Langsung ke konten utama

Tugas Modifikasi Naskah Kelompok 6



JUDUL BAB              : (BAB VII)SUMBER DAYA, TEKNOLOGI DAN KELEMBAGAAN
MODIFIKATOR       :
1.      Muhammad Cholil                    (B1061151011)
2.      Ichtiary Tri Utami                     (B1061151012)
3.      Jessicha Pramuditha I               (B1061151019)
4.      Evi Puspitasari                          (B1061151027)
5.      Maswati                                                (B1061151038)
MODIFIKATOR
ICHTIARY TRI UTAMY
NASKAH ASLI
NASKAH MODIFIKASI
7.1       Peranan Tabungan, Investasi dan Asuransi dalam Pembangunan
7.1       Peranan Tabungan, Investasi dan Asuransi dalam Pembangunan
Dalam perekonomian suatu Negara,tabungan dan investasi merupakan indicator yang dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk di dalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, memiliki dana yang cukup besar. Tetapi di sisi lain, usaha pengerahan sumber dana dalam negeri untuk membiayai pembangunan menghadapi kendala dalam pembentukan modal bauik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu ekspor barang dan jasa ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui instrument pajak.
Dalam perekonomian suatu Negara, tingkat pertumbuhan ekonomi ditentukan dari beberapa indikator yaitu tabungan dan investasi. Pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk di dalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, memiliki dana yang cukup besar. Dalam pembangunan untuk menghadapi kendala dalam pembentukan modal baik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu ekspor barang dan jasa ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui instrument pajak dibiayai oleh usaha pengerahan sumber dana dalam negeri.
Pengeluaran konsumsi masyarakat merupakan salah satu variable makro ekonomi. Dalam identitas pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran, variable ini lazim dilambangkan dengan huruf C, ini dari kata consumption. Pengeluaran konsumsi seseorang adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan disebut tabungan, lazim dilambangkan dengan huruf S, inisial dari kata saving. Apabila pengeluaran-pengeluaran konsumsi semua orang dalam suatu Negara dijumlahkan, maka hasilnya adalah pengeluaran konsumsi masyarakat Negara yang bersangkutan.
Pengeluaran konsumsi masyarakat merupakan salah satu variable makro ekonomi. Dalam identitas pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran, C (consumption) melambangkan variable makro ekonomi. Pengeluaran konsumsi seseorang adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Pengeluaran konsumsi seseorang adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan disebut tabungan, S (saving) melambangkan tabungan. Pengeluaran konsumsi masyarakat Negara yang bersangkutan adalah hasil dari menjumlahkan pengeluaran-pengeluaran konsumsi semua orang  dalam suatu Negara.
Dilain pihak jika tabungan semua orang di suatu Negara dijumlahkan, maka hasilnya adalah tabungan masyarakat Negara tersebut. Selanjutnya, tabungan masyarakat bersama-sama dengan tabungan pemerintah membentuk tabungan nasional. Yang terakhir ini, tabungan nasional merupakan sumber dana investasi.
Jika menjumlahkan tabungan semua orang di suatu Negara, maka hasilnya adalah tabungan masyarakat Negara tersebut. Kemudian, tabungan masyarakat bersama dengan tabungan pemerintah dibentuk tabungan nasional. Yang terakhir, tabungan nasional merupakan sumber dana investasi.
Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatannya. Secara makroagregat, pengeluaran konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan pendapatan nasional. Semakin besar pendapatan, semakin besar pula penggeluaran konsumsi. Perilaku tabungan juga begitu. Jadi, bila pendapatan bertambah, baik konsumsi maupun tabungan akan sama-sama bertambah. Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap tambahan pendapatan disebut hasrat marjinal untuk berkonsumsi ( marginal propensity to consume, MPC ). Sedangkan nisbah besarnya tambahan tabungan terhadap pendapatan dinamakan hasrat marjinal untuk menabung ( marginal propensity to save, MPS ). Pada masyarakat yang kehidupan ekonominya relative belum mapan, biasanya angka MPC mereka relative besar, sementara angka MPS mereka relative kecil. Artinya, jika mereka memperoleh tambahan pendapatan, maka sebagian besar tamabhan pendapatan itu akan teralokasikan untuk konsumsi. Hal sebaliknya berlaku pada masyarakat yang kehidupan ekonominya sudah relative lebih mapan.
Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatannya. John Maynard Keynes menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi masyarakat tergantung pada (berbanding lurus dengan) tingkat pendapatannya. Semakin besar pendapatan, semakin besar pula pengeluaran konsumsi. Begitu pula dengan perilaku tabungan. Jadi, bila pendapatan bertambah, baik konsumsi maupun tabungan akan bertambah pula. Yang disebut hasrat marjinal untuk berkonsumsi (MPC) ialah perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap tambahan pendapatan. Sedangkan yang disebut dengan hasrat marjinal untuk menabung (MPS) ialah nisbah besarnya tambahan tabungan terhadap pendapatan. Apabila angka MPC relative besar, sedangkan angka MPS relative kecil, maka kehidupan perekonomian suatu masyarakat tersebut termasuk belum mapan. Artinya, jika mereka memperoleh tambahan pendapatan, maka sebagian besar pendapatan tersebut mereka gunakan untuk konsumsi. Berbeda pula perilaku masyarakat yang kehidupan perekonomiannya relative lebih mapan.
Tenaga beli seseorang tergantung atas dua unsure pokok yaitu pendapatan yang dibelanjakan dan harga barang yang diperlukan atau dikehendaki. Apabila jumlah pendapatan yang dapat dibelanjakan oleh seseorang berubah maka jumlah barang yang diminta juga akan berubah. Demikian pula halnya harga barang yang dikehendaki juga berubah. Secara matematis pengaruh perubahan harga dan pendapatan bersama-sama terhadap jumlah barang yang diminta dapat diketahui secara serentak.
Dua indicator yang menjadi unsur pokok tenaga beli seseorang dapat dilihat dari pendapatan yang dibelanjakan dan harga barang yang diperlukan atau dikehendaki. Apabila jumlah pendapatan yang dapat dibelanjakan oleh seseorang berubah maka jumlah barang yang diminta juga akan berubah. Demikian pula halnya harga barang yang dikehendaki juga berubah. Secara matematis pengaruh perubahan harga dan pendapatan bersama-sama terhadap jumlah barang yang diminta dapat diketahui secara serentak.
Krisis ekonomi Indonesia yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 yang kemudian menjadi krisis multidimensi berdampak kondisi Indonesia secara umum tidak hanya terhadap sector ekonomi saja. Nilai tukar rupiah yang terdepresiasi sangat tajam, inflasi yang tinggi, menurunnya kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia, merupakan beberapa akibat  dari krisis ekonomi tersebut. Lambat laun, dengan beberapa kali perubahan struktur politik dan penerapan kebijakan-kebjakan oleh pemerintah, kondisi Indonesia menunjukan perubahan yang lebih baik dan kondisi perekonomian yang stabil.
Akibat dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 tidak hanya berdampak pada sector ekonomi saja. Namun terjadi juga pada nilai tukar rupiah yang menurun atau meningkat sangat tajam, inflasi yang tinggi, dan menurunnya kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Yang kemudian krisis ini menjadi krisis multidimensi. Dengan beberapa kali perubahan struktur politik dan penerapan kebijakan-kebjakan oleh pemerintah, kondisi Indonesia menunjukan perubahan yang lebih baik dan kondisi perekonomian yang stabil.

Di indonesia untuk membiayai pembangunan nasional yang mencakup investasi domestic, sumber dananya dapat besumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya jumlah dana serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan tabungan nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.
Biaya yang digunakan dalam pembangunan nasional di Indonesia yang mencakup investasi domestic, sumber dananya dapat bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya jumlah dana serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan tabungan nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.
Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya telah mengenalkan pendekatan ‘dua-jurang’ pada pembangunan ekonomi. Dasar pemikirannya, ‘jurang tabungan dan ‘jurang devisa’ merupakan dua kendala yang terpisah dan berdiri sendiri pada pencapaian target tingkat pertumbuhan di Negara berkembang. Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara untuk menutupi kedua jurang tersebut dalam rangka mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang di targetkan. Sumitro menjelaskan bahwa kekurangan didalam perimbangan antara tabungan nasional dan investasi harus di tutup dengan pemasukan modal dari luar yang berasal dari tabungan oleh kalangan luar negeri.
Pendekatan ‘dua-jurang pada pembangunan ekonomi dikenalkan oleh Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya. Dimana dasar pemikirannya, ‘jurang tabungan’ dan ‘jurang devisa’ merupakan dua kendala yang terpisah dan berdiri sendiri pada pencapain target tingkat pertumbuhan di Negara berkembang. Dalam rangka mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara untuk menutupi kedua jurang tersebut. Sumitro menjelaskan bahwa kekurangan didalam perimbangan antara tabungan nasional dan investasi harus di tutup dengan pemasukan modal dari luar yang berasal dari tabungan oleh kalangan luar negeri.

Akan tetapi Hutang luar negeri membawa dampak langsung dan dampak total yang negatif terhadap tabungan domestik. Selain itu penggunaan bantuan luar negeri tidak efektif dalam menopang proses pembangunan. Hal ini ditandai dengan pengaruhnya tabungan domestik dengan menjadi substitusi atas tabungan domestic itu sendiri sehingga keberadaaan tabungan domestik menjadi tidak efektif dalam pembiayaan pembangunan. Utang luar negeri tampaknya masih akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi Indonesia untuk jangka waktu yang lama. Masalah-masalah yang menyebabkan mengelembungnya utang luar negeri, seperti besarnya utang yang disepakati current account yang terus menjadi defisit dankebutuhan dana untuk membangun yang besar membuat hutang luar negeri tidak dapat dihindari. Namun demikian, perlu adanya optimisme untuk mengatasi masalah utang luar negeri dan dampak negatifnya.
Dampak yang dibawa hutang luar negeri ialah dampak langsung dan dampak total yang negative terhadap tabungan domestic. Penggunaan bantuan luar negeri juga tidak efektif dalam menopang proses pembangunan. Tandanya ialah dengan pengaruhnya tabungan domestic dengan menjadi substitusi atas tabungan domestic itu sendiri sehingga keberadaannya menjadi tidak efektif dalam pembiyaan pembangunan. Dalam ekonomi di Indonesia kegiatan utang luar negeri tampaknya tidak dapat terpisahkan dalam jangka waktu yang lama. Masalah-masalah yang menyebabkan mengelembungnya utang luar negeri, seperti besarnya utang yang disepakati current account yang terus menjadi defisit dankebutuhan dana untuk membangun yang besar membuat hutang luar negeri tidak dapat dihindari. Namun, dibutuhkan optimism untuk mengatasi masalah utang luar negeri dan dampak negatifnya.
7.1.1    Pengertian Tabungan
7.1.1    Pengertian Tabungan
Tabungan sendiri dapat didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan yang tidak dibelanjakan atau digunakan untuk konsumsi . Sedangkan tabungan nasional adalah pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai. Tabungan swasta terdiri atas tabungan, yaitu tabungan perusahaan ( corporate saving ) dan tabungan rumah tangga (household saving ). Di Negara-negara berkembang, tabungan swasta domestik mempunyai peranan yang besar dalam mendukung pembentukan modal, dimana utamanya berasal dari tabungan rumah tangga, selain dari tabungan perusahaan. Tabungan pada umumnya mempunyai peranan lebih kecil di Negara berkembang ditambah hukum yang lemah sehingga tidak kondusif untuk dunia usaha.

Menurut Undang-undang perbankan No. 10 tahun 1998 tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilkyet giro, atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. (Kasmir, SE., MM. : 2002:84). Selain itu, tabungan juga didefinisikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak dibelanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek. Sedangkan tabungan nasional adalah pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Tabungan swasta terdiri atas tabungan, yaitu tabungan perusahaan ( corporate saving ) dan tabungan rumah tangga (household saving ). Di Negara-negara berkembang, tabungan swasta domestik mempunyai peranan yang besar dalam mendukung pembentukan modal, dimana utamanya berasal dari tabungan rumah tangga, selain dari tabungan perusahaan. Tabungan pada umumnya mempunyai peranan lebih kecil di Negara berkembang ditambah hukum yang lemah sehingga tidak kondusif untuk dunia usaha.
Dengan adanya tabungan memungkinkan terjadinya penanaman modal, dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi perekonomian. Proses pembentukan modal ini berjalan melalui tingkatan ; (1) kenaikan volume tabungan nyata yang langsung tergantung kepada kemauan dan kemampuan dan untuk menabung, (2) keberadaan lembaga kredit dan keuangan untuk menggalakan dan menyalurkan tabungan, (3) penggunaan tabungan untuk tujuan investasi dalam barang-barang modal oleh perusahaan.
Dengan memiliki tabungan memungkinkan terjadinya penanaman modal, dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi perekonomian. Proses pembentukan modal ini berjalan melalui tingkatan ;
1.       Kenaikan volume tabungan nyata yang langsung tergantung kepada kemauan dan kemampuan dan untuk menabung.
2.      Keberadaan lembaga kredit dan keuangan untuk menggalakan dan menyalurkan tabungan
3.      Penggunaan tabungan untuk tujuan investasi dalam barang-barang modal oleh perusahaan.
7.1.2    Peran Tabungan Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia.
7.1.2    Peran Tabungan Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia.
Mengikuti kerangka berpikir dari model Harrod – Domar, di dalam suatu ekonomi tertutup ( tanpa sektor luar negeri ) dalam kondisi full employment, dan tanpa mobilitas capital, tabungan menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, yang mekanismenya lewat pertumbuhan investasi. Oleh karena itu investasi dapat dikatakan sebagai fungsi dari tabungan I = f (S) . Semakin tinggi tingkat tabungan yang dapat diciptakan semakin besar kemampuan Negara untuk melakukan investasi. Selanjutnya, peningkatan investasi menambah lebih banyak lagi capital dan lewat proses multiplier menghasilkan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita yang lebih tinggi. Dengan rasio S/Y tetap tidak berubah. Peningkatan pendapatan menambah kemampuan masyarakat untuk menabung dan seterusnya.
Dilihat dari kerangka berpikir dari model Harrod-Domar, di dalam suatu ekonomi tertutup (tanpa sector luar negeri) dalam kondisi full employment, dan tanpa mobilitas capital, tabungan menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, yang mekanismenya lewat pertumbuhan investasi. Oleh karena itu investasi dapat dikatakan sebagai fungsi dari tabungan I = f (S) . Semakin tinggi tingkat tabungan yang dapat diciptakan semakin besar kemampuan Negara untuk melakukan investasi. Selanjutnya, peningkatan investasi menambah lebih banyak lagi capital dan lewat proses multiplier menghasilkan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita yang lebih tinggi. Dengan rasio S/Y tetap tidak berubah. Peningkatan pendapatan menambah kemampuan masyarakat untuk menabung dan seterusnya.
Namun studi-studi empiris yang ada menunjukan adanya hubungan postif antara tabungan dan investasi. Hal ini didasarkan kepada beberapa alasan. Pertama peningkatan produktivitas dan shocks lainnya memberikan efek yang sama terhadap tabungan dan investasi yang diinginkan. Sekalipundalam kondisi dimana mobilitas capital antar Negara sempurna. Kedua peningkatan tabungan dosmetik akan membuat dosmetik akan membuat investasi meningkat. Ketiga melindungi sumber pajak domestic dan neraca pembayaran luar negeri ( Balance Of Payment = BOP )sehingga mengurangi kemungkinan deficit BOP. Terakhir biaya transaksi yang tinggi untuk membeli sekuritas dan investasi di luar negeri. Risiko perubahan nilai tukar, dan keterbatasan informasi antar Negara mengenai investasi membuat tabungan dosmetik tidak begitu saja lari ke luar negeri untuk maksud investasi.
Dalam studi empiris menunjukkan adanya hubungan positif antara tabungan dan investasi, berikut beberapa alaannya. Pertama peningkatan produktivitas dan shocks lainnya memberikan efek yang sama terhadap tabungan dan investasi yang diinginkan. Sekalipundalam kondisi dimana mobilitas capital antar Negara sempurna. Kedua peningkatan tabungan dosmetik akan membuat dosmetik akan membuat investasi meningkat. Ketiga melindungi sumber pajak domestic dan neraca pembayaran luar negeri ( Balance Of Payment = BOP )sehingga mengurangi kemungkinan deficit BOP. Terakhir biaya transaksi yang tinggi untuk membeli sekuritas dan investasi di luar negeri. Risiko perubahan nilai tukar, dan keterbatasan informasi antar Negara mengenai investasi membuat tabungan dosmetik tidak begitu saja lari ke luar negeri untuk maksud investasi.
Hubungan antara pertumbuhan GDP dan tingkat tabungan tidak hanya positif tetapi juga signifikan. Dengan kemajuan teknologi dan akumulasi SDM( human capital )pertumbuhan ekonomi secara permanen. Tabungan dan pendapatan mempunyai hubungan dua arah ( casual link ) : pendapatan meningkat   tabungan meningkat pertumbuhan ekonomi pendapatan meningkat.

