal ini misalnya terjadi pada
masyarakat suku pedalaman dimana hutan sudah dirambah sehingga kehidupan
masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap ekonomi karena makanan yang selama
ini tersedia sudah berkurang. Kehidupan ini akhirnya mengubah kehidupan
sosial dimana mereka harus mencari makanan di luar kebiasaan dan untuk
mendapatkannya perlu untuk bekerja di luar kebiasaan yang ada. Jika tidak
mampu untuk berubah maka terjadi kemiskinan. Bentuk lainnya yaitu kerusakan
secara langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Hal ini terjadi pada
tempat yang mengalami bencana seperti longsor dan banjir akrena kerusakan
lingkungan. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian material dan berdampak
pada kehidupan. Petani, misalnya tentu akan mengalami kerugian luar biasa
apabila terjadi banjir dan akhirnya mengalami kesulitan ekonomi.
|
|
Hubungan yang saling berpengaruh ini perlu dipelajari
dengan baik sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat mengakomodir antara
ketersediaan lingkungan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar
lingkungan. Kekurangsadaran akan pentingnya lingkungan dan besarnya nilai
ekonomi yang ada dalam keadaan lingkungan menjadi penyebab utama hubungan
yang tidak baik ini. Lingkungan yang dikelola dengan baik dengan
memperhatikan juga kehidupan sosial masyarakat disekitarnya sehingga dapat
diperoleh kesejahteraan bagi orang banyak.
|
Dengan adanya hubungan yang saling berpengaruh ini
perlu dipelajari sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat mengakomodir
antara ketersediaan lingkungan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar
lingkungan. Kekurangsadaran akan pentingnya lingkungan dan besarnya nilai
ekonomi yang ada dalam keadaan lingkungan menjadi penyebab utama hubungan
yang tidak baik ini. Lingkungan yang dikelola dengan baik dengan
memperhatikan juga kehidupan sosial masyarakat disekitarnya sehingga dapat
diperoleh kesejahteraan bagi orang banyak.
|
|
Studi Kasus di Indonesia
Daftar Pertanyaan
1. Jelaskan
proses pembentukan modal/investasi terjadi?
2. Menurut
Wilbur Schramm untuk menyuarakan hasil-hasil pembangunan diperlukan strategi
dan Teknologi Komunikasi yang efektif. Sebutkan syarat-syarat yang dimaksud?
|
Studi Kasus di Indonesia
Daftar Pertanyaan
1. Jelaskan proses pembentukan modal/investasi terjadi?
2. Menurut Wilbur Schramm untuk menyuarakan hasil-hasil
pembangunan diperlukan strategi dan Teknologi Komunikasi yang efektif.
Sebutkan syarat-syarat yang dimaksud?
|
Halo Semua, nama saya Jane alice seorang wanita dari Indonesia, dan saya bekerja dengan kompensasi Asia yang bersatu, dengan cepat saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua orang Indonesia yang mencari pinjaman Internet agar berhati-hati agar tidak jatuh ke tangan penipu dan fraudstars banyak kreditur kredit palsu ada di sini di internet dan ada juga yang asli dan nyata,
BalasHapusSaya ingin membagikan testimonial tentang bagaimana Tuhan menuntun saya kepada pemberi pinjaman sebenarnya dan dana pinjaman Real telah mengubah hidup saya dari rumput menjadi Grace, setelah saya tertipu oleh beberapa kreditor kredit di internet, saya kehilangan banyak uang untuk membayar pendaftaran. biaya. . , Biaya garansi, dan setelah pembayaran saya masih belurrm mendapat pinjaman saya.
Setelah berbulan-bulan berusaha mendapatkan pinjaman di internet dan jumlah uang yang dihabiskan tanpa mendapat pinjaman dari perusahaan mereka, maka saya menjadi sangat putus asa untuk mendapatkan pinjaman dari kreditor kredit genue online yang tidak akan meningkatkan rasa sakit saya jadi saya memutuskan untuk Hubungi teman saya yang mendapatkan pinjaman onlinenya sendiri, kami mendiskusikan kesimpulan kami mengenai masalah ini dan dia bercerita tentang seorang pria bernama Mr. Dangote yang adalah CEO Dangote Loan Company.
Jadi saya mengajukan pinjaman sebesar (Rp400.000.000) dengan tingkat bunga 2% rendah, tidak peduli berapa usiaku, karena saya mengatakan kepadanya apa yang saya inginkan adalah membangun bisnis saya dan pinjaman saya mudah disetujui. Tidak ada tekanan dan semua persiapan yang dilakukan dengan transfer kredit dan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mendapatkan sertifikat yang diminta dikembalikan, maka uang pinjaman saya disimpan ke rekening bank saya dan mimpiku menjadi kenyataan. Jadi saya ingin saran semua orang segera melamar kepada Mr. Dangote Loan Company Via email (dangotegrouploandepartment@gmail.com) dan Anda juga bisa bertanya kepada Rhoda (ladyrhodaeny@gmail.com) dan Mr. jude (judeelnino@gmail.com) dan Juga Pak Nikky (nicksonchristian342@gmail.com) untuk pertanyaan lebih lanjut
Anda juga bisa menghubungi saya melalui email di ladyjanealice@gmail.com