Hubungan antara pertumbuhan GDP dan tingkat tabungan tidak hanya positif tetapi juga signifikan. Dengan kemajuan teknologi dan akumulasi SDM (human capital) pertumbuhan ekonomi akan berkembang secara permanen. Tabungan dan pendapatan mempunyai hubungan dua arah ( casual link ) : pendapatan meningkat   tabungan meningkat pertumbuhan ekonomi pendapatan meningkat.
7.1.3    Pengaruh Tabungan Terhadap Pertumbuhan.
7.1.3    Pengaruh Tabungan Terhadap Pertumbuhan.
Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting dari persediaan modal pada kondisi steady-state. Dengan kata lain, jika tingkat tabungan tinggi, maka perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan tingkat ouput yang tinggi, serta sebaliknya. Dasar dari model Solow inilah yang kemudian banyak dikaitkan dengan kebijakan fiskal. Defisit anggaran yang terjadi terus-menerus dapat mengurangi tabungan nasional dan menyusutkan kemampuan berinvestasi. Konsekuensi dalam jangka panjang, yakni rendahnya persediaan modal dan pendapatan nasional.

Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting dari persediaan modal pada kondisi mapan. Jika tingkat tabungan tinggi, perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan memiliki persediaan modal yang kecil dan tingkat output yang rendah. Dasar dari model Solow inilah yang kemudian banyak dikaitkan dengan kebijakan fiskal. Defisit anggaran yang terjadi terus-menerus dapat mengurangi tabungan nasional dan menyusutkan kemampuan berinvestasi. Konsekuensi dalam jangka panjang, yakni rendahnya persediaan modal dan pendapatan nasional.
Dalam kaitannya dengan tingkat pertumbuhan, menurut Solow, tingkat tabungan yang lebih tinggi hanya akan meningkatkan pertumbuhan untuk sementara sampai perekonomian mencapai kondisi  steady-state baru yang lebih tinggi dari sebelumnya. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan yang tinggi, maka hal itu hanya akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi tanpa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Pandangan model Solow tentang hubungan diantara tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya sementara kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan sampai perekonomian mencapai kondisimapan baru. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan memoertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak
mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi selamanya. (Mankiw, 2003).
7.1.4    Peranan Investasi Dan Penanaman Modal Dalam Negeri.
7.1.4    Peranan Investasi Dan Penanaman Modal Dalam Negeri.
Pertumbuhan ekonomi adalah  bagian penting dari pembangunan sebuah negara, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu indikator   penting untuk menjelaskan bahwa suatu negara itu mampu secara finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi,  begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini,  pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi suatu negara.

Menurut Sukirno (2000) pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi,  begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini,  pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi suatu negara.
Begitu  juga dengan pengalaman Indonesia dalam  beberapa tahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis ekonomi pada tahun 1998. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomi  yang terbangun selama dekade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti  politik, hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya tidak  mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini menandakan bahwa posisi tawar kita tidak menguntungkan baik  secara internal maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan dukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan mempertahankan yang masih ada. Sejumlah pemikiran untuk   perbaikan pun sudah digulirkan, sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial internasional dan sejumlah negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?.
Pengalaman Indonesia dalam terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998. Dalam kondisi tersebut tidak hanya merusak system ekonomi yang terbangun selama decade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti  politik, hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya tidak  mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini menandakan bahwa posisi tawar kita tidak menguntungkan baik  secara internal maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan dukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan mempertahankan yang masih ada. Sejumlah pemikiran untuk   perbaikan pun sudah digulirkan, sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial internasional dan sejumlah negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?.
Dalam kaitannya dengan tingkat pertumbuhan, menurut Solow, tingkat tabungan yang lebih tinggi hanya akan meningkatkan pertumbuhan untuk sementara sampai perekonomian mencapai kondisi  steady-state baru yang lebih tinggi dari sebelumnya. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan yang tinggi, maka hal itu hanya akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi tanpa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Pandangan model Solow tentang hubungan diantara tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya sementara kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan sampai perekonomian mencapai kondisimapan baru. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan memoertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Sederhana, Indonesia memerlukan „dana baru‟ dalam bentuk  investasi. Mengapa harus investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak mempunyai„saving‟ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai menanamkan modalnya di Indonesia. Lantas, bila sejumlah dana sudah  bisa ditarik masuk ke dalam dan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih, apakah hal itu sudah menjadi bukti  bahwa kita sudah berada pada level yang aman? atau apakah status sebagai negara miskin/terbelakang sudah lepas dari kita? ternyata tidak demikian, karena sejumlah konsep mengatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana yang terserap,  peningkatan GDP, atau kurs mata uang yang menguat, tetapi perubahan kehidupan masyarakatnya. Hal ini pun tidak bisa dinafikan.
Sederhana, Indonesia memerlukan „dana baru‟ dalam bentuk  investasi. Mengapa harus investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak mempunyai„saving‟ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai menanamkan modalnya di Indonesia. Lantas, bila sejumlah dana sudah  bisa ditarik masuk ke dalam dan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih, apakah hal itu sudah menjadi bukti  bahwa kita sudah berada pada level yang aman? atau apakah status sebagai negara miskin/terbelakang sudah lepas dari kita? ternyata tidak demikian, karena sejumlah konsep mengatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana yang terserap,  peningkatan GDP, atau kurs mata uang yang menguat, tetapi perubahan kehidupan masyarakatnya. Hal ini pun tidak bisa dinafikan.
Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi terhadap kelanjutan  pembangunan dan  pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah  proyek infrastruktur membutuhkan dukungan dana yang besar, bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur bidang sosial dan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiil pun dibutuhkan, di semua level pemerintahan pusat dan daerah, serta di semua level masyarakat kota dan pedesaan.
Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi terhadap kelanjutan  pembangunan dan  pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah  proyek infrastruktur membutuhkan dukungan dana yang besar, bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur bidang sosial dan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiil pun dibutuhkan, di semua level pemerintahan pusat dan daerah, serta di semua level masyarakat kota dan pedesaan.
Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan dan perbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yang masuk tetapi juga kesiapan/kualitas internal. Peran  pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting, „nilai jual‟ daerah terhadap investor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional. Kondisi yang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah, manajemen pelayanan, kualitas masyarakat, fasilitas dan kemudahan yang diberikan, serta stabilitas politik dan penegakan hukum. Sinkronisasi arah dan kehendak dari  pemerintah pusat dan daerah pun mutlak diperlukan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidak bisa dikesampingkan begitu saja, sebaliknya peran pemerintah pusat  pun sebagai koordinasi sentral pun perlu ditegaskan kembali.
Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan dan perbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yang masuk tetapi juga kesiapan/kualitas internal. Peran  pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting, „nilai jual‟ daerah terhadap investor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional. Kondisi yang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah, manajemen pelayanan, kualitas masyarakat, fasilitas dan kemudahan yang diberikan, serta stabilitas politik dan penegakan hukum. Sinkronisasi arah dan kehendak dari  pemerintah pusat dan daerah pun mutlak diperlukan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidak bisa dikesampingkan begitu saja, sebaliknya peran pemerintah pusat  pun sebagai koordinasi sentral pun perlu ditegaskan kembali.
Berdasarkan hal-hal diatas perlu kiranya untuk menyimak kembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintah selama ini, berkaitan dengan tujuan perbaikan dan  perubahan perekonomian Indonesia beserta sejumlah permasalahan yang mengikutinya.
Meninjau kembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintah selama ini, berkaitan dengan tujuan perbaikan dan  perubahan perekonomian Indonesia beserta sejumlah permasalahan yang mengikutinya.
Peranan Penanaman Modal Asing, peran modal asing dalam perekonomian atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini masih diperdebatkan, baik mengenai intensitas maupun arahnya. Menurut Michael F. Todaro (1994) terdapat dua kelompok pandangan mengenai modal asing. Pertama, kelompok yang mendukung modal asing, mereka memandang modal asing sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan, devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial, serta untuk mencapai tingkat pertumbuhan. Kedua, kelompok yang menentang modal asing dengan  perusahaan multi nasionalnya, berpendapat bahwa modal asing cenderung menurunkan tingkat tabungan dan investasi domestik.
Terdapat dua kelompok asumsi mengenai modal asing Peran modal asing dalam perekonomian atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini masih diperdebatkan, baik mengenai intensitas maupun ( Michael F. Todaro, 1994)
1)      Kelompok yang mendukung modal asing, mereka memandang modal asing sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan, devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial, serta untuk mencapai tingkat pertumbuhan.
2)      Kelompok yang menentang modal asing dengan  perusahaan multi nasionalnya, berpendapat bahwa modal asing cenderung menurunkan tingkat tabungan dan investasi domestik.
Selama Pembangunan Jangka Panjang I (PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk mempercepat laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama periode tersebut, pembayaran kembali kewajiban yang terkait dengan utang luar negeri belum diaggap beban bagi perekonomian nasional karena sebagian besar kewajiban  pembayaran utang masih terdiri dari pembayaran bunga pinjaman saja.
Selama Pembangunan Jangka Panjang I (PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk mempercepat laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama periode tersebut, pembayaran kewajiban yang terkait dengan utang luar negeri belum diaggap beban. Karena pembayaran utang masih terdiri dari pembayaran bunga pinjaman saja.
MODIFIKATOR
MASWATI
NASKAH ASLI
NASKAH MODIFIKASI
Sejak 1990, cicilan  pokok pinjaman sudah mulai harus dibayar, tapi tabungan domestik masih belum memadai, akibatnya total kewajiban menjadi lebih besar dari pinjaman baru. Dengan kata lain, sejak saat itu sudah terjadi transfer negatif modal neto (net negatif resources transfer). Transfer negatif modal neto tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam negeri dan  pengetatan pengeluaran pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai pembangunan prasarana dan investasi sosial menjadi semakin terbatas (Arryman, 1999).
Sejak 1990, tabungan domestik masih belum memadai, sedangkan cicilan pokok pinjaman sudah mulai harus dibayar, dan menyebabkan total kewajiban menjadi lebih besar dari pinjaman baru. Dan sejak saat itu terjadilah transfer negatif modal neto (net negatif resources transfer). Menurut Arryman, 1999. Transfer negatif modal neto tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam negeri dan pengetatan pengeluaran pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai pembangunan prasarana dan investasi sosial menjadi terbatas.
Sebagaimana halnya dengan utang luar negeri, penanaman modal asing (PMA) dan investasi  portofolio merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman modal asing, baik penanaman modal langsung maupun investasi portofolio diarahkan untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Peran  penanaman modal asing dirasa semakin penting melihat kenyataan bahwa jumlah utang luar negeri Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Pada masa orde baru, modal asing khususnya utang luar negeri, secara faktual ditempatkan sebagai sumber tambahan. Kenyataan inilah yang menyebabkan bahaya tersembunyi, yang secara inhern melekat pada pola pembangunan yang didorong modal asing. Apabila posisi ketergantungan semakin besar, semakin besar pula resiko terkait yang harus dihadapi oleh sistem ekonomi global dalam bentuk ketergantungan terhadap modal asing, khususnya utang luar negeri (Rachbini, 1995).
Penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio merupakan salah satu sumber biaya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana halnya dengan hutang luar negeri. Penanaman modal asing, baik lansung maupun investasi portofolio diarahkan untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Dilihat dari jumlah utang luar negeri Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, peran penanaman modal asing dirasa semakin penting. Modal asing khususnya utang luar negeri, secara faktual ditempatkan sebagai sumber tambahan pada masa orde baru. inilah yang menyebabkan bahaya tersembunyi, yang secara inhern melekat pada pola pembangunan yang didorong modal asing. Menurut (Rachbini, 1996) akan semakin besar resiko yang harus dihadapi oleh sistem ekonomi global dalam bentuk ketergantungan terhadap modal asing, khususnya utang luar negeri apabila posisi ketergantungan semakin besar.
Investasi, investasi adalah penanaman modal untuk biasanya berjangka panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang sebagai kompensasi secara  profesional atas penundaan konsumsi, dampak inflasi dan resiko yang ditanggung. Keputusan investasi dapat dilakukan individu, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan yield. Alasan seorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta untuk menghindari merosotnya nilai kekayaan yang dimiliki.
Investasi adalah penanaman modal yang biasanya berjangka panjang, atau bisa juga diartikan sebagai konsumsi yang ditunda dengan mengharap keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi ini dapat dilakukan oleh individu dan atau oleh pemerintah / instansi lainnya, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan yield. Tujuan atau sebab dari seseorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan kebahagiaan di masa yang akan datang dan juga menghindari berkurangnya nilai kekayaan yang dimiliki sejak awal.
Peranan modal dalam meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto),  penanaman modal adalah kegiatan yang dilakukan penanam modal yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Penanaman modal berperan sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi masyarakat, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri dengan cara  berinvestasi/penanaman modal dalam negeri dan modal itu dapat berupa modal sendiri ataupun modal bersama. Selain itu, penanaman modal juga berperan sebagai sarana untuk mengukur pembangunan suatu Negara dan juga pendapatan nasional bruto. Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun  pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku atau sektor ekonomi dari suatu Negara dalam kurun waktu tertentu.
Peranan modal dalam meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto), penanaman modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi dengan harapan mendapat keuntungan di masa depan. Dengan cara berinvestasi/penanaman modal dalam negeri maupun dan modal itu dapat berupa modal sendiri ataupun bersama, penanaman modal berperan sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi masyarakat, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Penanaman modal juga berperan sebagai sarana pengukur pembangunan suatu Negara dan juga pendapatan nasional bruto. PNB dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku atau sektror ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
Pendapatan nasional sering digunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal menentukan laju tingkat perkembangan atau pertumbuhan perekonomian, mengukur keberhasilan suatu  Negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya, serta membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penanaman modal tersebut sangat berperan penting dalam meningkatkan Produk Nasional Bruto (PNB) karena semakin besar investasi yang dilakukan di suatu Negara maka tingkat PNB  Negara tersebut juga akan semakin baik yang menggambarkan semakin baik pula tingkat kesehatan ekonomi suatu negara.
Yang sering digunakan sebagai indikator ekonomi untuk mengukur keberhasilan suatu Negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi dan untuk menentukan laju tingkat perkembangan atau pertumbuhan perekonomian, serta untuk membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah dengan menggunakan pendapatan nasional. Semakin besar investasi yang dilakukan di suatau Negara maka tingkat PNB Negara tersebut juga akan semakin baik dan semakin baik pula tingkat kesehatan ekonomi suatu negara, inilah alasan mengapa penanaman modal tersebut sangat berperan penting dalam meningkatkan Produk Nasional Bruto (PNB).
Penanaman Modal Dalam Negeri, Peranan modal dalam negeri sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Negara. Melihat  perekonomian Indonesia masih rendah akibat krisis yang melanda membuat pemerintah terdorong untuk  mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.

penanaman Modal dalam Negeri, ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Negara. Karena ekonomi Indonesia masih rendah yang disebabkan oleh beberapa masalah ekonomi, seperti krisis ekonomi, maka pemerintah diharuskan agar bisa mencari banyak sumber pembiayaan untuk menjadikan ekonomi Indonesia lebih baik lagi, yang mana pembiayaan itu dapat berasal dari dalam dan luar negeri.
Kedudukan penanaman modal dalam negeri yang terpenting adalah pendapatan nasional karena dapat memanfaatkan kekayaan yang dimiliki oleh pihak  Negara. Fungsi serta kedududukannya juga sangat penting karena merupakan asset Negara untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan Negara. Fungsinya adalah untuk pengumpulan,  pengelolaan, perencanaan dan perumusan kebijakan teknis bidang penanaman modal. Perkembangan modal dalam negeri belum berkembang padahal kekayaan alam yang dimiliki  begitu melimpah tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal, dengan memanfaaatkan kekayaan alam pemerintah dapat melakukan suatu bidang usaha atau semacamnya yang dapat meningkatkan pendapatan nasional dengan cara penggabungan faktor-faktor produksi.  Namun sayangnya, pada kenyataannya pemerintah lebih banyak menggunakan modal asing. Penanaman modal dalam negeri memberikan peranan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, hal ini terjadi dalam berbagai bentuk. Modal Investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan dan melalui pemasukan peralatan modal dan bahan mentah, dengan demikian menaikkan laju pemasukan modal. Selain itu tabungan dan investasi yang rendah mencerminkan kurangnya modal di negara keterbelakangan teknologi. Bersamaan dengan modal uang dan modal fisik, modal Investasi yang membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman organisasi, informasi pasar, teknik-tekink  produksi maju, pembaharuan produk dan lain-lain. Selain itu juga melatih tenaga kerja setempat pada keahlian baru. Semua ini pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi Negara terbelakang.
Kedudukan penanaman modal dalam negeri yang terpenting adalah pendapatan nasional karena dapat memanfaatkan kekayaan yang dimiliki oleh pihak Negara. Fungsi dan kedudukannya juga sangat penting untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan Negara karena merupakan asset Negara. Fungsinya yaitu, untuk pengumpulan, pengelolaan, perencanaan, dan perumusan kebijakan teknis bidang penanaman modal. Kekayaan alam yang dimiliki begitu melimpah tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik, ini menyebabkan penanaman modal dalam negeri belum berkembang. Padahal, dengan memanfaatkan kekayaan alam tersebut pemerintah dapat melakukan suatu bidang usaha atau lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan nasional melalui penggabungan faktor-faktor produksi. Namun pada kenyataanya pemerintah lebih banyak menggunakan modal asing. Penanaman modal dalam negeri memberikan peranan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, ini terjadi dalam berbagai bentuk. Melalui pemasukan peralatan modal dan bahan mentah, modal investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan, dengan demikian akan menaikkan laju pemasukan modal. Kurangnya modal di negara keterbelakangan teknologi dicerminkan oleh tabungan dan investasi yang rendah. Bersamaan dengan modal uang dan modal fisik, modal investasi yang membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman organisasi, informasi pasar, teknik-tennik produksi maju, pembaharuan produk dan lain-lain. Dan melatih tenaga kerja setempat pada keahlian baru. dan pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi Negara belakang.
7.1.5    Penanaman Modal Asing
7.1.5    Penanaman Modal Asing
Modal asing merupakan salah satu sumber yang menjadi sasaran pemerintah untuk membantu proses pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan juga merupakan kekayaan devisa  Negara. Modal asing juga sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan devisa,  penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial serta untuk mencapai pertumbuhan.
Modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha diwilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanaman modal asing. Dan juga merupakan salah satu sumber yang menjadi sasaran pemerintah untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan termasuk kedalam kekayaan devisa negara. Modal asing juga berguna sebagai pengisi kesenjangan antara persediaan tabungan devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial dan untuk mencapai pertumbuhan.
Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Dan  menurut Boediono Investasi adalah pengeluaran oleh sektor produsen untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk perluasan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi itu adalah sebuah keputusan untuk menunda konsumsi sumber daya atau bagian  penghasilan demi meningkatkan kemampuan menambah /menciptakan nilai hidup (penghasilan dan atau kekayaan) dimasa mendatang.
(Husnan, 1996:5) “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang, baik proyek raksasa atau proyek kecil” . Menurut Sukirno (1994;107) investasi adalah pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Dan dapat disimpulkan bahwa investasi adalah keputusan untuk menunda konsumsi sumber daya atau bagian penghasilan demi meningkatkan kemampuan menambah/menciptakan nilai hidup dimasa mendatang.
Dan perlu diperhatikan bahwa menurut “sadono sukirno (2000) kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat”. Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi yaitu Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional dan kesempatan kerja, Pertambahan  barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi dan Investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Bentuk-Bentuk Investasi. Sebenarnya untuk investasi dapat berbentuk macam-macam.
(sadono sukirno, 2000) kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat”. Ini bersumber dari 3 fungsi penting dari kegiatan investasi yaitu:
-     Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat
-     Pendapatan nasional
-     kesempatan kerja
Pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi dan investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Bentuk-bentuk Investasi sebenarnya dapat bermacam-macam.
Seperti yang tadi sudah disinggung bahwa pengertian investasi itu sendiri adalah sebuah keputusan intuk menunda konsumsi demi meningkatkan kemampuan sumber daya. Maka ada tiga jenis pengeluaran investasi yaitu Investasi tetap bisnis yaitu mencakup peralatan dan struktur yang dibeli  perusahaan untuk proses produksi, Investasi Residentsial yaitu investasi yang mencakup rumah baru yang dibeli untuk tempat tinggal atau disewakan dan yang terakhir adalah Investasi Persediaan yaitu mencakup barang-barang perusahaan yang disimpan digudang. investasi dapat dilakukan dengan cara yang bermacam-macam . Contohnya adalah seperti berbentuk tabungan, emas, saham, obligasi dll Harga emas yang terus menaik dan hampir tidak pernah menurun, membuat emas bisa dijadikan alat untuk investasi.
Pengertian investasi adalah sebuah keputusan untuk menunda konsumsi demi meningkatkan kemampuan sumber daya. Ada 3 jenis pengeluaran investasi yaitu:
-     investasi tetap bisnis, mencakup peralatan dan struktur yang dibeli perusahaan untuk proses produksi.
-     Investasi Residentsial, investasi yang mencakup rumah baru yang dibeli untuk tempat tinggal atau disewakan
-     Investasi Persediaan, mencakup barang-barang perusahaan yang disimpan digudang.
Investasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Contohnya berbentuk tabungan, emas, saham, obligasi dll. Harga emas yang terus menaik membuat emas jadi dijadikan alat untuk investasi.
7.1.7    Isu Penanaman Modal Asing
7.1.7    Isu Penanaman Modal Asing
Gugatan atas keberadaan Freeport di Papua tak sepenuhnya mencerminkan keinginan menyelesaikan ganjalan “ekonomi politik” secara wajar. Di negeri ini, banyak orang menggugat eksistensi Freeport yang dianggap merugikan Indonesia, tapi umumnya mereka tak banyak peduli pada dampak riilnya bagi warga Papua. Freeport sendiri juga telah mengklaim telah menambah royalti kepada Pemerintah, tapi di sisi lain mayoritas rakyat Papua tetap miskin dan terkebelakang. Seharusnya gugatan terkait isu dominasi asing dalam perekonomian Indonesia tak semata didasarkan pada klaim konstitusionalitas, tapi harus sungguh berorientasi pada kepentingan riil masyarakat, khususnya masyarakat lokal. Ketika eksploitasi SDA berlangsung tanpa kendali, seperti di Papua, komunitas lokallah yang kelak paling merasakan dampak buruknya untuk jangka menengah dan panjang. Dalam jangka pendek, sebagian kecil warga lokal mungkin dilibatkan dalam pekerjaan eksploitasi SDA di daerahnya, tapi dalam jangka menengah dan panjang, komunitas lokal dan keturunannya jelas akan menderita, karena tanah ulayat mereka telah rusak dan kekayaan di dalamnya telah dikuras habis para pemodal yang ditopang kekuasaan politik.
Gugatan atas keberadaan Freeport di Papua tak sepenuhnya mencerminkan keinginan menyelesaikan ganjalan “ekonomi politik” secara wajar. Eksistensi Freeport yang dianggap merugikan Indonesia, banyak orang yang menggugat hal tersebut di negeri ini, tapi umumnya mereka tak banyak peduli pada dampak riilnya bagi warga Papua. Di sisi lain mayoritas rakyat Papua tetap miskin dan terkebelakang, padahal Freeport sendiri juga mengklaim telah menambah royalti kepada Pemerintah. Seharusnya gugatan terkait isu dominasi asing dalam perekonomian Indonesia tak semata didasarkan pada klaim konstitusionalitas, tapi harus berorientasi pada kepentingan riil masyarakat, pada masyarakat lokal khususnya. Ketika eksploitasi SDA berlangsung tanpa kendali, seperti di Papua, yang paling merasakan dampak buruknya untuk jangka menengah dan panjang adalah komunitas lokal. Sebagian kecil warga lokal mungkin dilibatkan dalam pekerjaan ekspliitasi SDA di daerahnya, dalam jangka pendek. Tetapi dalam jangka menengah dan panjang, komunitas lokal dan keturunannya jelas akan menderita, sebab tanah wilayah mereka telah di rusak dan kekayaan di dalamnya telah dikuras habis oleh para pemodal yang ditopang kekuasaan politik.
7.2       Ansuransi dalam Pembangunan Ekonomi
7.2       Ansuransi dalam Pembangunan Ekonomi
7.2.1    Peranan
7.2.1    Peranan
Dalam perkembangannya asuransi ternyata memberikan dampak yang positif kepada kehidupan sosial ekonomi. Asuransi sangat memberikan manfaat bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan negara. Peranan asuransi sendiri dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan sosial adalah : (1) Melengkapi Persyaratan Kredit, apabila seseorang atau pengusaha tertentu membutuhkan dana dari bank/kreditur, maka biasanya kreditur akan mensyaratkan adanya asuransi bagi barang-barang yang dipakai sebagai jaminan atau ada asuransi untuk kreditnya itu sendiri. (2) Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, kontrak-kontrak dalam asuransi umum/kerugian biasanya mennyaratkan agar premi dibayar dimuka dan dana tersebut menjadi millik peruahaan asuransi. Dalam perjalanan hidupnya perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu mengakumulir dana dalam jumlah yang tidak kecil, dana-dana yang berhasil dikumpulkan tersebut biasanya ditanamkan di berbagai bidang usaha, baik mendapatkan sumber biaya untuk pengoperasian kegiatan asuransi maupun untuk menambah pendapatan. Jadi dana yang dihimpun oleh perusahaan asuransi merupakan salah satu sumber dana yang sangat berarti dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi. (3) Mengurangi Biaya modal, dalam rangka untuk dapat menarik modal untuk membiayai bidang-bidang usaha yang berisiko besar, maka tingkat pendapat/return/bunga yang akan diberikan kepada pemilik modal harus tinggi pula. Bila risiko yang dihadapi itu dapat dialihkan/diasuransikan maka risiko yang dihadapi pemilik modal menjadi lebih kecil, maka pemilik modal akan bersedia menerima tingkat bunga (return) yang lebih rendah. Hal ini berarti biaya modal yang harus ditanggung oleh perusahaan (pemakai modal) akan lebih kecil. (4) Menjamin Kestabilan Perusahaan, apabila suatu perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam program asuransi, akan membawa dampak psikologis yang snagat berarti bagi karyawannya, yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap perilaku mereka yang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan masalah pengelolaan sumber daya manusia dan pencapaian efisiensi dan efektivitas kerja mereka. (5) Mendorong usaha pencegahan, perusahaan asuransi melakukan usaha-usaha yang sifatnya mendorong perusahaan/individu yang menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-upaya pencegahan/melindungi diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. (6)    Membantu Upaya Peningkatan Konservasi Kesehatan, usaha lain yang dilakukan untuk menghindari/memperkecil penyebab timbulnya kerugian adalah kampanye-kampanye yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya maupun kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan kematian atau pemeliharaan kesehatan.
Dalam perkembangannya asuransi memberikan dampak positif kepada kehidupan sosial ekonomi. Bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan negara asuransi sangat memberikan manfaat. Dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan sosial asuransi berperan untuk :
1.      Melengkapi Persyaratan Kredit, biasanya kreditur akan mensyaratkan adanya asuransi bagi barang-barang yang dipakai sebagai jaminan atau ada asuransi untuk kreditnya itu sendiri, apabila seseorang atau pengusaha tertentu membutuhkan dana dari bank/kreditur.
2.      Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, kontrak-kontrak dalam asuransi biasanya mensyaratkan agar premi dibayar dimuka dan dana tersebut menjadi milik perusahaan asuransi. Perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu mengakumulir dana dalam jumlah yang tidak kecil, dana tersebut biasanya ditanamkan di berbagai bidang usaha, baik mendapatkan sumber biaya untuk mengoperasikan kegiatan asuransi maupun untuk menambah pendapatan. Jadi salah satu sumber dana yang sangat berarti dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi adalah dana yang dihimpun tersebut.
3.      Mengurangi Biaya Modal, tingkat pendapatan/return/bunga yang akan diberikan kepada pemilik modal harus tinggi, hal ini dilakukan agar dapat menarik modal untuk membiayai bidang-bidang usaha yang beresiko besar. Risiko yang dihadapi pemilik modal akan menjadi lebih kecil apabila risiko yang dihadapi itu dapat dialihkan/diasuransikan, maka pemilik modal akan bersedia menerima tingkat bunga (return) yang lebih rendah. Maka biaya modal yang harus ditanggung perusahaan (pengguna modal) akan lebih kecil.
4.      Menjamin Kestabilan Perusahaan, akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan masalah pengelolaan sumber daya manusia dan pencapaian efisiensi dan efektivitas kerja mereka, apabila suatu perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam program asuransi, karena hal ini akan berdampak psikologis bagi karyawannya yang akan berdampak positif terhadap perilaku mereka.
5.      Mendorong Usaha Pencegahan, perusahaan asuransi melakukan usaha-usaha yang bersifat mendorong perusahaan/individu menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-upaya pencegahan/melindungi diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. (6) Membantu Upaya Peningkatan Konservasi Kesehatan, kampanye-kampanye yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada pemegang polis khususnya maupun kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan kematian atau pemeliharaan kesehatan merupakan usaha lain yang dilakukan untuk menghindari/memperkecil penyebab timbulnya kerugian.
7.2.2    Asuransi Dan Teori Guna Batas
7.2.2 Asuransi Dan Teori Guna Batas
Melalui pengelompokkan risiko, perusahaan asuransi berhasil menekan sejauh mungkin ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut akan sangat besar apabila masing-masing risiko dipertimbangkan sendiri, tetapi bila risiko tersebut dipertimbangkan secara kelompok (dalam jumlah yang memadai), maka ketidakpastiannya dapat ditekan/diperkecil (hukum bilangan besar). Melalui analisis cara kerja “teori nilai guna batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode tertentu unit-unit selanjutnya dari barang yang dikonsumsi akan memberikan nilai kegunaan yang semakin berkurang. Pernyataan ini dalam teori ekonomi lebih dikenal dengan “Hukum Gossen I”.
Perusahaan asuransi berhasil menekan sejauh mungkin ketidakpastian, melalui pengelompokkan risiko. Apabila masing-masing risiko dipertimbangkan sendiri, maka ketidakpastian tersebut akan sangat besar, namun ketidakpastiannya dapat ditekan/diperkecil (hukum bilangan besar) apabila risiko tersebut dipertimbangkan secara kelompok (dalam jumlah yang memadai). Melalui analisis cara kerja “teori nilai guna batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode tertentu unit-unit selanjutnya dari barang yang dikonsumsi akan memberikan nilai kegunaan yang semakin berkurang. Dalam teori ekonomi disebut “Hukum Gossen I”.
7.2.3    Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbulnya Usaha Asuransi
7.2.3 Faktor-Faktor yang Mendorong Timbulnya Usaha Asuransi
Ada beberapa kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi, kondisi tersebut antara lain : (1) Sistem ekonomi masyarakat terbentuk perekonomian bebas, (2)  Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industry, (3) Peraturan perundang – undangan sudah terorganisasi dengan baik.
Kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi yaitu: (1) terbentuknya perekonomian bebas dalam sistem ekonomi masyarakat, (2) Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industry, (3) Peraturan perundang-undangan sudah terorganisasi dengan baik.
7.2.4    Fungsi Asuransi
7.2.4 Fungsi Asuransi
Disamping sebagai bentuk pengendalian risiko (secara finansial), asuransi juga memiliki berbagai manfaat yang diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi sebagai berikut:
Pertama,  Fungsi Utama (Primer); (a) Pengalihan Resiko, sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko / kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai ”Original Risk Bearer” kepada satu atau beberapa penanggung     (a risk transfer mechanism). Sehingga ketidakpastian (uncertainty) yang berupa kemungkinan terjadinya kerugian sebagai akibat suatu peristiwa tidak terduga, akan berubah menjadi proteksi asuransi yang pasti (certainty) merubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dengan syarat pembayaran premi. (b) Penghimpun Dana, sebagai penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan kepada mereka yang mengalami musibah, dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau biaya ber- asuransi yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung, dikelola sedemikian rupa sehingga dana tersebut berkemang, yang kelak akan akan dipergunakan untuk membayar kerugian yang mungkin akan diderita salah seorang tertanggung. (c) Premi Seimbang, untuk mengatur sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilakukan oleh masing – masing tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan dengan resiko yang dialihkannya kepada penanggung (equitable premium). Dan besar kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung dihitung berdasarkan suatu tarip premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan.
Selain sebagai bentuk pengendalian risiko (secara finansial), asuransi memiliki berbagai manfaat yang diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi yaitu:
Fungsi utama (primer);
a.        Pengalihan Resiko, sebagai kemungkinan resiko/kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai “Original Risk Bearer” kepada satu atau beberapa penanggung (a risk transfer mechanism). Sehingga merubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dan mengakibatkan ketidakpastian (uncertainly) berupa kemungkinan terjadinya kerugian sebagai akibat suatu peristiwa tidak terduga, berubah menjadi proteksi asuransi yang pasti (certainly) dengan syarat premi.
b.      Penghimpun Dana, asuransi sebagai penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan kepada mereka yang mengalami musibah. Dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau biaya ber- asuransi yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung, dikelola sedemikian rupa sehingga dana tersebut berkembang, yang nantinya akan dipergunakan untuk membayar kerugian yang mungkin akan diderita salah seorang tertanggung.
c.       Premi Seimbang, untuk mengatur sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilakukan oleh masing-masing tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan dengan resiko yang dialihaknnya kepada penanggung (equitable premium). Suatu tarif premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan adalah cara mengjitung besar kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung.
MODIFIKATOR
EVI PUSPITASARI
NASKAH ASLI
NASKAH MODIFIKASI
Kedua,  Fungsi Tambahan (Sekunder); (a)  Export Terselubung (invisible export), sebagai    penjualan    terselubung   komoditas   atau barang-barang   tak   nyata (intangible product) keluar negeri. (b)    Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi),         adalah  untuk  merangsang pertumbuhan  usaha,  mencegah kerugian,  pengendalian           kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan. (c)     Sarana tabungan investasi dana dan invisible earnings (d) Sarana Pencegah & Pengendalian Kerugian.
Kedua,  Fungsi Tambahan (Sekunder);
a.       Export Terselubung (invisible export), sebagai    penjualan    terselubung   komoditas   atau barang-barang   tak   nyata (intangible product) keluar negeri.
b.      Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi),         adalah  untuk  pertumbuhan  dirangsang  usaha,  kerugian di cegah,           kerugian dikendalikan, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan.
c.       Sarana tabungan investasi dana dan invisible earnings
d.      Sarana Pencegah & Kerugian dikendalikan.
Komunikasi dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berhubungan erat, dimana Siebert, Peterson dan Schramm (1956) menyatakan bahwa dalam mempelajari sistem komunikasi manusia, seseorang harus memperhatikan beberapa kepercayaan dan asumsi dasar yang dianut suatu masyarakat tentang asal usul manusia, masyarakat dan Negara.
dua yang merupakan hal yang saling hubungan erat yaitu Komunikasi dan pembangunan, dimana Siebert, Peterson dan Schramm (1956) sistem komunikasi  dinyatakan bahwa dalam mempelajari manusia, kepercayaan seseorang harus diperhatikan dibeberapa asumsi dasar yang dianut suatu masyarakat tentang asal usul manusia, masyarakat dan Negara.
Strategi pembangunan menentukan strategi komunikasi, maka makna komunikasi pembangunan pun bergantung pada modal atau paradigma pembangunan yang dipilih oleh suatu negara. Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan oleh para ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting dalam pembangunan.
pembangunan Strategi ditentukan strategi komunikasi, maka makna komunikasi pembangunan pun bergantung pada modal atau paradigma pembangunan yang dipilih oleh suatu negara. Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan oleh para ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting dalam pembangunan.
Everett M. Rogers (1985) menyatakan bahwa, secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. Dia juga menyatakan bahwa komunikasi merupakan dasar dari perubahan social pada suatu bangsa. Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan ke arah yang lebih baik atau lebih maju dari sebelumnya. Oleh karena itu peranan komunikasi dalam pembangunan harus dikaitkan dengan arah perubahan tersebut. Artinya kegiatan komunikasi harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan.
pembangunan  sederhana dinyatakan Everett M. Rogers (1985)  bahwa secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. komunikasi  juga dinyatakan  sebagai dasar dari perubahan social pada suatu bangsa. Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan ke arah yang lebih baik atau lebih maju dari sebelumnya. Oleh karena itu peranan pembangunan komunikasi juga harus dikaitkan dengan perubahan arah tersebut. Artinya kegiatan harus yang dikomunikakan harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan.
Pembangunan merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi yang juga mempelajari masalah proses, yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain untuk merubah sikap, pendapat dan perilakunya. Maka pembangunan pada dasarnya melibatkan minimal tiga komponen yakni komunikator pembangunan (bisa aparat pemerintah atau masyarakat), pesan pembangunan yang berisi ide atau program pembangunan dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas sasaran pembangunan.
Pembangunan merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi juga dipelajari melalui masalah proses, yaitu proses yang disampaian kepada seseorang atau orang lain untuk sikap yang dirubah , pendapat dan perilakunya. Maka pembangunan dasar dilibatkan minimal tiga komponen yakni komunikator pembangunan (bisa aparat pemerintah atau masyarakat), pesan pembangunan yang berisi ide atau program pembangunan dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas sasaran pembangunan.
Dengan demikian pembangunan adalah dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat yang harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola yang membangkitkan inovasi bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini tentunya fungsi komunikasi harus berada di garis depan untuk merubah sikap dan perilaku manusia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan.
Demikian itu pembangunan adalah rangka dalam pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan dalam masyarakat yang harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola inovasi yang akan dibangkitkan bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini tentunya fungsi komunikasi harus berada di garis depan untuk merubah sikap dan perilaku manusia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan.
Rogers mengatakan, komunikasi tetap dianggap sebagai perpanjangan tangan para perencana pemerintah dan fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan partisipasi mereka dalam pelaksanaan rencana-rencana pembangunan . Dari pendapat Rogers ini jelas bahwa setiap pembangunan dalam suatu bangsa memegang peranan penting. Karenanya pemerintah dalam melancarkan komunikasi perlu memperhatikan strategi apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sehingga efek yang diharapkan itu sesuai dengan harapan.
yang dingatakan Rogers, komunikasi tetap dianggap sebagai perpanjangan tangan para perencana pemerintah dan fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan partisipasi mereka dalam pelaksanaan rencana-rencana pembangunan . Dari pendapat Rogers ini jelas bahwa setiap pembangunan yang  dipegang dalam suatu bangsa yaitu peranan penting. Karenanya pemerintah dalam melancarkan yang diperhatikan komunikasi perlu strategi apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sehingga efek yang diharapkan itu sesuai dengan harapan.
Para ahli komunikasi terutama di negara-negara berkembang mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap strategi komunikasi dalam hubungannya dengan penggiatan pembangunan nasional di negara-negara. Fokus perhatian ahli komunikasi ini memang penting karena efektivitas komunikasi bergantung pada strategi komunikasi yang digunakan.
Para ahli komunikasi terutama di negara-negara berkembang mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap strategi komunikasi dalam hubungannya dengan penggiatan pembangunan nasional di negara-negara. Fokus perhatian ahli komunikasi ini memang penting karena efektivitas komunikasi bergantung pada strategi komunikasi yang digunakan.
Effendy (1993) mengatakan strategi baik, secara makro (planned multimedia strategy) mempunyai fungsi ganda yaitu : (1) Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. (2) Menjembatani “cultural gap” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
pernyaatakan Effendy (1993) tantang strategi baik, secara makro (planned multimedia strategy) mempunyai fungsi ganda yaitu : (1) pesan komunikasi diperlluas  bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematik kepada sasaran  yang diperoleh untuk hasil yang optimal. (2) dijembatani oleh“cultural gap” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Dengan demikian strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication management) untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda tergantung pada situasi dan kondisi.
perencanaan Strategi pada hakekatnya adalah (dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk pencapaian tujuan tersebut, yaitu strategi yang tidak berfungsi sebagai peta arah jalan yang ditunjukkan, melainkan harus ditunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Dengan demikian strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication management) untuk mencapai suatu tujuan. Untuk tercapainya tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat ditunnjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda tergantung pada situasi dan kondisi.
Untuk mantapnya strategi komunikasi, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang dirumuskan, yaitu who says what in which channel to whom with what effect. Rumus tersebut jika dikaji lebih jauh, pertanyaan “efek apa yang diharapkan” secara implisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama, yaitu : 1. When (Kapan dilaksanakannya). 2. How (Bagaimana melaksanakannya). 3. Why (Mengapa dilaksanakan demikian) . Atau dalam ilmu jurnalistik sering dikatakan dengan 5 W 1 H (What, Who, Whay, When, Where dan How).
Para ahli komunikasi sependapat bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik mempergunakan pendekatan yang disebut A-A Procedure atau from Attention to Action Procedure. AA Procedure adalah penyederhanaan dari suatu proses yang disingkat AIDDA (Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (kemauan/hasrat), Decision (keputusan), Action (tindakan)). Jadi proses perubahan sebagai efek komunikasi melalui tahapan yang dimulai dengan membangkitkan perhatian. Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat, yang merupakan derajat yang lebih tinggi dari perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi komunikator belum berarti apa-apa sebab harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan, yakni keputusan untuk melakukan tindakan. Selain melalui pendekatan di atas, maka seseorang komunikator harus mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan sikap, pendapat, dan tingkah laku apabila dirinya terdapat faktor-faktor kredibilitas dan attractiveness.
strategi komunikasi yang dimantapan, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang dirumuskan, yaitu who says what in which channel to whom with what effect. Rumus tersebut jika dikaji lebih jauh, pertanyaan “efek apa yang diharapkan” secara implisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama, yaitu : 1. When (Kapan dilaksanakannya). 2. How (Bagaimana melaksanakannya). 3. Why (Mengapa dilaksanakan demikian) . Atau dalam ilmu jurnalistik sering dikatakan dengan 5 W 1 H (What, Who, Whay, When, Where dan How).
Para ahli komunikasi sependapat bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik mempergunakan pendekatan yang disebut A-A Procedure atau from Attention to Action Procedure. AA Procedure adalah suatu proses yang disederhanaan dari suatu proses yang disingkat AIDDA (Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (kemauan/hasrat), Decision (keputusan), Action (tindakan)). Jadi proses perubahan sebagai efek komunikasi melalui tahapan yang dimulai dengan perhatian. Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat, yang merupakan derajat yang lebih tinggi dari perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi komunikator belum berarti apa-apa sebab harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan, yakni keputusan untuk melakukan tindakan. Selain melalui pendekatan di atas, maka seseorang komunikator harus mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan sikap, pendapat, dan tingkah laku apabila dirinya terdapat faktor-faktor.
Strategi komunikasi yang efektif dalam komunikasi pembangunan tidak hanya sekedar membuat pesan-pesan yang bisa memberikan dampak bagi target atau audien. Tapi juga mampu merefleksikan misi, tujuan dan sasaran organisasi yang terintegrasi dalam operasi sehari-hari. Maka, stretegi itu butuh artikulasi yang jelas tentang audien, kejelasan pesan dan pilihan media.
Strategi komunikasi yang efektif dalam komunikasi pembangunan tidak hanya sekedar membuat pesan-pesan yang bisa memberikan dampak bagi target atau audien. Tapi juga mampu merefleksikan misi, tujuan dan sasaran organisasi yang terintegrasi dalam operasi sehari-hari. Maka, stretegi itu butuh artikulasi yang jelas tentang audien, kejelasan pesan dan pilihan media.
Strategi komunikasi yang efektif selalu diawali oleh perencanaan yang solid dan matang (planning) yaitu kunci bagi keberhasilan proyek tujuan. Perencanaan yang bagus bisa dijadikan koridor kerja bagi orang-orang yang melaksanakan misi komunikasi. Strategi akan membimbing kita kearah mana komunikasi digerakkan, mulai dari proses persiapan hingga menyampaikan pesan pada publik.
Ada tiga jenis planning yang harus dipertimbangkan dalam strategi komunikasi di era digital saat ini yaitu : (1) Organizational Planning, yaitu terkait dengan siapa-siapa saja yang bertanggung jawab melakukan tindakan-tindakan apa saja untuk misi komunikasi. (2) Communications Planning yaitu terkait penentuan cara-cara yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan. Apakah lewat media tertentu atau umum, serta bagaimana isi pesannya. (3) Technology Planning yaitu terkait alat bantu teknologis untuk menyampaikan pesan. Apakah kita mengirim press release via e-mail, atau menyampakaian undangan untuk konferensi pers dan dengan menggunakan teknologi lainnya.
Strategi komunikasi yang efektif selalu diawali oleh perencanaan yang solid dan matang (planning) yaitu kunci bagi keberhasilan proyek tujuan. Perencanaan yang bagus bisa  dilaksanakan dan dijadikan koridor kerja bagi orang-orang yang misi komunikasi. Strategi akan membimbing kita kearah mana komunikasi digerakkan, mulai dari proses persiapan hingga menyampaikan pesan pada publik.
Ada tiga jenis planning yang harus dipertimbangkan dalam strategi komunikasi di era digital saat ini yaitu : (1) Organizational Planning, yaitu terkait dengan siapa-siapa saja yang bertanggung jawab melakukan tindakan-tindakan apa saja untuk misi komunikasi. (2) Communications Planning yaitu terkait penentuan cara-cara yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan. Apakah lewat media tertentu atau umum, serta bagaimana isi pesannya. (3) Technology Planning yaitu terkait alat bantu teknologis untuk menyampaikan pesan. Apakah kita mengirim press release via e-mail, atau menyampakaian undangan untuk konferensi pers dan dengan teknologi lainnya yang digunakan.
Pesan harus diciptakan sejelas-jelasnya demi sasaran yang dituju, lalu pesan disampaikan dengan metode yang tertentu supaya bisa sampai ke publik yang kita bidik. Untuk mencapai target ini, tentu dibutuhkan teknologi pembantu agar penyusunan planning jadi lebih mudah.
Pesan harus diciptakan sejelas-jelasnya demi sasaran yang dituju, lalu pesan disampaikan dengan metode yang tertentu supaya bisa sampai ke publik yang kita bidik. Untuk mencapai target ini, tentu dibutuhkan teknologi pembantu agar penyusunan planning jadi lebih mudah.
Karenanya sasaran dan tujuan harus ditetapkan saat melakukan planning yaitu audien siapa yang ingin dijangkau, bagaimana keadaan audien sasaran yang hendak dijangkau, mengidentifikasi audien dan kemudian memahami keadaan audien. Ini adalah salah satu kunci keberhasilan rencana komunikasi yang baik dan efektif. Karena komunikasi yang efektif bukan berarti harus menjangkau semua target audien. Tapi lebih efektif jika kita bisa membidik orang-orang tertentu yang sangat berpengaruh dalam pembuatan keputusan publik.
Karenanya sasaran dan tujuan harus ditetapkan saat melakukan planning yaitu audien siapa yang ingin dijangkau, bagaimana keadaan audien sasaran yang hendak dijangkau, audien  yang diidentifikasi dan kemudian memahami keadaan audien. Ini adalah salah satu kunci keberhasilan rencana komunikasi yang baik dan efektif. Karena komunikasi yang efektif bukan berarti harus menjangkau semua target audien. Tapi lebih efektif jika kita bisa membidik orang-orang tertentu yang sangat berpengaruh dalam pembuatan keputusan publik.
Pembentukan pesan dengan sedemikian rupa sehingga menjadi perhatian public juga menjadi salah satu strategi efektif dalam komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kita harus bisa menyusun pesan yang cocok untuk berbagai kalangan audien sasaran dan berbagai bentuk media yang digunakan.
Pembentukan sedemikian rupa pesan sehingga menjadi perhatian public juga menjadi salah satu strategi efektif dalam komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kita harus bisa disusun pesan yang cocok untuk berbagai kalangan audien sasaran dan berbagai bentuk media yang digunakan.
Karena cara kita mengkomunikasikan pesan pada pers tentu berbeda dengan cara mengkomunikasikan pesan langsung pada audien. Menulis di web juga jelas sangat berbeda dengan menulis pesan untuk radio atau koran.
Karena cara pesan kita yang dikomunikasikan pada suatu pers tentu berbeda dikomunikasikan dengan cara  pesan langsung pada audien. ditulis di web juga jelas sangat berbeda dengan pesan yang dituulis untuk radio atau koran.
Karenanya setelah kita berhasil mengidentifikasi audien baru membentuk pesan-pesan yang akan disampaikan pada audien. Pesan-pesan ini harus terkait kuat dengan misi organisasi dan tujuan komunikasi kita.
diKarenakan setelah  kita berhasil pada audien baru membentuk pesan-pesan yang akan disampaikan pada audien. Pesan-pesan ini harus terkait kuat dengan misi organisasi dan tujuan komunikasi kita.
7.3.3.4 Media Choices
7.3.3.4 Media Choices
Memilih jenis media yang paling cocok untuk menyampaikan pesan dan menjangkau audien merupakan langkah yang harus diambil. Karena jika tepat, audien akan sangat cepat memahami pesan yang diberikan. Jenis media yang dipilih akan berpengaruh pada kemampuan audien menjangkau isi pesan.
Memilih jenis media yang paling cocok untuk pesan yang disampaikan dan dijangkau audien merupakan langkah yang harus diambil. Karena jika tepat, audien akan sangat cepat memahami pesan yang diberikan. Jenis media yang dipilih akan berpengaruh pada kemampuan audien isi pesan yang dijangkau.
Jenis media tertentu mungkin bisa menyampaikan pesan tertentu dan bisa dijangkau kelompok audien tertentu pula. Juga patut kita perhatikan dalam mengemas pesan format harus disesuaikan bisa dikemas dalam bentuk berita, hiburan, atau bahkan iklan.
Jenis media tertentu mungkin bisa pesan yang disampaikan tertentu dan bisa dijangkau kelompok audien tertentu pula. Juga patut kita perhatikan dalam mengemas pesan format harus disesuaikan bisa dikemas dalam bentuk berita, hiburan, atau bahkan iklan.
7.3.3.5 Evaluasi
7.3.3.5 Evaluasi
Strategi komuniksi yang efektif selalu mempertimbangkan evaluasi, namun yang satu ini sering kali terabaikan. Bisa jadi pengabaian ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar evaluasi berlangsung di bagian akhir dari suatu proses. Kalau hasilnya bagus, orang cenderung tidak melakukan evaluasi, tapi kalau hasil akhirnya kurang bagus baru orang berfikir tentang evaluasi.
Strategi komuniksi yang efektif evaluasi selalu dipertimbangkan, namun yang satu ini sering kali terabaikan. Bisa jadi pengabaian ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar evaluasi berlangsung di bagian akhir dari suatu proses. Kalau hasilnya bagus, orang cenderung tidak melakukan evaluasi, tapi kalau hasil akhirnya kurang bagus baru orang berfikir tentang evaluasi.
Padahal evaluasi itu penting agar kita bisa mendapatkan feed back sesegera mungkin. Hasil akhirnya bagus atau tidak, kita tetap butuh feed back, kalau hasil akhirnya bagus feed back bisa digunakan untuk perumusan strategi komunikasi mendatang. Kalau hasil akhirnya tidak bagus maka feed back bisa dijadikan rujukan agar tidak mengulanginya.
Padahal evaluasi itu penting agar kita bisa mendapatkan feed back sesegera mungkin. Hasil akhirnya bagus atau tidak, kita tetap butuh feed back, kalau hasil akhirnya bagus feed back bisa digunakan untuk perumusan strategi komunikasi mendatang. Kalau hasil akhirnya tidak bagus maka feed back bisa dijadikan rujukan agar tidak diulangi.
Untuk mengevaluasi strategi komunikasi, bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan data kuantitatif dan informasi kualiatif. Untuk kuantitatif, pertanyaan yang harus kita jawab adalah seberapa banyak target audien yang sudah dijangkau via media. Untuk kualitatif, pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah pesan punya dampak yang diharapkan terhadap target audien atau tidak. Ini bisa berlaku saat kita menggunakan semua jenis media dan semua kondisi audien. Namun yang agak sulit adalah mengukur perobahan perilaku pada target audien.
Untuk di dievaluasi strategi komunikasi, bisa dilakukan dengan cara data yang dikumpulkan kuantitatif dan informasi kualiatif. Untuk kuantitatif, pertanyaan yang harus kita jawab adalah seberapa banyak target audien yang sudah dijangkau via media. Untuk kualitatif, pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah pesan punya dampak yang diharapkan terhadap target audien atau tidak. Ini bisa berlaku saat kita menggunakan semua jenis media dan semua kondisi audien. Namun yang agak sulit adalah diukur dengan perobahan perilaku pada target audien.
7.3.4    Konsep Komunikasi Pembangunan
7.3.4    Konsep Komunikasi Pembangunan
Dalam strategi komunikasi mengenai isi pesan tentu sangat menentukan efektivitas komunikasi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa agar komunikasi yang dilancarkan dapat lebih efektif, maka pesan yang disampaikan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut  : (1) Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran dimaksud. (2) Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat dimengerti. (3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu. (4) Pesan harus menyarankan sesuatu jalan untuk memperoleh kebutuhan yang layak bagi situasi kelompok di mana sasaran berada pada saat ia gerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
Dalam strategi komunikasi mengenai isi pesan tentu sangat ditentukan oleh efektivitas komunikasi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa agar komunikasi yang dilancarkan dapat lebih efektif, maka pesan yang disampaikan harus syarat-syarat  dipemenuhi sebagai berikut  : (1) Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran dimaksud. (2) Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat dimengerti. (3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu. (4) Pesan harus menyarankan sesuatu jalan untuk memperoleh kebutuhan yang layak bagi situasi kelompok di mana sasaran berada pada saat ia gerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
MODIFIKATOR
MUHAMMAD CHOLIL
NASKAH ASLI
NASKAH MODIFIKASI
Secara pragmatis Quebral (1973), merumuskan komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana pembangunan suatu negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi pembangunan merupakan suatu inovasi yang diterima oleh masyarakat.
Komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana pembangunan suatu negara (pragmatis Quebral, 1973). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi pembangunan merupakan suatu inovasi yang diterima oleh masyarakat.
Mengkaitkan peranan komunikasi pembangunan dan konsep mengenai pembangunan, Tehranian (1979) mengemukakan tiga tinjauan teoritis, yaitu pertama teori yang hanya melihat pembangunan semata-mata sebagai proses pluralisasi masyarakat, politik dan ekonomi dari suatu bangsa yang melaksanakan pembangunan tersebut. Pandangan ini dianut oleh para ekonom dan politisi liberal. Pada pokoknya mereka berpendapat bahwa hal yang penting dalam pembangunan adalah peningkatan kelompok tenaga kerja yang berdasarkan struktur dan fungsi yang jelas, penganekaragaman kelompok berdasarkan kepentingan dan keseimbangan dinamis antar kelompok dan kepentingan.
Menurut Tehranian (1979), Mengkaitkan peranan komunikasi & konsep pembangunan dengan tiga tinjauan teoritis, yaitu (1) pertama teori yang hanya melihat pembangunan semata-mata sebagai proses pluralisasi masyarakat, politik dan ekonomi dari suatu bangsa yang melaksanakan pembangunan tersebut. Pandangan ini dianut oleh para ekonom dan politisi liberal. Pada pokoknya mereka berpendapat bahwa hal yang penting dalam pembangunan adalah peningkatan kelompok tenaga kerja yang berdasarkan struktur dan fungsi yang jelas, penganekaragaman kelompok berdasarkan kepentingan dan keseimbangan dinamis antar kelompok dan kepentingan serta kurang nya simpati sosial pada setiap kelompok tersebut.
Teori yang kedua penekanannya pada peningkatan rasionalisasi sebagai unsur kunci proses pembangunan. Penganut aliran ini adalah Hegel, yang menekankan peranan rasio dalam perkembangan sejarah. Sedangkan Weber mementingkan rasionalisasi kebudayaan dan birokrasi dari suatu proses sosial yang akhirnya dikenal belakangan ini adalah mendewakan negara sebagai sumber segala kemenangan dan keabsahan.
(2) Teori yang kedua penekanannya pada peningkatan rasionalisasi sebagai unsur kunci proses pembangunan yang riil. Penganut aliran ini adalah Hegel, yang menekankan peranan rasio dalam perkembangan sejarah. Sedangkan Weber mementingkan rasionalisasi kebudayaan dan birokrasi dari suatu proses sosial yang akhirnya dikenal belakangan ini adalah mendewakan negara sebagai sumber segala kemenangan dan keabsahan. Kecintaan nya terhadap sesuatu yang dimiliki sehingga menjadikan setiap kelompok memiliki pandangannya masing” sesuai tujuan kelompoknya.
Teori ketiga adalah pemikiran yang lahir dari kesadaran diri masyarakat dunia ketiga, dengan konsep yang berpusat pada prinsip melakukan pembebasan. Teori ini sangat dipengaruhi oleh aliran Neo Marxis.
Aliran Neo Marxis, yang sangat berpengaruh besar yaitu pada (3) Teori ketiga adalah pemikiran yang lahir dari kesadaran diri masyarakat dunia, dengan konsep yang berpusat pada prinsip melakukan pembebasan.
7.3.5    Teknologi Komunikasi
7.3.5    Teknologi Komunikasi
Di abad modern ini, terutama pasca perang dunia kedua, bermunculan berbagai penemuan baru sebagai akibat kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan terjadi susul menyusul. Teknologi memberikan manusia bermacam-macam kemudahan dalam melakukan pekerjaan, dan lebih dari itu menjadikan kehidupan lebih menyenangkan dan lebih nyaman. Berkat penemuan baru di bidang teknologi, manusia dapat menggali dan melakukan eksplorasi sumber-sumber kekayaan alam, termasuk sumber-sumber energi yang penting bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia. Kemajuan pesat di bidang teknologi elektronika yang semakin berkembang membuktikan manusia telah mampu mengembangkan kemampuan setinggi-tingginya.
Pasca perang dunia kedua, bermunculan berbagai penemuan baru sebagai akibat kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan terjadi susul menyusul. Teknologi memberikan manusia bermacam-macam kemudahan dalam melakukan pekerjaan, dan lebih dari itu menjadikan kehidupan lebih menyenangkan dan lebih nyaman. Berkat penemuan baru di bidang teknologi, manusia dapat menggali dan melakukan eksplorasi sumber-sumber kekayaan alam, termasuk sumber-sumber energi yang penting bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia dan selalu memiliki inovasi dan kreativitas untuk terus meningkatkan ternologi tersebut.
Perkembangan teknologi mendorong semakin berkembangnya teknologi komunikasi. Kemajuan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan transistor, kemudian berkembang mikcrohip, sistem komunikasi satelit, dan lain-lain telah membuat jarak bukan lagi suatu halangan untuk berkomunikasi dengan yang lainnya. Laju perkembangan teknologi komunikasi telah memperlancar arus informasi dari dan keseluruh penjuru dunia. Kemajuan teknologi telah memungkinkan manusia sekarang ini menyaksikan pada waktu yang sama peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Kemajuan teknologi juga meningkatkan mobilitas sosial, mempermudah orang untuk saling berhubungan. Hubungan manusia dari satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin intensif dan dunia seolah-olah menjadi semakin sempit.
Kemajuan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan transistor, kemudian berkembang mikcrohip, sistem komunikasi satelit, dan lain-lain telah membuat jarak bukan lagi suatu halangan untuk berkomunikasi dengan yang lainnya. Laju perkembangan teknologi komunikasi telah memperlancar arus informasi dari dan keseluruh penjuru dunia. Kemajuan teknologi telah memungkinkan manusia sekarang ini menyaksikan pada waktu yang sama peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Kemajuan teknologi juga meningkatkan mobilitas sosial, mempermudah orang untuk saling berhubungan. Hubungan manusia dari satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin intensif dan dunia seolah-olah menjadi semakin kecil dalam artiyan kecendrungan melihat dunia yang begitu besar menjadi kecil dan mudah.
Teknologi dapat melakukan penghematan waktu dan jumlah tenaga kerja manusia. Proses teknologi melalui makna pesan tertulis atau gambar dipindahkan secara elektronis melalui radio telegraph (telefrint) untuk satu reproduksi yang jauh letaknya. Dengan teknik ini surat kabar yang terbit di Amerika misalnya, dalam jangka waktu bersamaan dapat terbit di Indonesia. Teknik reproduksi ini memungkinkan penyebaran surat kabar lebih luas dan lebih cepat. Demikian pula di bidang radio, televisi, film, dan pembuatan mesin hitung elektronis berkembang pesat.
Hal lain yang menjadikan manusia selalu berinovasi adalah Teknologi dapat melakukan penghematan waktu dan jumlah tenaga kerja manusia. Proses teknologi melalui makna pesan tertulis atau gambar dipindahkan secara elektronis melalui radio telegraph (telefrint) untuk satu reproduksi yang jauh letaknya. Dengan teknik ini surat kabar yang terbit di Amerika misalnya, dalam jangka waktu bersamaan dapat terbit di Indonesia. Teknik reproduksi ini memungkinkan penyebaran surat kabar lebih luas dan lebih cepat. Demikian pula di bidang radio, televisi, film, dan pembuatan mesin hitung elektronis berkembang pesat.
Sejalan dengan itu restrukturisasi akan terjadi di dalam berbagai kehidupan masyarakat, kemajuan teknologi ini juga telah dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Melalui radio, televisi, film, dan surat kabar dapat dikatakan seluruh pelosok tanah air telah terjangkau oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan pusat dan daerah. Pesan-pesan pembangunan dari pusat ke daerah dan sebaliknya dapat dengan mudah disiarkan oleh media tersebut diatas.
Sejalan dengan itu restrukturisasi akan terjadi di dalam berbagai kehidupan masyarakat, kemajuan teknologi ini juga telah dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Melalui radio, televisi, film, dan surat kabar dapat dikatakan seluruh pelosok tanah air telah terjangkau oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan pusat dan daerah. Pesan-pesan pembangunan dari pusat ke daerah dan sebaliknya dapat dengan mudah disiarkan oleh media tersebut diatas.
Kemajuan teknologi komunikasi jelas akan membawa dampak, baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat. Secara positif akan memberikan kemungkinan terjadinya komunikasi secara lebih baik dan luas jangkauannya. Kemajuan ini telah dirasakan manfaatnya bagi negara-negara yang sedang membangun. Namun secara negatif menimbulkan masalah baru yaitu memberikan kemudahan timbulnya pertentangan sosial dan perubahan sistem nilai, karena adanya perbenturan sistem nilai dalam masyarakat penerima teknologi yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.
Kemajuan teknologi komunikasi jelas akan membawa dampak, baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat. Kemajuan ini telah dirasakan manfaatnya bagi negara-negara yang sedang membangun. Namun secara negatif menimbulkan masalah baru yaitu memberikan kemudahan timbulnya pertentangan sosial dan perubahan sistem nilai, karena adanya perbenturan sistem nilai dalam masyarakat penerima teknologi yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.
Selain itu tidak mustahil derasnya arus nilai-nilai budaya melalui media massa dapat menimbulkan perubahan berbagai sikap pada anggota masyarakat yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda. Bagi bangsa Indonesia masalah yang dihadapi berkaitan dengan faktor budaya adalah  : (1) Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beraneka suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama, dan sejarah yang berbeda. (2) Masyarakat yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat pembangunan yang pada hakekatnya merupakan proses pembaharuan di segala sektor kehidupan. (3) Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa oleh media massa memperlancar kontak-kontak antar kebudayaan. (4) Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas, kualitas, maupun variasi.
Media massa memiliki perubahan berbagai sikap pada anggota masyarakat yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda. Bagi bangsa Indonesia masalah yang dihadapi berkaitan dengan faktor budaya adalah  :
1)      Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beraneka suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama, dan sejarah yang berbeda.
2)       Masyarakat yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat pembangunan yang pada hakekatnya merupakan proses pembaharuan di segala sektor kehidupan.
3)      Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa oleh media massa memperlancar kontak-kontak antar kebudayaan.
4)      Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas, kualitas, maupun variasi.
Budaya yang sangat kuat pada diri pribadi, menjadi tolak ukur (perbandingan) yang sangat di permasalahkan.
Dalam hubungan dengan masalah di atas, bangsa Indonesia harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan tuntutan pembangunan. Pembangunan sistem nilai yang cocok dengan tuntutan kemajuan, harus tetap dilandasi nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila sehingga proses medernisasi di Indonesia benar-benar sesuai dengan tuntutan zaman.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa Indonesia harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan tuntutan pembangunan. Pembangunan sistem nilai yang cocok dengan tuntutan kemajuan, harus tetap dilandasi nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila sehingga proses medernisasi di Indonesia benar-benar sesuai dengan tuntutan zaman. Agar tidak ada salah satu pihak yang dirugikan dan dihilangkan keyakinannya.
7.3.6    Partisipasi Dan Komunikasi
7.3.6    Partisipasi Dan Komunikasi
Timbul persoalan, bagaimana merekayasa pergeseran-pergeseran nilai dalam rangka mengaktualisasikan diri sesuai dengan tuntutan zaman sehingga suatu bangsa memiliki ciri-ciri universal dari bangsa yang modern, dengan tetap mempertahankan identitas kebangsaan yang bersumber dari nilai-nilai luhur bangsanya. Masalah penerapan teknologi bagi kepentingan pembangunan memerlukan penelaahan yang cermat dan mendalam menuju pemilihan alterantif terbaik yang dapat menghasilkan karya-karya teknologi yang tepat guna dan tepat lingkungan, berdaya guna dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.
Pro dan kontra akibat masalah terus terjadi akibat perkembangan teknologi, bagaimana merekayasa pergeseran-pergeseran nilai dalam rangka mengaktualisasikan diri sesuai dengan tuntutan zaman sehingga suatu bangsa memiliki ciri-ciri universal dari bangsa yang modern, dengan tetap mempertahankan identitas kebangsaan yang bersumber dari nilai-nilai luhur bangsanya. Masalah penerapan teknologi bagi kepentingan pembangunan memerlukan penelaahan yang cermat dan alterantif terbaik yang dapat menghasilkan karya-karya teknologi yang tepat guna dan tepat lingkungan, berdaya guna dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Sehingga salah satu sumber nilai yang sudah menjadi jadi diri masing-masing pihak tidak hilang dan terbengkalaikan.
Proses pembangunan saat ini harus berakar dari bawah (grassroots), memelihara keberagaman budaya, serta menjunjung tinggi martabat serta kebebasan bagi manusia dan masyarakat. Dengan kata lain pembangunan harus menganut paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat. Dengan demikian, perlu adanya partisipasi secara aktif, penuh inisiatif dan inovatif dari masyarakat itu sendiri. Sehingga partisipasi masyarakat dalam konteks ini mengandung makna untuk meneggakan demokrasi local yang selama ini “terpendam” yang sebenarnya telah dimiliki oleh masyarakat. Sedangkan proses pemberdayaan masyarakat harus mengandung makna yang dinamis untuk mengembangkan diri dalam mencapai kemajuan.
Proses pembangunan saat ini harus berakar dari bawah (grassroots), memelihara keberagaman budaya, serta menjunjung tinggi martabat serta kebebasan bagi manusia dan masyarakat. Dengan kata lain pembangunan harus menganut paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat. Dengan demikian, perlu adanya partisipasi secara aktif, penuh inisiatif dan inovatif dari masyarakat itu sendiri. Sehingga partisipasi masyarakat dalam konteks ini mengandung makna untuk meneggakan demokrasi local (berdemokrasi) yang selama ini “terpendam” yang sebenarnya telah dimiliki oleh masyarakat dan harus berdinamis.
Dalam berkomunikasi untuk membangkitkan partisipatif masyarakat, Harmoko mengemukakan bahwa pesan yang disampaikan kepada khalayak haruslah  : (1) Membaca berita hangat yang isinya cocok dengan kepentingan masyarakat. (2) Menggugah hati masyarakat sehingga gagasan dan perasaan yang disampaikan oleh si pembawa pesan sudah seperti milik si penerima pesan itu sendiri. (3) Menimbulkan dorongan bertindak bagi sasaran khalayak secara spontan dan penuh kesan.
Pesan komunikasi yang disamapaikan  kepada khalayak haruslah  :
1.      Membaca berita hangat yang isinya cocok dengan kepentingan masyarakat.
2.      Menggugah hati masyarakat sehingga gagasan dan perasaan yang disampaikan oleh si pembawa pesan sudah seperti milik si penerima pesan itu sendiri.
3.      Menimbulkan dorongan bertindak bagi sasaran khalayak secara spontan dan penuh kesan.
Saluran media massa pada umumnya lebih banyak digunakan untuk komunikasi informatif. Dengan saluran ini komunikator pembangunan pembangunan berusaha untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai pesan-pesan pembangunan. Selanjutnya untuk perubahan perilaku, aktifitas komunikasi harus dilipatgandakan dengan menggunakan berbagai macam saluran.
Dengan saluran ini komunikator pembangunan pembangunan berusaha untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai pesan-pesan pembangunan. Selanjutnya untuk perubahan perilaku, aktifitas komunikasi harus dilipatgandakan dengan menggunakan berbagai macam saluran yang memiliki pembelajaran tersendiri bagi pengikutnya.
Rogers dan Shoemaker mengatakan bahwa saluran interpersonal masih memegang peranan penting dibanding dengan media massa, terlebih-lebih di negara-negara yang belum maju dimana kurang tersedianya media massa yang dapat menjangkau khalayak terutama warga pedesaan, tingginya tingkat buta huruf dan tidak sesuainya pesan-pesan yang disampaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Rogers dan Shoemaker mengatakan bahwa “saluran interpersonal masih memegang peranan penting dibanding dengan media massa, terlebih-lebih di negara-negara yang belum maju dimana kurang tersedianya media massa yang dapat menjangkau khalayak terutama warga pedesaan, tingginya tingkat buta huruf dan tidak sesuainya pesan-pesan yang disampaikan dengan kebutuhan masyarakat”.
Lazarsfeld  mengatakan bahwa media massa hanya merupakan, 1) peliput ganda pesan dan penyebar ide secara mendatar dan 2) penguat artinya hanya didengar apabila sependapat dengan pendapat komunikan. Jadi saluran interpersonal dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari komunikan.
Lazarsfeld  mengatakan bahwa media massa hanya merupakan,
1)       peliput ganda pesan dan penyebar ide secara mendatar.
2)      penguat artinya hanya didengar apabila sependapat dengan pendapat komunikan.
3)      Jadi saluran interpersonal dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari komunikan.
Indonesia sampai saat ini masih termasuk salah satu negara yang sedang berkembang, dimana sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dan sekitar 50 % hidup dari hasil pertanian. Oleh sebab itu strategi komunikasi pembangunan masih dipusatkan pada daerah pedesaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Depari dan Mc Andrews (1991)[10] bahwa sampai saat ini strategi komunikasi pembangunan masih terbatas pada siaran pedesaan, baik melalui media massa maupun pemanfaatan para petugas penyuluhan pembangunan. Oleh sebab itu perlu dipikirkan lebih lanjut, bagaimana usaha-usaha komunikasi yang ada dapat dikembangkan, terlebih-lebih menghadapi tantangan era globalisasi.
Indonesia sampai saat ini masih termasuk salah satu negara yang sedang berkembang, dimana sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dan sekitar 50 % hidup dari hasil pertanian. Oleh sebab itu strategi komunikasi pembangunan masih dipusatkan pada daerah pedesaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Depari dan Mc Andrews (1991)[10] bahwa sampai saat ini strategi komunikasi pembangunan masih terbatas pada siaran pedesaan, baik melalui media massa maupun pemanfaatan para petugas penyuluhan pembangunan. Oleh sebab itu perlu dipikirkan lebih lanjut, bagaimana usaha-usaha komunikasi yang ada dapat dikembangkan, terlebih-lebih menghadapi tantangan era globalisasi.
Dalam hal ini melalui televisi dan radio sebagai saluran media massa juga sudah pernah melaksanakan program acara siaran pedesaan. Demikian pula Koran sebagai media cetak telah disalurkan kepada masyarakat pedesaan. Sedangkan melalui saluran komunikasi interpersonal pemerintah harus menerjunkan jupen-jupen pembangunan dan penyuluh lapangan. Pertunjukan rakyat yang mengemas pesan-pesan pembangunan pun banyak ditampilkan dan kegiatan ini punya daya tarik dan kekuatan tersendiri.
Dalam hal ini melalui televisi dan radio sebagai saluran media massa juga sudah pernah melaksanakan program acara siaran pedesaan. Demikian pula Koran sebagai media cetak telah disalurkan kepada masyarakat pedesaan. Sedangkan melalui saluran komunikasi interpersonal pemerintah harus menerjunkan jupen-jupen pembangunan dan penyuluh lapangan. Pertunjukan rakyat yang mengemas pesan-pesan pembangunan pun banyak ditampilkan dan kegiatan ini punya daya tarik dan kekuatan tersendiri.
Susanto (1988) mengatakan bahwa bentuk-bentuk komunikasi melalui pertunjukan rakyat/tradisional di maksud untuk : 1) Memudahkan penerimaan pesan-pesan oleh masyarakat karena disajikan dalam bentuk yang santai dan mudah dipahami bentuk dan lambangnya. 2) Memancing komunikasi ke atas, yaitu pesan-pesan dari rakyat langsung kepada pemerintah dalam bentuk yang dapat diterima oleh pemerintah.
Menurut teori Susanto (1988) mengatakan bahwa bentuk-bentuk komunikasi melalui pertunjukan rakyat/tradisional di maksud untuk :
1.      Memudahkan penerimaan pesan-pesan oleh masyarakat karena disajikan dalam bentuk yang santai dan mudah dipahami bentuk dan lambangnya.
2.      Memancing komunikasi ke atas, yaitu pesan-pesan dari rakyat langsung kepada pemerintah dalam bentuk yang dapat diterima oleh pemerintah.
Di samping itu wadah lain yang umumnya terdapat dipedesaan yaitu kelomponcapir ; wadah yang dapat menjembatani pesan-pesan pembangunan dari media massa kepada masyarakat. Wadah ini biasanya dipimpin oleh pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders), yang biasanya memiliki ciri-ciri, lebih tinggi pendidikan formalnya, lebih tinggi status sosialnya serta status ekonominya, lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi ide-ide baru, lebih tinggi kemampuan medianya, kemampuan empati mereka lebih besar, partisipasi sosial mereka lebih besar, lebih kosmopolit (modern).
Di dalam wadah lain yang umumnya terdapat dipedesaan yaitu kelomponcapir ; wadah yang dapat menjembatani pesan-pesan pembangunan dari media massa kepada masyarakat. Wadah ini biasanya dipimpin oleh pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders), yang biasanya memiliki ciri-ciri, lebih tinggi pendidikan formalnya, lebih tinggi status sosialnya serta status ekonominya, lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi ide-ide baru, lebih tinggi kemampuan medianya, kemampuan empati mereka lebih besar, partisipasi sosial mereka lebih besar, lebih kosmopolit (modern).
Untuk masyarakat perkotaan yang umumnya sudah memiliki banyak media, pesan harus disampaikan sedemikian rupa disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan. Penyajian pesan lewat sinetron yang dapat dinikmati keluarga dikala santai akan dapat menggugah kesadaran khalayak. Di samping penyajian pesan melalui media tercetak, seperti leaflet, folder, brosur, dan sebagainya, yang dibuat dengan cara yang menarik sehingga sayang untuk dibuang begitu saja.
Masyarakat perkotaan yang umumnya sudah memiliki banyak media, pesan harus disampaikan sedemikian rupa disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan. Penyajian pesan lewat sinetron yang dapat dinikmati keluarga dikala santai akan dapat menggugah kesadaran khalayak. Di samping penyajian pesan melalui media tercetak, seperti leaflet, folder, brosur, dan sebagainya, yang dibuat dengan cara yang menarik harus lah menjadi pembelajaran bagi penontong setianya tidak terbuang begitu saja.
7.4       Kelembagaan dan Pembangunan Ekonomi
7.4       Kelembagaan dan Pembangunan Ekonomi
Bebicara mengenai sistem perekonomian di suatu negara merupakan perdebatan panjang yang sampai saat ini belum memiliki titik temu yang sesuai dengan keinginan, perdebatan menjadi panjang dikarenakan setiap negara yang ada di dunia ini memiliki aturan main, perilaku dan sumberdaya yang berbeda. Jika kita melihat beberapa negara di dunia, berbagai jenis sistem ekonomi telah diterapakan, namun sampai saat ini hasil dari penerapan sistem itu masih terdapat kegagalan yang sanagt sulit di cari solusinya.
Sistem perekonomian di suatu negara merupakan perdebatan panjang yang sampai saat ini belum memiliki titik temu yang sesuai dengan keinginan, perdebatan menjadi panjang dikarenakan setiap negara yang ada di dunia ini memiliki aturan main, perilaku dan sumberdaya yang berbeda. Jika kita melihat beberapa negara di dunia, berbagai jenis sistem ekonomi telah diterapakan, namun sampai saat ini hasil dari penerapan sistem itu masih terdapat kegagalan yang sanagt sulit di cari solusinya.
Tidak bisa dipungkiri Indonesia sebagai negara besar juga mengikuti sistem yang diadopsi dari negara-negara barat, padahal jika kita melihat kondisi Indonesia mulai dari struktur kehidupan, budaya, demografi, sikologis dan sejarah sudah jelas berbeda dengan negara tempat dianutnya sistem ekonomi yang diterapakan. Berawal dari inilah penulis mencoba mencari titik temu dari permasalahn yang dihadapi bangsa ini, kira-kira sistem ekonomi apa yang tepat untuk di terapakan di negara Indonesia, akankah kita akan selalau mengikuti atauran main yang ada di negara lain, atau justru kita mampu menciptakan aturan main sendiri (bermain dinegeri sendiri,menjadi wasit dan menjadi pemenang di negeri sendiri).
Tidak bisa dipungkiri Indonesia sebagai negara besar juga mengikuti sistem yang diadopsi dari negara-negara barat, padahal jika kita melihat kondisi Indonesia mulai dari struktur kehidupan, budaya, demografi, sikologis dan sejarah sudah jelas berbeda dengan negara tempat dianutnya sistem ekonomi yang diterapakan. Berawal dari inilah penulis mencoba mencari titik temu dari permasalahn yang dihadapi bangsa ini, kira-kira sistem ekonomi apa yang tepat untuk di terapakan di negara Indonesia, akankah kita akan selalau mengikuti atauran main yang ada di negara lain, atau justru kita mampu menciptakan aturan main sendiri (bermain dinegeri sendiri,menjadi wasit dan menjadi pemenang di negeri sendiri).
Dalam menganalisis masalah ini penulis melakukan kajian literatur dari berbagai sumber, berdiskusi dengan para pakar yang akhirnya penulis menemukan sitem ekonomi yang menurut penulis sendiri tepat untuk diterapkan di Indonesia yaitu sistem ekonomi kerakyatan yang dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan ekonomi kelembagaan yang berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy) masyarakat Indonesia.

Banyak nya pemasalan yang dihadapi maka dari itu penulis melakukan kajian literatur dari berbagai sumber, berdiskusi dengan para pakar yang akhirnya penulis menemukan sitem ekonomi yang menurut penulis sendiri tepat untuk diterapkan di Indonesia yaitu sistem ekonomi kerakyatan yang dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan ekonomi kelembagaan yang berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy) masyarakat Indonesia.
7.4.1    Pembahasan
7.4.1    Pembahasan
Munculnya Ekonomi Kelembagaan (Institutional Economics) merupakan reaksi dari rasa ketidakpuasan terhadap aliran Neoklasik, yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari aliran ekonomi klasik. Menurut Hasibun (2003) inti pokok aliran ekonomi kelembagaan adalah melihat ilmu ekonomi dengan satu kesatuan ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, politik, antropologi, sejarah dan hukum.
Keunculan Ekonomi Kelembagaan (Institutional Economics) merupakan reaksi dari rasa ketidakpuasan terhadap aliran Neoklasik, yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari aliran ekonomi klasik. Menurut Hasibun (2003) inti pokok aliran ekonomi kelembagaan adalah melihat ilmu ekonomi dengan satu kesatuan ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, politik, antropologi, sejarah dan hukum.
Landreth dan Colandar (1994) membagi para tokoh ekonomi aliran kelembagaan dalam tiga golongan, yaitu tradisional, quasi dan neo. Yustika (2006)  membagi aliran Kelembagaan dalam ilmu ekonomi kelembagaan lama (old institutional economics) dan ilmu ekonomi kelembagaan baru (new institutional Economics). Mengkombinasikan dari kedua pandangan tersebut, pertama akan dikemukakan aliran ekonomi kelembagaan lama, kedua quasi dan aliaran ekonomi kelembagaan baru.
Landreth dan Colandar (1994) membagi para tokoh ekonomi aliran kelembagaan dalam tiga golongan, yaitu tradisional, quasi dan neo. Yustika (2006)  membagi aliran Kelembagaan dalam ilmu ekonomi kelembagaan lama (old institutional economics) dan ilmu ekonomi kelembagaan baru (new institutional Economics). Mengkombinasikan dari kedua pandangan tersebut, pertama akan dikemukakan aliran ekonomi kelembagaan lama, kedua quasi dan aliaran ekonomi kelembagaan baru.
7.4.2    Aliran Kelembagaan Lama
7.4.2    Aliran Kelembagaan Lama
Bapak Ekonomi kelembagaan yang disetujui oleh para pakar adalah Thorestein Bunde Veblen (1857-1929). Krirtik Veblen sangat tajam terhadap ekonomi ortodoks, dimana pengertian ekonomi ortodoks adalah pemikiran-pemikiran yang menggunakan dan melanjutkan ekonomi Klasik seperti persaingan bebas, persaingan sempurna, manusia adalah rasional, motivasi memaksimalkan keuntungan dan meminimasi pengeorbanan ekonomi. Menurut Veblen teori ekonomi ortodoks merupakan teori teologi, oleh karena akhir cerita telah ditentukan dari awal. Misalnya, keseimbangan jangka panjang itu tidak pernah dibuktikan, tetapi telah ditentukan walaupun ceritanya belum dimulai. Ilmu ekonomi bukan hanya mempelajari tingkat harga, alokasi sumber-sumber tetapi justru mempelajari faktor-faktor yang dianggap tetap (given).
 Thorestein Bunde Veblen (1857-1929). Krirtikan Veblen sangat tajam terhadap ekonomi ortodoks, dimana pengertian ekonomi ortodoks adalah pemikiran-pemikiran yang menggunakan dan melanjutkan ekonomi Klasik seperti persaingan bebas, persaingan sempurna, manusia adalah rasional, motivasi memaksimalkan keuntungan dan meminimasi pengeorbanan ekonomi. Menurut Veblen teori ekonomi ortodoks merupakan teori teologi, oleh karena akhir cerita telah ditentukan dari awal. Misalnya, keseimbangan jangka panjang itu tidak pernah dibuktikan, tetapi telah ditentukan walaupun ceritanya belum dimulai. Ilmu ekonomi bukan hanya mempelajari tingkat harga, alokasi sumber-sumber tetapi justru mempelajari faktor-faktor yang dianggap tetap (given).
Salah seorang tokoh ekonomi kelembagaan dari inggris yang penting adalah John A. Hobson (1858-1940). Menurutnya, ada tiga kelemahan toeri ekonomi ortodoks, yaitu tidak dapat menyelesaikan maslah full-employment, distribusi pendapatan yang senjang dan pasar bukan ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Beliau tidak setuju adanya unsur ekonomi positif dan normatif karena keduanya tetap memerlukan adanya unsur etika. Timbulnya Imprealsime menurut Hobsoan disebabkan karena terjadinya konsumsi yang kurang dan kelebihan tabungan di dalam negeri, maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah jajahan. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full-employment dan peningkatan pendapatan pekerja dan produktivitas. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas, yang berarti bisa terhindar dari bahaya adanya resesi.
okoh ekonomi kelembagaan dari inggris yang penting adalah John A. Hobson (1858-1940). Menurutnya, ada tiga kelemahan toeri ekonomi ortodoks, yaitu tidak dapat menyelesaikan maslah full-employment, distribusi pendapatan yang senjang dan pasar bukan ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Beliau tidak setuju adanya unsur ekonomi positif dan normatif karena keduanya tetap memerlukan adanya unsur etika. Timbulnya Imprealsime menurut Hobsoan disebabkan karena terjadinya konsumsi yang kurang dan kelebihan tabungan di dalam negeri, maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah jajahan. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full-employment dan peningkatan pendapatan pekerja dan produktivitas. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas, yang berarti bisa terhindar dari bahaya adanya resesi.
MODIFIKATOR
JESSICHA PRAMUDITHA ILHAM
NASKAH ASLI
NASKAH MODIFIKASI
7.4.3    Aliran Kelembagaan
7.4.3    Aliran Kelembagaan
Para tokoh yang masuk di dalam aliran ini adalah mereka yang terpengaruh oleh pemikiran veblen dan kawan-kawannya, para tokoh aliran ini antara lain Joseph Schumpeter, Gunnar Myrdal, dan kenneth Galbraith. Pemikiran schumpeter bertumpu pada ekonomi jangka panjang, yang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru, maupun dalam mejelaskan terjadinya siklus ekonomi. Keseimbangan ekonomi yang statis dan stasioner seperti konsep kaum ortodoks mengalami gangguan dengan adanya inovasi, Meskipun demikian, gangguan tersebut dalam rangka berusaha mencari keseimbangan yang baru. Inovasi tidak bisa berlanjut kalau kaum wirasawata telah terjebak dalam persoalan-persoalan yang sifatnya rutin.
Para tokoh yang masuk di dalam aliran ini adalah mereka yang terpengaruh oleh pemikiran veblen dan kawan-kawannya, para tokoh aliran ini antara lain Joseph Schumpeter, Gunnar Myrdal, dan kenneth Galbraith. Pemikiran schumpeter bertumpu pada ekonomi jangka panjang, yang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru, maupun dalam mejelaskan terjadinya siklus ekonomi. Keseimbangan ekonomi yang statis dan stasioner seperti konsep kaum ortodoks mengalami gangguan dengan adanya inovasi, Meskipun demikian, gangguan tersebut dalam rangka berusaha mencari keseimbangan yang baru. Inovasi tidak bisa berlanjut kalau kaum wirasawata telah terjebak dalam persoalan-persoalan yang sifatnya rutin.
Sedangkan Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di Amerika serikat yang tidak sesuai dengan perkiraan (prediksi) yang dikemukakan kaum ekonomi ortodoks. Asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh teori ekonomi ortodoks dalam kenyataannya melenceng jauh sekali. Keberadaan pasar persaingan sempurna tidak ada, bahkan pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan ini demikian besar kekuasaanya sehingga selera konsumen bisa diaturnya.
Meurut Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di Amerika serikat yang tidak sesuai dengan perkiraan (prediksi) yang dikemukakan kaum ekonomi ortodoks. Asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh teori ekonomi ortodoks dalam kenyataannya melenceng jauh sekali. Keberadaan pasar persaingan sempurna tidak ada, bahkan pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Dan semua konsumsi yang dibutuhkan oleh konsumen seakan-akan dapat dikendalikan sesuai keingunan perusahaan yang paling berkuasa.
Pada perusahaan yang besar ini, pemilik modal terpisah dengan manajer profesional dan para manajer ini telah menjadi technostrusture masyarakat. Konsumsi masyarakat telah menjadi demikian tinggi, tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan dan kwalitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang publik. Selanjutnya kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan buruh, pemerintah dan lembaga-lembaga konsumen. Namun demikian, untuk menjamin keberlanjutan perusahan-perusahaan ini, maka pemerintah hendaknya berfungsi untuk menstabilkan perkembangan ekonomi.

Pemilik modal terpisah dengan manajer profesional dan para manajer ini telah menjadi technostrusture masyarakat. Konsumsi masyarakat telah menjadi demikian tinggi, menjadikan pencemaran lingkungan dan kwalitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang publik. Selanjutnya kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan buruh, pemerintah dan lembaga-lembaga konsumen. Namun demikian, untuk menjamin keberlanjutan perusahan-perusahaan ini, maka pemerintah hendaknya berfungsi untuk menstabilkan perkembangan dan mengendalikan ekonomi terutama pada kebutuhan pokok manusia.

7.4.4    Aliran Kelembagaan Baru
7.4.4    Aliran Kelembagaan Baru
Aliran Ekonomi Kelembagaan Baru (New Institutional Economics disingkat NIE) dimulai pada tahun-tahun 1930-an dengan ide dari penulis yang berbeda-beda. Menurut Yustika (2006), pada tahun-tahun terakhir ini terjadi kesamaan ide yang mereka usung dan kemudian dipertimbangkan menjadi satu payung yang bernama NIE. Secara garis besar, NIE sendiri merupakan upaya ‘perlawanan’ terhadap dan sekaligus pengembangan ide ekonomi Neoklasik, meskipun tetap saja dapat terpengaruh oleh ideologi dan politik yang ada pada masing-masing para pemikir.
Dimulai pada tahun-tahun 1930-an dengan ide dari penulis yang berbeda-beda Aliran Ekonomi Kelembagaan Baru (New Institutional Economics disingkat NIE). Menurut Yustika (2006), pada tahun-tahun terakhir ini terjadi kesamaan ide yang mereka usung dan kemudian dipertimbangkan menjadi satu payung yang bernama NIE. Secara garis besar, NIE sendiri merupakan upaya ‘perlawanan’ terhadap dan sekaligus pengembangan ide ekonomi Neoklasik, meskipun tetap saja dapat terpengaruh oleh ideologi dan politik yang ada pada masing-masing para pemikir.
NIE dengan demikian menempatkan dirinya sebagai pembangun teori kelembagaan nonpasar dengan fondasi teori ekonomi Neoklasik. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu tokoh NIE Douglas C. North, bahwa NIE masih menggunakan dan menerima asumsi dasar dari ekonomi Neoklasik mengenai kelangkaan dan kompetisi akan tetapi meninggalkan asumsi rasionalitas instrumental (instrumental rasionality). Oleh karena ekonomi Neoklasik memaki asumsi tersebut menyebabkan menjadi teori yang bebas kelembagaan (institutional-free theory).
Dengan demikian (New Institutional Economics) NIE menempatkan dirinya sebagai pembangun teori kelembagaan nonpasar dengan fondasi teori ekonomi Neoklasik. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu tokoh NIE Douglas C. North, bahwa NIE masih menggunakan dan menerima asumsi dasar dari ekonomi Neoklasik mengenai kelangkaan dan kompetisi akan tetapi meninggalkan asumsi rasionalitas instrumental (instrumental rasionality). Oleh karena ekonomi Neoklasik memaki asumsi tersebut menyebabkan menjadi teori yang bebas kelembagaan (institutional-free theory).
NIE selanjutnya memperdalam kajiannya tentang kelembagaan nonpasar, seperti hak kepemilikan, kontrak, partai revolutioner dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena sering terjadi masalah kegagalan pasar (market failure). Kegagalan pasar muncul karena terjadinya asimetris informasi, eksternalitas produksi (production externality) dan adanya kenyataan keberadaan barang-barang-barang publik (publik goods). Akibat kealpaan teori ekonomi Neoklasik terhadap adanya kegagalan pasar, maka dilupakan pula adanya kenyataan pentingnya biaya-biaya transaksi (transaction cost). Di samping itu NIE menambah bahasannya tentang terjadinya kegagalan kelembagaan (institutional failure) sebagai penyebab terjadinya keterbelakangan pada banyak negara.
NIE selanjutnya memperdalam kajiannya tentang kelembagaan nonpasar, seperti hak kepemilikan, kontrak, partai revolutioner dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena sering terjadi masalah kegagalan pasar (market failure). Kegagalan pasar muncul karena terjadinya asimetris informasi, eksternalitas produksi (production externality) dan adanya kenyataan keberadaan barang-barang-barang publik (publik goods). Akibat kealpaan teori ekonomi Neoklasik terhadap adanya kegagalan pasar, maka dilupakan pula adanya kenyataan pentingnya biaya-biaya transaksi (transaction cost). Di samping itu NIE menambah bahasannya tentang terjadinya kegagalan kelembagaan (institutional failure) sebagai penyebab terjadinya keterbelakangan pada banyak negara.
Dengan demikian, ilmu ekonomi kelembagaan kemudian menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial ekonomi, budaya dan terutama ekonomi politik. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya, termasuk beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. Penghargaan tersebut tidak hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya, tetapi juga pada bidang keilmuannya, yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini, 2002) .
Dengan demikian, ilmu ekonomi kelembagaan kemudian menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial ekonomi, budaya dan terutama ekonomi politik. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya, termasuk beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. Penghargaan tersebut tidak hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya, tetapi juga pada bidang keilmuannya, yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini, 2002) .
Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi, seperti aspek sosial, hukum, politik, budaya, dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis (Yustika, 2008: 55). Oleh karena itu, untuk mendekati gejala ekonomi maka, pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular, subyektif dan, nonprediktif.
Menurut Yustika, (2008: 55). Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi, seperti aspek sosial, hukum, politik, budaya, dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis. Oleh karena itu, untuk mendekati gejala ekonomi maka, pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular, subyektif dan, nonprediktif.
Pertama, partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk kondisi sosial yang lain). Lewat premis partikularitas tersebut, sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: (1) keyakinan bahwa fenomena sosial tidaklah tunggal; dan (2) penelitian kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika, 2008: 69).
Premis pertama, partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk kondisi sosial yang lain). Lewat premis partikularitas tersebut, sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal:
1.       keyakinan bahwa fenomena sosial tidaklah tunggal
2.       penelitian kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika, 2008: 69).
Kedua, yang dimaksud dengan subyektif disini sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data, dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang “orang dalam” dalam antropologi disebut dengan emic.
Premis yang kedua, subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data, dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang “orang dalam” dalam antropologi disebut dengan emic.
Ketiga, nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi kedepan, tetapi yang ditekankan disini ialah bagaimana pemaknaan, konsep, definisi, karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi atas sesuatu. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena.
Premis yang ketiga, nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi kedepan, tetapi yang ditekankan disini ialah bagaimana pemaknaan, konsep, definisi, karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi atas sesuatu. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena.
7.4.5    Ekonomi Kelembagaan Di Indonesia
7.4.5    Ekonomi Kelembagaan Di Indonesia
Perkembangan pemikiran ekonomi di Barat turut mempengaruhi studi-studi ekonomi di Indonesia. Beberapa sarjana-sarjana Indonesia lulusan sekolah Barat yang menaruh perhatian terhadap gagasan ini dapat dilacak misalnya, Mubyarto, dengan pemikirannya tentang pengembangan ilmu dan pendidikan ekonomi alternatif yang berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy) masyarakat Indonesia. Lincolin Arsyad (2005) dalam penelitiannya Assessing the Performance and Sustainability of Microfinance Institution: The Case of Village Credit Institution of Bali menemukan kinerja Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Gianyar, Bali dipengaruhi oleh kelembagaan yang meliputi lembaga formal dan informal. Ia mencatat bahwa kelembagaan adat memberikan kontribusi dalam kinerja portofolio, leverage, rasio kecukupan modal, produktivitas, efisiensi, profitabilitas, dan kelayakan keuangan LPD.
Studi-studi ekonomi di Indonesia turut di pengaruhi oleh perkembangan pemikiran ekonomi di Barat. Misalnya Mubyarto seorang sarjana Indonesia lulusan sekolah Barat yang memiliki sebuah gagasan dengan pemikirannya tentang pengembangan ilmu dan pendidikan ekonomi alternatif yang berpijak pada sistem nilai, sosial-budaya, dan kehidupan ekonomi riil (real-life economy) masyarakat Indonesia. Lincolin Arsyad (2005) dalam penelitiannya Assessing the Performance and Sustainability of Microfinance Institution: The Case of Village Credit Institution of Bali menemukan kinerja Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Gianyar, Bali dipengaruhi oleh kelembagaan yang meliputi lembaga formal dan informal. Menurutnya kinerja portofolio, leverage, rasio kecukupan modal, produktivitas, efisiensi, profitabilitas, dan kelayakan keuangan LPD adalah hasil dari kontribusi kelembagaan adat.
Ahmad Erani Yustika (2005) lulusan Georg-August-Universität Göttingen, Jerman dengan disertasi Transaction Cost Economics of The Sugar Industry in Indonesia dan juga buku teks “Ekonomi Kelembagaan: Defenisi, Teori, dan Strategi” sehingga tidaklah berlebihan jika Yustika dikategorikan sebagai salah satu pemikir ekonomi kelembagaan di tanah air. Negara-negara ataupun kawasan yang lebih makmur dewasa ini adalah yang memiliki kelembagaan politik dan ekonomi lebih baik di masa lalu (Hall & Jones, 1999; dan Acemoglu, et.al., 2001). Kemajuan China dan India dewasa ini, dengan segala kekurangannya, bisa dijelaskan dari aspek kelembagaan ini. Juga negara-negara di Asia yang paling dinamis.Apalagi saat terjadi gelombang krisis keuangan yang menerpa dunia saat ini dimana mainstream ekonomi yang berpijak pada asumsi-asumsi ekonomi klasik membuat pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya, karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Dengan demikian diharapakan ekonomi kelembagaan dapat menjadi eskalaotor perbaiakan ekonomi di Indonesia.
Ahmad Erani Yustika (2005) dikategorikan sebagai salah satu pemikir ekonomi kelembagaan di tanah air, beliau merupakan lulusan Georg-August-Universität Göttingen, Jerman dengan disertasi Transaction Cost Economics of The Sugar Industry in Indonesia dan juga buku teks “Ekonomi Kelembagaan: Defenisi, Teori, dan Strategi. Negara-negara ataupun kawasan yang lebih makmur dewasa ini adalah yang memiliki kelembagaan politik dan ekonomi lebih baik di masa lalu (Hall & Jones, 1999; dan Acemoglu, et.al., 2001). Dari aspek kelembagaan, kemajuan China dan India dewasa ini, dengan segala kekurangannya pun  dapat dijelaskan begitu juga dengan negara-negara di Asia yang paling dinamis. Apalagi saat terjadi gelombang krisis keuangan yang menerpa dunia saat ini dimana mainstream ekonomi yang berpijak pada asumsi-asumsi ekonomi klasik membuat pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya, karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Diharapakan ekonomi kelembagaan dapat menjadi jalan mudah sebagai perbaikan ekonomi di Indonesia.
7.5       Kemiskinan dan Lingkungan Hidup
7.5       Kemiskinan dan Lingkungan Hidup
Kemiskinan secara harfiah dapat dikatakan sebagai keadaan tidak memiliki apa-apa secara cukup. Dalam beerbagai pandangan ada tiga jenis kemiskinan yang sering dikemukakan yaitu kemiskinan struktural, kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Kemiskinan struktural dimengerti sebagai kemiskinan yang timbul sebagai akibat dari kebijakan pemerintah dan perilakuk korporasi yang membuat masyarakat miskin, tidak atau sedikit sekali memiliki akses terhadap ekonomi produktif. Kemiskinan relatif merupakan kemiskinan yang timbul tidak hanya dilihat dari aspek pendapatan semata namun juga keadaan hidup dalam lingkungan sosial. Sedangkan kemiskinan absolut menurut Sumodiningrat (1997) yaitu kemiskinan yang diukur dari tingkat kemampuan untuk membiayai hidup minimal sesuai dengan martabat hidup yang manusiawi.
Kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan tidak memiliki apa-apa secara cukup. Ada tiga jenis kemiskinan yang sering dikemukakan yaitu kemiskinan struktural, kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Kemiskinan struktural timbul akibat dari kebijakan pemerintah dan perilaku korporasi yang membuat masyarakat miskin, tidak atau sedikit sekali memiliki akses terhadap ekonomi produktif. Kemiskinan relatif timbul tidak hanya dilihat dari aspek pendapatan semata namun juga keadaan hidup dalam lingkungan sosial. Sedangkan kemiskinan absolut yaitu kemiskinan yang diukur dari tingkat kemampuan untuk membiayai hidup minimal sesuai dengan martabat hidup yang manusiawi menurut Sumodiningrat (1997).
Berbagai lembaga-lembaga yang berkaitan dengan kemiskinan sering memakai kemiskinan absolut sebagai patokan. Hal ini dikarenakan pada pengertian kemiskinan absolut, kemiskinan itu dapat diukur dengan suatu nilai. Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai keadaan hidup dengan pendapatan dibawah USD 1/hari dan kemiskinan menengah dengan pendapatan USD 2/hari. Di Indonesia, kemiskinan diukur pula dengan harga komoditas pokok yang penting seperti beras.
Kemiskinan absolut sering digunakan sebagai patokan. Hal ini dikarenakan pada pengertian kemiskinan absolut, kemiskinan itu dapat diukur dengan suatu nilai. Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai keadaan hidup dengan pendapatan dibawah USD 1/hari dan kemiskinan menengah dengan pendapatan USD 2/hari. Di Indonesia, kemiskinan diukur pula dengan harga komoditas pokok yang penting seperti beras.
Kemiskinan di Indonesia pada Maret 2008 oleh survey BPS mencapai 34,96 juta orang atau 15% dari total penduduk Indonesia. Meskipun angka ini turun, menurut Bappenas (2009) pada tahun 2009 diperkirakan terjadi penurunan persentase kemiskinan menjadi 12-14% di Indonesia. Kemiskinan di Indonesia tidak hanya terjadi di daerah namun juga di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Kemiskinan di Indonesia pada Maret 2008 oleh survey BPS mencapai 34,96 juta orang atau 15% dari total penduduk Indonesia. Meskipun angka ini turun, menurut Bappenas (2009) pada tahun 2009 diperkirakan terjadi penurunan persentase kemiskinan menjadi 12-14% di Indonesia. Kemiskinan di Indonesia tidak hanya terjadi di daerah namun juga di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Lingkungan merupakan aspek penting bagi kehidupan Indonesia. Lingkungan serta keberagamannya bukan hanya menjadi ikon bagi Indonesia namun juga sudah menjadi bagian dari Indonesia itu sendiri. Lingkungan di Indonesia berupa hutan serta keragaman biodiversitasnya, lingkungan perairan termasuk didalamnya pesisir dan kelautan, lingkungan daerah atau pedesaan, dan lingkungan perkotaan serta lingkungan yang bersifat alamiah lainnya yang terikat dalam suatu kesatuan wilayah. Lingkungan itu sendiri melibatkan aspek kehidupan masyarakat dalam kehidupan sosialnya.
Lingkungan merupakan aspek penting bagi kehidupan Indonesia. Di Indonesia, lingkungan serta keberagamannya merupakan bagian dari Indonesia itu sendiri. Lingkungan di Indonesia berupa hutan serta keragaman biodiversitasnya, lingkungan perairan termasuk didalamnya pesisir dan kelautan, lingkungan daerah atau pedesaan, dan lingkungan perkotaan serta lingkungan yang bersifat alamiah lainnya yang terikat dalam suatu kesatuan wilayah. Lingkungan itu sendiri melibatkan aspek kehidupan masyarakat dalam kehidupan sosialnya.
Keadaan lingkungan di Indonesia dalam dua dekade terakhir menunjukkan gejala yang memprihatinkan. Kerusakan hutan di Indonesia menjadi persoalan serius yang menjadi sorotan dunia. Ada dua bentuk pengrusakan hutan yang paling sering dilakukan yaitu pembalakan liar dan penambangan liar. Kedua bentuk pengrusakan tersebut juga berperan serta terhadap perubahan iklim secara global. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa lingkungan di Indonesia menjadi pantauan masyarakat dunia. Bentuk kerusakan lingkungan lain yang muncul di Indonesia ialah kerusakan lingkungan di wilayah perkotaan. Masalah sampah, drainase, dan polusi menjadi permasalahan penting yang sering menggangu kota-kota besar. Akibat yang sering muncul adalah masalah banjir yang berimbas langsung pada kegiatan kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan.
Dalam dua dekade terakhir menunjukkan  keadaaan lingkungan di Indonesia mengalami gejala yang memprihatinkan yaitu kerusakan hutan. Ada dua bentuk pengrusakan hutan yang paling sering dilakukan yaitu pembalakan liar dan penambangan liar. Kedua bentuk pengrusakan tersebut juga berperan serta terhadap perubahan iklim secara global. Hal inilah yang menjadi pantauan masyarakat dunia. Bentuk kerusakan lingkungan lain yang muncul di Indonesia ialah kerusakan lingkungan di wilayah perkotaan. Masalah sampah, drainase, dan polusi menjadi permasalahan penting yang sering menggangu kota-kota besar. Akibat yang sering muncul adalah masalah banjir yang berimbas langsung pada kegiatan kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan.
Kemiskinan dan kerusakan lingkungan merupakan dua hal yang pada dasarnya saling berhubungan dan saling memiliki sebab akibat. Kemiskinan menjadi bagian dari adanya kerusakan lingkungan dan kemiskinan bisa timbul karena adanya kerusakan lingkungan. Namun apabila dilihat dan dimaknai lebih mendalam kedua bentuk hubungan ini akan terlihat jelas perbedaannya.
Pada dasarnya hubungan dan saling memiliki sebab akibat dapat dilihat dari kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Kemiskinan menjadi bagian dari adanya kerusakan lingkungan dan kemiskinan bisa timbul karena adanya kerusakan lingkungan. Namun apabila dilihat dan dimaknai lebih mendalam kedua bentuk hubungan ini akan terlihat jelas perbedaannya.
Kerusakan lingkungan yang timbul sebagai akibat kemiskinan merupakan hal yang paling sering ditemui di Indonesia. Masalah kerusakan lingkungan hutan yang ada terutama disebabkan masalah ekonomi yang ada dalam masyarakat di daerah. Masyarakat dibuai dengan keuntungan yang akan diperoleh apabila menjual kayu secara ilegal. Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup menjadi dasar dalam pengrusakan lingkungan. Hal yang sama muncul dalm banyak kasus kerusakan lingkungan, penambangan rakyat seperti penambangan emas di Sulawesi, penambangan timah di Pulau Bangka, penambangan batubara di Padang dan Kalimantan, dan masih banyak tindakan lainnya yang memang merusak lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup dari miskin menjadi sejahtera.
Kemiskinan merupakan hal yang paling sering ditemui di Indonesia yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Masalah kerusakan lingkungan hutan yang ada terutama disebabkan masalah ekonomi yang ada dalam masyarakat di daerah. Masyarakat dibuai dengan keuntungan yang akan diperoleh apabila menjual kayu secara ilegal. Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup menjadi dasar dalam pengrusakan lingkungan. Hal yang sama muncul dalm banyak kasus kerusakan lingkungan, penambangan rakyat seperti penambangan emas di Sulawesi, penambangan timah di Pulau Bangka, penambangan batubara di Padang dan Kalimantan, dan masih banyak tindakan lainnya yang memang merusak lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup dari miskin menjadi sejahtera.
Bentuk masalah lain yang muncul sebagai akibat hubungan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kemiskinan yaitu kehidupan masyarakat miskin di wilayah perkotaan. Masyarakat miskin di perkotaan memiliki masalah permukiman terutama di kota besar seperti Jakarta. Ketidakberadaan pemukiman bagi masyarakat miskin di perkotaan mengakibatkan masyarakat miskin bermukim di wilayah yang seharusnya tidak digunakan untuk bermukim. Jakarta sebagai contoh misalnya, penggunaan bantaran sungai sebagai tempat bermukim tentu menimbulkan masalah lingkungan yang besar. Berkurangnya daerah terbuka hijau dan terpakainya daerah penyangga aliran sungai akan berefek buruk pada keberlanjutan lingkungan daerah aliran sungai. Banjir pun akan sering muncul karena keberadaan vegetasi yang tergantikan dengan pemukiman.
Kehidupan masyarakat miskin di wilayah perkotaan merupakan bentuk masalah lain yang muncul sebagai akibat hubungan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kemiskinan. Masyarakat miskin di perkotaan memiliki masalah permukiman terutama di kota besar seperti Jakarta. Ketidakberadaan pemukiman bagi masyarakat miskin di perkotaan mengakibatkan masyarakat miskin bermukim di wilayah yang seharusnya tidak digunakan untuk bermukim. Jakarta sebagai contoh misalnya, penggunaan bantaran sungai sebagai tempat bermukim tentu menimbulkan masalah lingkungan yang besar. Berkurangnya daerah terbuka hijau dan terpakainya daerah penyangga aliran sungai akan berefek buruk pada keberlanjutan lingkungan daerah aliran sungai. Banjir pun akan sering muncul karena keberadaan vegetasi yang tergantikan dengan pemukiman.
Pada hubungan kemiskinan yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan, kemiskinan timbul karena efek perubahan lingkungan yang ada. Kerusakan lingkungan membuat perubahan pola sosial masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi. Hal ini misalnya terjadi pada masyarakat suku pedalaman dimana hutan sudah dirambah sehingga kehidupan masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap ekonomi karena makanan yang selam ini tersedia sudah berkurang. Kehidupan ini akhirnya mengubah kehidupan sosial dimana mereka harus mencari makanan di luar kebiasaan dan untuk mendapatkannya perlu untuk bekerja di luar kebiasaan yang ada. Jika tidak mampu untuk berubah maka terjadi kemiskinan. Bentuk lain hubungan ini yaitu kerusakan secara langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Hal ini misalnya terjadi pada tempat yang mengalami bencana seperti longsor dan banjir akrena kerusakan lingkungan. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian material dan berdampak pada kehidupan. Petani, misalnya tentu akan mengalami kerugian luar biasa apabila terjadi banjir dan akhirnya mengalami kesulitan ekonomi.
Kemiskinan timbul karena efek perubahan lingkungan yang ada. Kerusakan lingkungan membuat perubahan pola sosial masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi. Hal ini misalnya terjadi pada masyarakat suku pedalaman dimana hutan sudah dirambah sehingga kehidupan masyarakat berubah dan berpengaruh terhadap ekonomi karena makanan yang selama ini tersedia sudah berkurang. Kehidupan ini akhirnya mengubah kehidupan sosial dimana mereka harus mencari makanan di luar kebiasaan dan untuk mendapatkannya perlu untuk bekerja di luar kebiasaan yang ada. Jika tidak mampu untuk berubah maka terjadi kemiskinan. Bentuk lainnya yaitu kerusakan secara langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Hal ini terjadi pada tempat yang mengalami bencana seperti longsor dan banjir akrena kerusakan lingkungan. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian material dan berdampak pada kehidupan. Petani, misalnya tentu akan mengalami kerugian luar biasa apabila terjadi banjir dan akhirnya mengalami kesulitan ekonomi.
Hubungan yang saling berpengaruh ini perlu dipelajari dengan baik sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat mengakomodir antara ketersediaan lingkungan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar lingkungan. Kekurangsadaran akan pentingnya lingkungan dan besarnya nilai ekonomi yang ada dalam keadaan lingkungan menjadi penyebab utama hubungan yang tidak baik ini. Lingkungan yang dikelola dengan baik dengan memperhatikan juga kehidupan sosial masyarakat disekitarnya sehingga dapat diperoleh kesejahteraan bagi orang banyak.
Dengan adanya hubungan yang saling berpengaruh ini perlu dipelajari sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat mengakomodir antara ketersediaan lingkungan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar lingkungan. Kekurangsadaran akan pentingnya lingkungan dan besarnya nilai ekonomi yang ada dalam keadaan lingkungan menjadi penyebab utama hubungan yang tidak baik ini. Lingkungan yang dikelola dengan baik dengan memperhatikan juga kehidupan sosial masyarakat disekitarnya sehingga dapat diperoleh kesejahteraan bagi orang banyak.
Studi Kasus di Indonesia
Daftar Pertanyaan
1.         Jelaskan proses pembentukan modal/investasi terjadi?
2.         Menurut Wilbur Schramm untuk menyuarakan hasil-hasil pembangunan diperlukan strategi dan Teknologi Komunikasi yang efektif. Sebutkan syarat-syarat yang dimaksud?
Studi Kasus di Indonesia
Daftar Pertanyaan
1.      Jelaskan proses pembentukan modal/investasi terjadi?
2.      Menurut Wilbur Schramm untuk menyuarakan hasil-hasil pembangunan diperlukan strategi dan Teknologi Komunikasi yang efektif. Sebutkan syarat-syarat yang dimaksud?

Komentar

  1. Halo Semua, nama saya Jane alice seorang wanita dari Indonesia, dan saya bekerja dengan kompensasi Asia yang bersatu, dengan cepat saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua orang Indonesia yang mencari pinjaman Internet agar berhati-hati agar tidak jatuh ke tangan penipu dan fraudstars banyak kreditur kredit palsu ada di sini di internet dan ada juga yang asli dan nyata,

    Saya ingin membagikan testimonial tentang bagaimana Tuhan menuntun saya kepada pemberi pinjaman sebenarnya dan dana pinjaman Real telah mengubah hidup saya dari rumput menjadi Grace, setelah saya tertipu oleh beberapa kreditor kredit di internet, saya kehilangan banyak uang untuk membayar pendaftaran. biaya. . , Biaya garansi, dan setelah pembayaran saya masih belurrm mendapat pinjaman saya.

    Setelah berbulan-bulan berusaha mendapatkan pinjaman di internet dan jumlah uang yang dihabiskan tanpa mendapat pinjaman dari perusahaan mereka, maka saya menjadi sangat putus asa untuk mendapatkan pinjaman dari kreditor kredit genue online yang tidak akan meningkatkan rasa sakit saya jadi saya memutuskan untuk Hubungi teman saya yang mendapatkan pinjaman onlinenya sendiri, kami mendiskusikan kesimpulan kami mengenai masalah ini dan dia bercerita tentang seorang pria bernama Mr. Dangote yang adalah CEO Dangote Loan Company.

    Jadi saya mengajukan pinjaman sebesar (Rp400.000.000) dengan tingkat bunga 2% rendah, tidak peduli berapa usiaku, karena saya mengatakan kepadanya apa yang saya inginkan adalah membangun bisnis saya dan pinjaman saya mudah disetujui. Tidak ada tekanan dan semua persiapan yang dilakukan dengan transfer kredit dan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mendapatkan sertifikat yang diminta dikembalikan, maka uang pinjaman saya disimpan ke rekening bank saya dan mimpiku menjadi kenyataan. Jadi saya ingin saran semua orang segera melamar kepada Mr. Dangote Loan Company Via email (dangotegrouploandepartment@gmail.com) dan Anda juga bisa bertanya kepada Rhoda (ladyrhodaeny@gmail.com) dan Mr. jude (judeelnino@gmail.com) dan Juga Pak Nikky (nicksonchristian342@gmail.com) untuk pertanyaan lebih lanjut

    Anda juga bisa menghubungi saya melalui email di ladyjanealice@gmail.com

    BalasHapus

Posting Komentar